<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969</id><updated>2012-01-16T11:07:51.837+07:00</updated><category term='Yamaha'/><category term='Vespa'/><category term='Kanzen'/><category term='Diablo'/><category term='Ferrari'/><category term='Bajaj'/><category term='BMW'/><category term='Peugeot'/><category term='Aprilia'/><category term='Honda'/><category term='Piaggio'/><category term='TVS'/><category term='Ducati'/><category term='Jialing'/><category term='Harley Davidson'/><category term='Tips'/><category term='Minerva'/><category term='News'/><category term='Kawasaki'/><category term='Suzuki'/><title type='text'>INDO MOTOR -- Indonesia Motor Of Info Bike</title><subtitle type='html'>Information Of Indonesia Motor Cycle Gallery Prices Technology News Speed Suspension Machine Detail Technical Mechanic Rotation Business Sale Buy Automotive Advertisement MotoGP Publish Photo Honda Yamaha Suzuki Kawasaki Bajaj BMW Ducati Vespa Harley Davidson Tips Aprilia Diablo Piaggio BMW Ferrari News Otomotif Biker Sepeda Bicycle Bike Features Advanced Mobile Speed Racing And More -- Indomotor.blogspot.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>220</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-7207871818713118720</id><published>2011-07-02T05:53:00.001+07:00</published><updated>2011-07-28T05:59:50.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda CBR 150R yang Galak di Atas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-OMZQlUm7UT8/TjCYUQiB2pI/AAAAAAAACr0/TQ1y0ofN3u0/s1600/CBR%2B150R.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-OMZQlUm7UT8/TjCYUQiB2pI/AAAAAAAACr0/TQ1y0ofN3u0/s200/CBR%2B150R.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634170607642991250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selesai meluncurkan Honda CBR 150R, kemarin (30/6/2011), PT Astra Honda Motor mengajak wartawan menuju sirkuit Sentul kecil (&lt;em&gt;gokart&lt;/em&gt;) di Cibinong, Jawa Barat, untuk melakukan &lt;em&gt;test ride &lt;/em&gt;motor yang diklaim sebagai "&lt;em&gt;the real sport bike&lt;/em&gt;"  itu. Terus terang, semangat ingin menjajalnya tak seheboh ketika sang  kakak, CBR 250R, dihadirkan bersama trio pebalap MotoGP (Casey Stoner,  Dani Pedrosa, dan Andrea Dovisiozo) di Sirkuit Internasional Sentul.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Boleh  jadi, kehadiran CBR mungkin sudah didahului oleh model 250R, jadi  gregetnya terasa kurang," ungkap seorang dari Astra Honda Motor (AHM).  Lho, bukankah beda kapasitas mesin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul sekali. Tampilannya pun  hampir tidak beda. Seperti dikatakan Presiden Direktur AHM Yusuke Hori,  CBR 150R sama seperti kakaknya dan pengembangannya terinspirasi dari  MotoGP yang mengadopsi model &lt;em&gt;full fairing&lt;/em&gt;. "Dari teknologi,  mesin CBR 150R ini sudah tergolong step (generasi) III, sama seperti CBR  250R, Revo AT, dan PCX," urai Sarwono Edhi dari Technical Training  Department AHM kepada &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan jantung pacu  CBR 150R berkapasitas 149,4 cc 4-tak DOHC berpendingin cairan  (radiator) ini adalah pada performa yang lebih baik, emisi lebih rendah  dari mesin step II, dan memiliki sensor O2. Ciri dari mesin generasi III  sudah dilengkapi dengan Programmed Fuel Injection (PGM-FI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kaget&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena tes berlangsung di sirkuit Sentul kecil, &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt;  pun hanya ingin mengetahui kemampuannya dalam berakselerasi karena  menguji kecepatan maksimum sangat tidak mungkin. Sementara itu, Sarwono  Edhi memberi tahu bahwa kecepatan maksimum CBR 150R adalah 124,3 km per  jam dalam posisi badan membungkuk, dan 116,3 km per jam dengan badan  tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah mengagetkan ketika &lt;em&gt;Kompas.com &lt;/em&gt;berakselerasi  pada gigi dua yang dimulai dari kecepatan 10 km per jam dan dimulai  dari 3.000 rpm. Tenaga mesin "lemot" dan mulai "berisi" ketika berada di  atas 5.000 rpm. Seusai menempuh tiga lap (sesuai jatah), &lt;em&gt;Kompas.com &lt;/em&gt;langsung menemui Sarwono dan menjelaskan bahwa tenaga motor tidak seganas sang kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau 250R lebih pada TQ (baca: tiki), sedangkan yang 150R PK (baca: piki)," ucap Sarwono. Maksud dari TQ adalah &lt;em&gt;torque&lt;/em&gt; atau torsi. Maksud Sarwono, 250R memang galak di putaran bawah, sedangkan "piki" pada 150R berarti "&lt;em&gt;peak&lt;/em&gt;" atau tenaga baru terasa di putaran atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, &lt;em&gt;Kompas.com &lt;/em&gt;pun  menjajal tiga lap berikutnya. Ternyata, dengan bukaan tenaga yang  besar, kecepatan maksimum pada gigi satu mudah didapat pada 43 km/jam.  