Thursday, June 11, 2009

Baby Honda Gold Wing dari Medan

Umur baru menginjak 13 tahun, tapi siapa sangka "rengeannya" melahirkan suatu terobosan bagi dunia modifikasi di Indonesia, Medan (Sumut) khususnya. Tidak kepalang tanggung, Riandanu - begitu nama sang anak - melibatkan tiga pemodifikator untuk mewujudkan keinginannya itu.

Ketika dibelikan Honda Vario oleh ayahnya, Rian - sapaan karib si anak - langsung terinspirasi dengan Honda Gold Wing dan Harley Davidson. Wuih, dari mana dia lihat dua moge itu. Tak lain kepunyaan ayahnya.

"Mimpi ingin punya skubek yang bergaya low rider seperti tren sekarang, tapi mengarah ke gaya turing," cerita Rian. Lantaran di Tanah Karo (Medan) belum ada pemodifikator yang bisa memenuhi ambisinya, pengerjaan diserahkan kepada Antonius Chandra dari Ton's Chrome di Ciputat Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Anton sendiri sempat bingung diminta bikin low rider tapi buat turing. Ciri khaas roda belakang mundur tetap dilakoni dengan menggeser sekitar 20 cm, namun bodi tetap seperti standar. Hanya sokbreker belakang diganti dengan Yamaha Jupiter MX 135.

Paling mencolok, pemakaian ban. Depan dan belakang sama, yakni 5x14 inci dan model peleknya mendekati moge. Prinsipnya, kata Anton, model monoblok tapi di bagian tengah diberi lubang. Meski diakuinya sedikit susah karena banyak yang dicustom, bukan seperti pelek lebar biasa di skubek.

Untuk mengentalkan gaya turing, dipasang boks, windshield dan mesin. Semua unsur itu dikerjakan oleh Topo Goedhel Atmojo dari tauco Custom (TC) yang dianggapnya rada unik juga.

Sementara pengecetan diserahkan kepada Harry Kodok dari MJM yang menggunakan Spies Hecker. Hasilnya, seperti yang Anda lihat mirip Baby Gold Wing.

Wednesday, June 10, 2009

Jupiter Bajak Laut dari Pontianak

Maaf! Jangan salah persepsi dulu dengan judul di atas. Yamaha Jupiter MX 135 LC ini bukan untuk 'merampok'. Raka Mahardika, sang modifikator dari ColourTranz di Pontianak, ini terinspirasi oleh sosok perompak zaman dulu dengan satu mata tertutup. Jadi, melalui bebek dari Yamaha ini ia coba mewujudkannya dengan desain lampu utama yang beda.

Cuma itu saja kelebihan modifikasinya. Tidaklah. Tapi kita kembali ke soal lampu dulu. Menurut Raka, lampu kiri dipakai dari Yamaha X1R dan yang kanan dari variasi mobil dengan tugas sebagai penerang sedang dan jauh. Untuk jarak dekat diembang yang kiri.

Untuk bodi, juga ada perubahan yang dibuat dari bahan fiber. Seperti sisi samping sampai ke belakang dengan konsep sporty. Makanya, lanjut Raka, rancangannya agak meruncing dan nungging.

Keunikan lain tampak pada bagian jok. Raka menamakannya jok single-double. Dari sudut pandangan mata tampak seperti dua, "Padahal masih satu kesatuan lantaran untuk membuka sama seperti standarnya, keduanya ikut terangkat ketika diangkat."

Langkah customizing juga dilakukan di kaki-kaki. Malah sudah masuk kategori ekstrem. Seperti suspensi depan, sok variasi yang dibeli pemilik kepanjangan lantas disesuaikan. Begitu juga belakang, "Begitu lengan ayun selesai dan dipasang, motor terlalu nungging," kenang Raka.

Karena sudah tidak mungkin mengubah lengan ayun, jadinya monosok standar MX jadi korban dengan dipendekkan dengan memotong sekitar 3 cm. Karena bagian belakang yang runcing, lampu belakangnya diambil dari Honda CS-1, yang juga diambil visornya untuk dipakai pada MX.