Karena trek tak punya lintasan panjang, kecepatan maksimum dengan gigi  dua dan tiga tak bisa didapat. Namun, Sarwono memberi tahu bahwa  kecepatan maksimum gigi dua adalah 68 km per jam, dan tiga adalah 88 km  per jam. Adapun konsumsi bahan bakar 60,9 km per liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika kita ingin jalan santai dengan gigi tiga lalu ingin &lt;em&gt;ngebut&lt;/em&gt;  dengan cara membentot gas, maka jangan kaget jika tenaga kurang  responsif. Lain halnya jika cepat diturunkan ke gigi dua dan buka dengan  5.000 sampai 6.000 rpm. Motor pun melejit dengan galak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-7207871818713118720?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/7207871818713118720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=7207871818713118720' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7207871818713118720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7207871818713118720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2011/07/honda-cbr-150r-yang-galak-di-atas.html' title='Honda CBR 150R yang Galak di Atas'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OMZQlUm7UT8/TjCYUQiB2pI/AAAAAAAACr0/TQ1y0ofN3u0/s72-c/CBR%2B150R.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-3495947462197597285</id><published>2010-01-07T21:56:00.002+07:00</published><updated>2010-01-07T22:00:04.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Motor Tutup 2009 dengan Kembali Mimimpin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X26IkDDsI/AAAAAAAAAmw/2IHcq9HnYFc/s1600-h/Honda+Motor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X26IkDDsI/AAAAAAAAAmw/2IHcq9HnYFc/s200/Honda+Motor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424012804829155010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sempat digeser oleh Yamaha, Honda berhasil juga mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar sepeda motor 2009 dengan mencatat total penjualan 2.701.278 unit. Sempat beberapa bulan, produsen motor berlambang sayap mengepak itu turun ke posisi kedua.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mengacu data yang diperoleh &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt;, sepanjang 12 bulan pada 2009, Honda menguasai pangsa pasar 46,18 persen dari total 2.701.278 unit. Mereka unggul 50.383 unit dari Yamaha yang bertengger di urutan kedua dengan 2.650.895 unit (45,32 persen), dilanjutkan Suzuki 438.135 unit, dan Kawasaki 58.185 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dalam penjualan Desember, Honda teratas dengan 258.100 unit (&lt;em&gt;wholesales&lt;/em&gt;) atau meningkat dua persen dari November 2009. Adapun Yamaha membayang di belakang dengan perolehan 250.800 unit (menguat 0,5 persen), Suzuki (36.994 unit), dan Kawasaki (5.848 unit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, posisi Honda sempat terpeleset menjadi kedua akibat dilibas Yamaha yang memimpin selama 4 bulan, mulai April sampai Juli 2009. Namun, dengan tembakan "peluru baru", berupa produk dan kegiatan &lt;em&gt;off air&lt;/em&gt;, Honda mampu mengambil kembali kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan hasil ini, Vice President Director PT Yamaha Kencana Indonesia (YMKI) Dyonisius Beti menekankan, total angka penjualan bukan menjadi fokus utama dalam berbisnis. Fokus utama, jelasnya, memenangkan kepercayaan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami bukan bersaing siapa yang jualan atau produksi lebih banyak. Diskon besar-besaran pada akhir tahun misalnya. Kami bukan seperti itu. Bisnis ini lebih &lt;em&gt;long term&lt;/em&gt;, angka penjualan hanya efek samping yang diperoleh dari kepercayaan konsumen," ucap Dyon kepada &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt;, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun mengutamakan konsumen, pergerakan Yamaha mengejar seterunya sangat luar biasa. Bayangkan, dari 31,8 persen pada 2006, mereka penjualan melejit menjadi 39,1 persen. Pada 2008, Yamaha terus konsisten menunjukkan kekuatan dan menguntit di belakang Honda dengan pangsa 39,7 persen di bawah pemimpin pasar 46,2 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Julius Aslan cenderung bungkam mengenai kemenangan Honda pada 2009. "Angka pastinya baru tanggal 10 (Januari) nanti. Kalau sudah pasti, baru akan kita buka blak-blakan," tukas Julius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perolehan penjualan di atas, maka total pasar motor nasional tahun lalu tercatat 5.848.493 unit atau turun sekitar 6 persen dibandingkan 2008 yang mencapai 6,21 juta unit. Pada awal tahun, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sempat memprediksi bahwa pasar akan anjlok menuju 4,4 juta unit.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-3495947462197597285?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/3495947462197597285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=3495947462197597285' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3495947462197597285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3495947462197597285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2010/01/honda-motor-tutup-2009-dengan-kembali.html' title='Honda Motor Tutup 2009 dengan Kembali Mimimpin'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X26IkDDsI/AAAAAAAAAmw/2IHcq9HnYFc/s72-c/Honda+Motor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1622411197010143164</id><published>2009-12-07T22:00:00.000+07:00</published><updated>2010-01-07T22:01:24.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda VFR1200F, Moge dengan Dua Kepribadian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X3Jl3mW9I/AAAAAAAAAm4/bEXodrLypvE/s1600-h/Honda+VFR1200F.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X3Jl3mW9I/AAAAAAAAAm4/bEXodrLypvE/s200/Honda+VFR1200F.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424013070393826258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Honda Motor Co pada minggu kemarin mengumumkan bahwa pada 2010 mereka akan memasarkan motor gede dengan dua kepribadian. Maksudnya, motor yang bisa digunakan untuk fungsi sport sekaligus &lt;em&gt;touring&lt;/em&gt;. Moge baru ini adalah VFR1200F.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dua kepribadian tersebut bisa diperoleh karena Honda mencangkok teknologi kopling ganda atau &lt;em&gt;dual clutch&lt;/em&gt; pada moge ini. Sebelumnya, teknologi tersebut hanya digunakan pada mobil-mobil terbaru. Karena itu pula, Honda mengklaim bahwa VFR1200F adalah sepeda motor pertama di dunia yang menggunakan kopling ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moge kopling ganda tersebut akan dipasarkan Honda Motor Eropa mulai 2010 untuk konsumen di benua tersebut, yang memang lebih canggih. Penampilan VFR1200F yang menggunakan mesin V4 ini rapi dan “bersih” dibandingkan moge Honda lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kopling ganda, pengoperasian kerja transmisi manual bisa dilakukan secara otomatik. Di samping itu, waktu pergantian gigi lebih cepat, baik dengan transmisi manual dengan satu kopling maupun otomatik. Karena itulah, Honda merangkumnya menjadi moge &lt;em&gt;sport tourer&lt;/em&gt;, mengingat tren kopling ganda pada mobil juga makin meluas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1622411197010143164?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1622411197010143164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1622411197010143164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1622411197010143164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1622411197010143164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/12/honda-vfr1200f-moge-dengan-dua.html' title='Honda VFR1200F, Moge dengan Dua Kepribadian'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X3Jl3mW9I/AAAAAAAAAm4/bEXodrLypvE/s72-c/Honda+VFR1200F.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1419658048474003227</id><published>2009-11-07T21:53:00.001+07:00</published><updated>2010-01-07T21:56:14.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peugeot'/><title type='text'>Skuter Hibrida Gerak 3 Roda dari Peugeot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X166I43TI/AAAAAAAAAmg/9yryTEKQx88/s1600-h/Peugeot.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X166I43TI/AAAAAAAAAmg/9yryTEKQx88/s200/Peugeot.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424011718625385778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penampilan skuter 3 roda Peugeot ini tentu tidak terlalu aneh bagi komunitas Piaggio di Jakarta dan sekitarnya. Pasalnya, di Jakarta, bentuk dan cara mengemudikan seperti skuter Peugeot ini sudah cukup lama diperkenalkan oleh Piaggio melalui produknya yang diberi label MP3. Di Indonesia, skuter 3 roda Piaggio dipasarkan oleh PT Sentra Kreasi Niaga dengan harga sekitar Rp 105 juta.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konsep &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, Peugeot Motorcycles menilai skuter yang diberi label “The HYbrid3 Evolution” ini masih konsep. Pasalnya, skuter ini digerakkan oleh gabungan (hibrida) dua sumber penggerak, yaitu mesin bensin dan motor listrik. Saat ini, skuter tersebut dipamerkan di Milan International Cycle and Motorbike Show yang berlangsung dari 10 -15 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi yang dibanggakan oleh Peugeot pada skuter ini adalah sistem gerak 3 roda. Tepatnya, satu roda belakang digerakkan oleh mesin bensin. Adapun kedua roda depan digerakkan dua motor listrik (satu roda dengan satu motor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor listrik pada skuter ini menghasilkan tenaga 36 kW (49PS) dengan emisi CO2, 48 g/km dalam bentuk kombinasi. Peugeot memposisikannya kendaraan ini sebagai skuter dan mobil tanpa atap. Ia diperkenalkan pertama kali di Paris Motor Show, tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi baru yang diadopsi adalah motor l listrik dari mobil BB1 yang dipamerkan pada Frankfurt Motor Show September lalu. Adapun produk tersebut akan diluncurkan pada 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peugeot merancang skuter ini sebagai pengganti mobil bagi komuter kota. Skuter ini dinilai lebih baik dari sepeda motor atau skuter 2 roda. Alasannya, ia lebih stabil, aman, dan enak dikendarai. Di samping itu, skuter ini juga lincah karena hanya memiliki lebar 82 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua roda depan miring secara bersamaan ketika skuter bermanuver. Suspensi yang diaplikasikan bisa miring. Teknik ini, berdasarkan pengalaman &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt; yang pernah mencoba Piaggio MP3, tetap membutuhkan keterampilan berkendara dan siaga ketika pengendara melakukan manuver. Malah, pengendara harus lebih hati-hati dibandingkan saat mengendarai sepeda motor 2 roda. Pasalnya, kedua roda depan miring dan bisa terjatuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penampilan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penampilan skuter ini  disebut  mengamit desain  &lt;em&gt;avant-garde, &lt;/em&gt;sebuah desain yang diadopsi dari mobil Peugeot. Bagian  depan  dilengkapi dengan  panel  indikator &lt;em&gt;light emitting diode&lt;/em&gt; (LED).   