Tuesday, June 9, 2009

Motor Baru di PRJ dan Nongol di 2009

Tahun depan, tiga produsen motor Jepang di Tanah Air, Suzuki, Yamaha, dan Honda, siap menggelontorkan produk terbarunya. Malah Honda memanfaatkan pergelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang dimulai Juni ini untuk memperkenalkan motor barunya. Itu termasuk PT Minerva Motor Indonesia yang menyatakan akan memajang dua model anyarnya.

Honda Vario versi Combi Brake
PT Astra Honda Motor (AHM) dipastikan menyodorkan Honda Vario combi brake tahun ini. Bahkan, pengetesan sudah dilakukan oleh pihak AHM di sirkuit Tipar Cakung milik mereka.

Sinyalemen kuat tertangkap dari Vice President Director PT AHM Johannes Loman yang melihat perkembangan pasar nasional tahun ini, khususnya skubek yang meningkat masuk 35 persen dari total market motor. Kondisi ini yang memacu produsen acap mengembangkan teknologi terbaru pada skubek. Hal itu termasuk melalui combi brake yang, kata Johannes, akan dipelajari penerapannya.

Soal peluncuran, ada yang bilang itu dilakukan saat PRJ. Namun, beberapa jaringan Honda membisikkan saat puasa (Agustus). "Pokoknya sekitar Juli, tapi bisa jadi dipercepat pas PRJ," sebut sumber Em-Plus dari jaringan luar Jawa.

Suzuki Jelly
Melalui Edy Darmawan, 2W Marketing, Promotion Dealer Div, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), bahwa idealnya hal itu baru dilaksanakan tahun depan, ia mengiyakan. Tentu, hal itu melihat kondisi perekonomian yang sedang dilanda krisis. Demikian dikatakan Edy ketika ditanya perihal kehadiran Suzuki Latte dan Jelly yang sudah mejeng di Bangkok Motor Show.

Ya, dua skubek bergaya retro ini memang menyodorkan sesuatu yang baru. Mulai dari lampu depan (LED), setang, spidometer, lampu belakang sampai sein. Secara konsep diboyong langsung dari Jepang, tapi untuk pengembangan dan produksi di kawasan Asia diserahkan ke Thailand.

Soal mesin, Edy juga belum berani memastikan kapasitas CC yang dijejalkan ke Latte dan jelly. Tapi, ia menegaskan kalau skubek ini tetap bakal hadir.

Yamaha
Santer kabarnya, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia bakal meluncurkan jenis sport berkapasitas 250 cc. "Memang, ada rencana tahun ini, tepat Juli. Tapi melalui berbagai pertimbangan, diputuskan tahun depan," ujar Dyonisius Beti, Vice President PT YMKI.

Sama seperti Suzuki, pertimbangan Yamaha menunda karena dalam krisis ekonomi. Dengan keadaan seperti ini, lanjut Dyon, konsumen tak perlu diarahkan untuk konsumtif. Selain itu, penundaan ini juga tak ingin mengganggu market Yamaha yang lagi naik 3-4 persen.

Disinggung soal Yamaha Nouvo Elegance 135 atau Yamaha Fino, Dyon menjawab, "Tidak ada. Mungkin hanya sebatas facelift dengan grafis baru."


Minerva GTR dan XCT
Tak mau ketinggalan, PT Minerva Motor Indonesia (MMI) baru saja meluncurkan tiga varian motor sport. Ajang PRJ dimanfaatkan untuk memperkenalkan Minerva GTR 150 berjenis sport dan XCT 125 model skubek. Keduanya asli desain Sachs, Jerman, yang sudah diproduksi empat tahun lalu.

Menurut Ir Kristianto Goenadi, selaku Presdir MMI, GTR 150 mengusung teknologi yang sangat cocok untuk banyak orang. Tampilannya mengingatkan pada Italjet Dragster yang desainnya racing scooter.

Monday, June 8, 2009

Yamaha Mio Menentang Arus dari Venus Customized

Keberanian Budi Widanarko dari Sidoarjo patut dihargai. Saat di Jawa Timur lagi demam modifikasi gaya drag look dan low rider, builder dari Venus Customized itu memilih aliran lain, "Konsepnya racing look. Ini murni beda dan baru," tegasnya.

Sekalipun perombakan yang dilakukan Budi pada Yamaha Mio 2007 sebatas fashion, banyak ornamen balap yang melekat. Paling menonjol, kedua ban memakai jenis slick (tanpa kembangan).