Dengan cara ini, pengendara mudah melihat dan membaca saat melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi keamanan yang ditambahkan adalah ABS, yang menyatu pada rem. Sistem bekerja bersamaan pada roda belakang dan kedua roda depan. Ketiga roda menggunakan rem cakram. Malah, motor listrik juga bisa difungsikan sebagai rem. Kemudian, energi yang terbuang saat skuter mengerem atau melambat bisa diambil lagi untuk mengisi baterai &lt;em&gt;lithium-ion&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mesin bensin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mesin bensin yang digunakan sebagai penggerak roda belakang menghasilkan tenaga 30 kW (41 PS). Mesin ini berkapasitas 300 cc, dilengkapi dengan kompresor sehingga kemampuannya setara dengan mesin bensin 500 cc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan mekanis antara roda depan dan belakang dikontrol secara elektronik. Sistem motor listrik bekerja ketika skuter start, pada kecepatan rendah, dan pada saat pengereman. Energi listrik baterai hanya bisa dipakai untuk menempuh jarak 10 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin bensin digunakan untuk jalanan yang lancar dan melaju lebih cepat. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik dengan gerak 3 roda membuat skuter ini makin sip saat dikebut, dan juga lebih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem lain pada skuter ini adalah &lt;em&gt;stop &amp;amp; start&lt;/em&gt; yang dipasang pada mesin. Mesin akan mati bila kendaraan diam atau dikendarai dengan model listrik. Hasilnya, Peugeot mengklaim bahwa konsumsi bahan bakar skuter ini 50 km/liter.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1419658048474003227?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1419658048474003227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1419658048474003227' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1419658048474003227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1419658048474003227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/11/skuter-hibrida-gerak-3-roda-dari.html' title='Skuter Hibrida Gerak 3 Roda dari Peugeot'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X166I43TI/AAAAAAAAAmg/9yryTEKQx88/s72-c/Peugeot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4989273389439513994</id><published>2009-10-10T21:47:00.002+07:00</published><updated>2010-01-07T21:53:18.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BMW'/><title type='text'>Motor Listrik Kanopi Ala BMW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X1UnKgE3I/AAAAAAAAAmY/CTptsPhp0BU/s1600-h/Kanopi+Ala+BMW.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X1UnKgE3I/AAAAAAAAAmY/CTptsPhp0BU/s200/Kanopi+Ala+BMW.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424011060696847218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Peugeot pernah memperkenalkan sepeda motor beroda tiga dengan dua tenaga penggerak, yaknik mesin bensin dan motor listrik. Kini, giliran pabrikan mobil asal Jerman, BMW, membuat prototipe motor berkanopi yang diberi nama C1-E Concept.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, BMW sudah melepas produk C1 bertipikal skuter pada tahun 2000. Penjualan mampu mencapai 10.000 unit pada tahun pertama peluncuran. Namun, pemasaran pada tahun berikutnya anjlok dan memaksa produksi diberhentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, motor terbaru dari BMW ini merupakan pengembangan lanjutan dari C1 tersebut. C1-E Concept mengaplikasikan motor listrik dengan tenaga yang berasal dari baterai &lt;em&gt;lithium-ion&lt;/em&gt;. Juga terdapat mesin bensin dengan pembakaran minim. Namun sayang, besaran tenaga dan torsi tak diinformasikan lebih lanjut oleh pabrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu kegiatan produksi berlangsung, melalui skuter listrik berkanopi ini, BMW akan berupaya menciptakan tren baru, yakni dengan konsep kendaraan urban yang lebih aman dan tahan terhadap semua cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi mengenakan sabuk keselamatan empat titik. Selain itu, &lt;em&gt;roll-bar &lt;/em&gt;dibuat melintang di bagian depan kendaraan untuk menyerap benturan saat terjadi tabrakan. Yang paling menarik, &lt;em&gt;windscreen&lt;/em&gt; (kaca penghalang angin) didesain terintegrasi dengan kanopi guna melindungi pengemudi dari terik matahari dan air saat hujan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan produk ini, BMW melibatkan European Safer Urban Motorcycling, sebuah tim gabungan antara BMW, Piaggio, dan Pemerintah Kota Barcelona, London, Paris, Roma, dan beberapa universitas di Eropa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4989273389439513994?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4989273389439513994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4989273389439513994' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4989273389439513994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4989273389439513994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/10/motor-listrik-kanopi-ala-bmw.html' title='Motor Listrik Kanopi Ala BMW'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/S0X1UnKgE3I/AAAAAAAAAmY/CTptsPhp0BU/s72-c/Kanopi+Ala+BMW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-6208097059476185067</id><published>2009-09-25T19:50:00.001+07:00</published><updated>2009-09-25T19:53:45.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Skuter PCX, Senjata Baru Honda 2010 di ASEAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry9RVI6WLI/AAAAAAAAAjw/ScrR4bGqAhE/s1600-h/Skuter+PCX.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry9RVI6WLI/AAAAAAAAAjw/ScrR4bGqAhE/s200/Skuter+PCX.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385387359858219186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Thai Honda Manufacturing (THM), salah satu basis produksi Honda untuk pasar global, di Thailand, Senin (14/9), memperkenalkan sekaligus mengumumkan bahwa mereka mulai memproduksi skuter terbaru yang diberi nama PCX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Honda Motor Co Jepang, skuter baru ini akan menjadi produk global yang akan diekspor ke berbagai kawasan, mulai awal tahun depan. Target utama Honda adalah Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, Honda juga menyebutkan bahwa target lain dari skuter ini adalah negara-negara ASEAN. Berarti, Indonesia, sebagai salah satu pasar kendaraan bermotor roda dua terbesar di ASEAN sekarang ini, dipastikan akan menjadi target. Penggemar Honda atau skuter Honda yang ingin tampil lebih eksklusif tinggal menunggu kehadiran skuter ini tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Honda, skuter PCX menjadi produk untuk pasar global karena kendaraan roda jenis ini sangat mudah digunakan. Di samping itu, penampilannya juga makin gaya dan inovatif. Ditambahkan, rancangan dasar skuter ini merupakan komponen kunci untuk memperoleh efisiensi proses pembuatannya.  &lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;PGM-FI &amp;amp; Canggih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Mesin yang digunakan pada PCX berkapasitas 125 cc, 4-langkah, dan satu silinder. Honda mengembangkan teknologi yang memiliki kemampuan mengurangi gesekan antar-komponen di dalam mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil selanjutnya, konsumsi bahan bakar PCX juga irit. Berdasarkan tes yang dilakukan oleh perusahaan tersebut di Thailand, konsumsi bensin PCX 50 km/liter (ECE40 MODE). Hasil tersebut diperoleh berkat kombinasi aplikasi teknologi lainnya, yaitu sistem injeksi elektronik bensin khas Honda, PGM-FI, dan &lt;em&gt;idle stop system&lt;/em&gt;, sistem yang mematikan mesin bila motor berhenti sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dijelaskan, skuter ini mencapai standar emisi Thailand level 6 yang mengacu standar Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Untuk ini, di knalpotnya dipasangi katalisator yang menyaring dan mencegah emisi beracun bertebaran di udara bebas ketika mesin dihidupkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim Honda lainnya, PCX  ini merupakan skuter 125 cc pertama di dunia yang dilengkapi dengan ACG starter. Teknologi terakhir ini adalah motor starter listrik yang juga berfungsi sebagai generator atau pembangkit listrik, sama seperti yang digunakan pada mobil canggih atau hibrida masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara itu pula, menurut Honda, ukuran mesin skuter ini jadi lebih kompak. Cara tersebut juga mengurangi suara berisik ketika mesin dihidupkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur lain adalah CBS atau Combined Brake System yang diperkenalkan Honda di Indonesia melalui Vario CBS Techno. CBS adalah sistem untuk membantu kerja rem belakang untuk menciptakan stabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, harganya dipastikan jadi lebih mahal. PCX akan menjadi skuter eksklusif premium dengan mesin 125 cc. &lt;em&gt;Boleh juga&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-6208097059476185067?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/6208097059476185067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=6208097059476185067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6208097059476185067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6208097059476185067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/09/skuter-pcx-senjata-baru-honda-2010-di.html' title='Skuter PCX, Senjata Baru Honda 2010 di ASEAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry9RVI6WLI/AAAAAAAAAjw/ScrR4bGqAhE/s72-c/Skuter+PCX.