Kemudian suspensi depan yang dipermak model upside down sehingga menjadi lebih panjang dan besar. Boleh jadi ini skubek ayam jago pertama dibuat di Sidoarjo. Malah menurut Budi, soknya itu custom sendiri memakai punya variasi Mio. "Bawahnya masih pakai punya Mio, sedang atas dibungkus semacam kondom dengan pipa 2 inci. Untuk finishing-nya dikrom," lanjut Budi.

Supaya mendekati tampilan motor balap, di atas dek bagian tengah dibuat stabilizer rangka. Hanya sebatas untuk tampilan, enggak berfungsi layaknya di balap, terang Budi.

Bagian belakang juga ikut dirombak. Seperti monosok, punya MX ditempelkan di Mio. Jok di-custom agar bisa menyimpan aki sehingga orang mengira enggak ada akinya.

Agar membuat tampilan motor sesuai dengan konsepnya, cover CVT dibikin model berlubang (ditambahkan lagi) biar kelihatan heboh. Langkah berani Budi ini mengandung risiko besar bila dipakai untuk harian. Karena CVT harus bebas debu, oli, dan air.

Tapi, sekali lagi, Budi ingin menampilkan Mio hasil karyanya yang bersih. Makanya, banyak bagian yang dikrom.

Tuesday, June 2, 2009

TVS Luncurkan Bebek RockZ 125 yang Bisa Memainkan Musik MP3

PT TVS Motor Company Indonesia yang merakit sepeda motor asal India, TVS, hari ini meluncurkan produknya terbarunya, bebek 125 cc yang diberi nama RockZ. Peluncuran dilakukan oleh direktur penjualan dan pemasaran, TVS Indonesia, K. Vijaya Kumar di pabriknya di Karrawang Timur, Jawa Barat.

Ini merupakan produk ketika yang dipasarkan TVS di Indonesia. Sebelumnya, TVS sudah memasarkan bebek Neo dengan mesin 110 cc dan sepeda motor sport Apache 160 cc. Menurut Vijaya Kumar, dari segi fitur dan teknologi bebek baru ini lebih unggul dibandingkan dengan motor asal Jepang. Meski begitu, dari segi harga sangat kompetitif.

“Kompetitor RockZ harganya berkisar Rp 16-18 juta. Namun kami menawarkan RockZ dengan harga Rp 13.700.000 untuk varian cast wheel dan Rp 12.700.000 spoke wheel (jari-jari),” jelasnya kepada wartawan.

Keunggulan utama dan menjadi ciri khas RockZ adalah IMS, integrated music system. Atau fitur musik yang terintegrasi pada sepeda motor ini. Jadi, pengendara TVS RockZ bisa mendengar musik dengan format MP3 melalui dua speaker kecil atau earphone sembari memacu motor.

Untuk ini pula, pada motor disediakan interface USB 2.0 yang berisi file lagu-lagu format MP3 dan 2 jack RCA untuk speaker eardphone (pengendara dan boncengan). Dijelaskan, pengendara juga bisa mengakses radio FM. Untuk ini, di bagian tengah disediakan tombol tekan untuk menyetel lagu-lagu dan radio. Di samping itu, juga disediakan charger untuk telepon selular.

Fitur lain yang dibanggakan TVS adalah pengaman yang disebut double ATL (anti thief lick). Sistem ini diklaim sebagai yang pertama di dunia digunakan pada sepeda motor bebek. Melalui pengaman ini, standar tengah bisa dikunci saat motor diparkir. Pengaman satu lagi atau “engine kill switch” yang berada di tempat tersembunyi.

Lebih lanjutnya dijelaskan, bagi masyarakat umum, yang ingin mendapatkan informasi lengkap dengan produk terbaru TVS bisa mengunjungi stand mereka di arena Pekan Raya Jakarta, yang mulai dibuka Jumat lusa.

Dengan fitur lebih banyak, harga kompetitif dan penampilan yang gaya dan dinamis, TVS RockZ , merupakan alternatif cukup menarik di antara motor-motor Jepang yang sudah ada selama ini. Paling tidak bagi mereka yang ingin tampil beda dan menggunakan tak hanya sebagai alat transportasi, juga buat gaul.