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-6000831664141534980</id><published>2009-09-24T19:57:00.001+07:00</published><updated>2009-09-25T19:58:55.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suzuki'/><title type='text'>Wuih! Suzuki Skywave Berlapis Emas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry-gbxoJoI/AAAAAAAAAj4/Ip02Yowgyy0/s1600-h/Suzuki+Skywave.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry-gbxoJoI/AAAAAAAAAj4/Ip02Yowgyy0/s200/Suzuki+Skywave.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385388718849271426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat modifikasi dari Suzuki Skywave 2009 ini, Anda pasti bertanya, apa sih keistimewaannya? Enggak ada yang unik, malah modifikasinya terkesan biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul sekali! skutik milik Aditya Aryadi Rachman ini bisa tampil karena memiliki dua—bisa dibilang—kelebihan-lah. Pertama, perhatikan kedua velg berukuran 4 x 14 inci depan dan 5,5 x 14 inci belakang. Warna keemasan itu bukan cat, tetapi sepuhan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditya membenarkan, meski ia lupa habis berapa gram. "Untuk kedua velg itu, total biaya krom emas Rp 3 juta," ungkap Aditya. Prosesnya, lanjut pria berusia 26 tahun itu, sama seperti krom biasa dan dilakukan setelah &lt;em&gt;finishing&lt;/em&gt; velg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, jari-jari dan teromol sengaja dibiarkan standar. Namun, efek emas lainnya ditonjolkan pada bodi. "Warna putih dari Spies Hecker kebetulan juga mengandung &lt;em&gt;gold effect&lt;/em&gt;," sebut Aditya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa kelebihan yang satu lagi? Masih seputar roda, perhatikan bagian belakang. Sekilas, velg yang dibalut karet hitam ukuran 140/60 itu seperti mundur. Menurut Aditya, bagian itu sengaja tidak dimundurkan untuk mempertahankan posisi standar agar &lt;em&gt;handling&lt;/em&gt; tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin roda belakang seperti mundur, kuncinya ada pada perubahan sudut kemiringan &lt;em&gt;sokbreker&lt;/em&gt;. Ubahan dilakukan dengan menggeser pegangan atas, membuat pandangan orang terkecoh, seolah sumbu roda dibikin mundur.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-6000831664141534980?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/6000831664141534980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=6000831664141534980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6000831664141534980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6000831664141534980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/09/wuih-suzuki-skywave-berlapis-emas.html' title='Wuih! Suzuki Skywave Berlapis Emas'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry-gbxoJoI/AAAAAAAAAj4/Ip02Yowgyy0/s72-c/Suzuki+Skywave.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1520823789534746207</id><published>2009-09-21T19:59:00.000+07:00</published><updated>2009-09-25T20:00:19.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha Scorpio Kekar Hanya Bermodal Pelat dan Pipa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry-1txJlnI/AAAAAAAAAkA/LhLfkBYrXC0/s1600-h/Yamaha+Scorpio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry-1txJlnI/AAAAAAAAAkA/LhLfkBYrXC0/s200/Yamaha+Scorpio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385389084456359538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan tanpa alasan, Henry Wijaya berkeras menggunakan pelat dalam memodifikasi bodi motor. Menurutnya, bahan itu lebih kuat ketimbang &lt;em&gt;fiberglass&lt;/em&gt;, dan itu sudah dibuktikannya pada Honda CB175. Saat mengalami kecelakaan menabrak mobil, motor tetap aman, meski dirinya mengalami patah tiga di rahang bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman itu, maka ketika mempermak Yamaha Scorpio-Z 2009, pemodifikasi dari rumah modifikasi Tunas Jaya (TJ) Garage, Tuban, Jawa Timur, ini mengandalkan lempengan logam. Kebetulan, modifikasinya tidak begitu rumit lantaran mencontoh model Ducati Streetfighter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari pemakaian pelat sangat jelas, butuh waktu lama untuk pengerjaannya. Contohnya, ya pada Scorpio-Z ini. Untuk mengerjakan tangki dan bagian buritan, diperlukan waktu 2 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangki diambil dari Honda Tiger Revo. "Totalnya sih hanya butuh sepertiga lembar pelat yang ukuran 1 meter persegi," ungkap Henry. Agar bentuknya berotot, mulai bagian tengah sampai belakang dipangkas habis. Sisanya disambung dengan pelat yang sudah dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk buritan motor, prosesnya manual tanpa cetakan sehingga bisa menghasilkan desain yang kompak. Bahkan, tarikan garis dan lengkungannya sangat sempurna. "Beberapa kali saya gagal bikin bentuk yang sempurna. Lebih dari satu lembar pelat (untuk) sampai ke bentuk yang sesuai," kenang Henry yang menggunakan pelat 0,8 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bodi memerlukan waktu dua bulan, sebaliknya, untuk merancang ulang rangka justru lebih cepat. Henry mengaku butuh waktu dua minggu untuk rombak ulang. Dasar sasis dibikin dari pelat bulat yang terdiri dari dua jenis diameter yang berbeda. Untuk rangka utama, pakai yang berdiameter 4,2 inci, sedangkan sasis samping, seperti teralis, pakai diameter 3,2 inci.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1520823789534746207?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1520823789534746207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1520823789534746207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1520823789534746207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1520823789534746207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/09/yamaha-scorpio-kekar-hanya-bermodal.html' title='Yamaha Scorpio Kekar Hanya Bermodal Pelat dan Pipa'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry-1txJlnI/AAAAAAAAAkA/LhLfkBYrXC0/s72-c/Yamaha+Scorpio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-9127555213001917283</id><published>2009-09-19T20:00:00.001+07:00</published><updated>2009-09-25T20:02:42.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Vario Gold Platting Bisa Naik-Turun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry_Y1M7ZnI/AAAAAAAAAkI/-ZP_9sKAcvM/s1600-h/Honda+Vario.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry_Y1M7ZnI/AAAAAAAAAkI/-ZP_9sKAcvM/s200/Honda+Vario.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385389687747339890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang menarik dari penampilan Honda Vario dari Bandung, Jawa Barat, ini. Bukan karena warna bodi yang &lt;em&gt;blink-blink&lt;/em&gt; (kinclong) yang digandrungi penganut &lt;em&gt;low rider&lt;/em&gt; di Amerika, atau roda belakang sampai mundur 20 cm lantas pakai ban besar serta knalpot gambot. Justru bukan itu keistimewaannya. Skutik buatan 2006 ini bisa naik turun seperti yang kebanyakan dilakukan pemodifikasi mobil. Skutik bisa begitu lantaran sang modifikator menginstalasikan sistem suspensi udara pada &lt;em&gt;sokbreker&lt;/em&gt; depan dan belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini hasil riset kami sejak 2004," ungkap Geri Turga dari bengkel MotorPop di Jalan Pasirkumeli, Cimahi, Jawa Barat. Rumah modifikasi ini memang melakukan pengembangan berbagai model sistem suspensi udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Anda simak pada &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; belakang, yang asli Vario hanya satu, tetapi jadi terpasang dua. Menurut Geri, peredam kejut ini buatan sendiri, menggunakan pelat setebal 3 mm. Bagian dalam dipasang as dan sil hasil karya mereka. "Untuk as &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; menggunakan besi diameter 12 mm, sedangkan sil memakai ukuran diameter luarnya 56 mm," papar Geri yang menyebutkan bahwa jarak main &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; belakang bisa sampai 15 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; depan, lanjut Geri, bagian as dibubut ulang dan ketebalan sil ditambah jadi 1,5 cm. Soal desain bagian dalam, Geri tampak sedikit merahasiakannya lantaran mereka memasarkan sistem ini. Konon, satu setnya dilego Rp 8,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti mobil, menaik-turunkan &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; dibutuhkan udara yang dipasok lewat kompresor. Di sini, Geri mengandalkan kompresor DC Volcano berkemampuan 8 bar. "Jika kurang dari 8 bar, naik-turun lambat dan tidak bisa sampai setinggi 15 cm," paparnya. Untuk mengaktifkan kompresor, mesin motor harus hidup lantaran dari sanalah sumber listriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain suspensi udara, ada satu lagi yang membuatnya menarik. Hanya perlu ketelitian untuk mengetahuinya. Apa itu? Sejumlah baut mengalami &lt;em&gt;gold platting&lt;/em&gt; atau pelapisan emas. "Kami pakai emas yang 17 karat," bangga Geri.&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-9127555213001917283?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/9127555213001917283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=9127555213001917283' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9127555213001917283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9127555213001917283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/09/honda-vario-gold-platting-bisa-naik.html' title='Honda Vario Gold Platting Bisa Naik-Turun'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry_Y1M7ZnI/AAAAAAAAAkI/-ZP_9sKAcvM/s72-c/Honda+Vario.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-3047358532286267739</id><published>2009-09-15T20:03:00.001+07:00</published><updated>2009-09-25T20:04:12.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda BeAT "Low Rider Chopper" dari Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry_u-t-qUI/AAAAAAAAAkQ/EK1GD9d7eAE/s1600-h/Honda+BeAT.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry_u-t-qUI/AAAAAAAAAkQ/EK1GD9d7eAE/s200/Honda+BeAT.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385390068259006786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Urusan pahat-memahat patung, Bali jangan dilawan deh. Tapi, untuk modifikasi motor, Bali juga tidak boleh dipandang remeh. Tengok Honda BeAt 2008 karya Kadek Denny Irawan ini. Konsep yang dianut&lt;em&gt; low rider&lt;/em&gt;, walaupun memang bukan hal yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itu bukan berarti tak ada terobosan. Kekuatan seni yang dimiliki masyarakat Pulau Dewata tecermin pada skutik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, pemelaran sumbu roda. Bila kebanyakan modifikator menonjolkan tulang kekar, Denny justru membungkusnya. "Saya bikin begini karena basis dari Honda BeAT yang memiliki &lt;em&gt;wheelbase &lt;/em&gt;pendek. Jadi, kalau tulang tambahan dibiarkan telanjang, bikin perbandingan bodi atas dan bawah jadi tidak berimbang," alasan Denny. Dengan begitu, lanjutnya, tampilan tidak proporsional dan terlihat kopong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, pada Honda BeAT itu, ia memanjangkan sumbu roda. Belakang sampai 40 cm dan ke depan 20 cm. Agar tidak kelihatan kosong, tulang-tulang panjang itu dibuatkan baju &lt;em&gt;full fiber&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kreativitas Denny muncul. Lantaran konsep &lt;em&gt;low rider&lt;/em&gt; sudah banyak, maka ia menambah aroma &lt;em&gt;chopper&lt;/em&gt;. "Sekalian dibuat baju sampai menutupi roda. Maka terciptalah ide &lt;em&gt;full&lt;/em&gt; sepatbor," ujar pemilik usaha pusat kebugaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan bodi tidak sembarangan. Denny harus menyelaraskan lekukan-lekukan pada bodi asli BeAT dengan bodi bikinannya. Garis melengkung 45 derajat pada bodi bawah, misalnya, tak lain mengikuti bodi asli. "Jadi, tak ada tarikan lekukan atau garis yang bertentangan," papar ayah yang mempunyai tiga anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun tubuh BeAT sudah dibalut baju bak jubah, Denny masih bisa menumpahkan kreativitasnya agar bisa dipandang. Salah satunya, desain knalpot model dua pipa yang menjulur bak belali gajah. "Menyambung konsep &lt;em&gt;low rider&lt;/em&gt; &lt;em&gt;chopper&lt;/em&gt;, knlapot model begini kan jadi ciri &lt;em&gt;chopper&lt;/em&gt;," kilah Denny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada lagi. Ia menyusupkan teknologi lumayan canggih, semisal lampu indikator mesin "on/off" di panel setang merangkap indikator sein. Kemudian, lampu stop yang bisa berkedip-kedip (kala hujan), mirip kinerja di mobil balap F1 saat hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua pengoperasian cukup dengan menekan satu tombol yang bawaan BeAT. Saya buatkan juga tombol pembuka jok secara otomatis dengan memanfaatkan mekanisme hidrolis. Ini ide baru yang coba saya tawarkan," bangga bos Retro Motor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terobosan lain, &lt;em&gt;sokbreker &lt;/em&gt;depan diganti model &lt;em&gt;rigid&lt;/em&gt;. Peredaman menggunakan sistem lengan ayun, makanya &lt;em&gt;sokbreker &lt;/em&gt;di tengah bodi jadi berfungsi. "Kalau ada gerak akibat jalanan tidak rata, setang akan turun sedikit, sedangkan bodi dekat pijakan kaki agak membuka. Gerakan setang dan bukaan bodi hanya 2 cm," papar Denny.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-3047358532286267739?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/3047358532286267739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=3047358532286267739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3047358532286267739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3047358532286267739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/09/honda-beat-low-rider-chopper-dari-bali.html' title='Honda BeAT &quot;Low Rider Chopper&quot; dari Bali'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sry_u-t-qUI/AAAAAAAAAkQ/EK1GD9d7eAE/s72-c/Honda+BeAT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4788333965370696154</id><published>2009-09-05T20:04:00.001+07:00</published><updated>2009-09-25T20:05:24.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha Mio American Style</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SrzABRZnlEI/AAAAAAAAAkY/NDoCnrNASIs/s1600-h/Yamaha+Mio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SrzABRZnlEI/AAAAAAAAAkY/NDoCnrNASIs/s200/Yamaha+Mio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385390382511526978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi tren aliran modifikasi baru yang bakal ramai, yakni &lt;em&gt;hot rod &lt;/em&gt;pada skutik. "Sumbangan" ini dari Shaflingga yang berkolaborasi dengan Budi "Big" Rahmanto dari Big Modification, Jakarta Timur. Mereka menyulap Yamaha Mio 2005 jadi bergaya&lt;em&gt; classic street rod. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan Agha—sapaan akrab Shaflingga—karena gaya klasik abadi dan sampai kapan pun akan disukai. Sebagai contoh, lanjutnya, bisa lirik bodi Fino yang terbukti banyak penggemarnya. Ini beda dengan bodi &lt;em&gt;custom &lt;/em&gt;yang pasti disenangi sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan dari modifikasi ini adalah jitu memadukan bodi Fino yang ramping dengan kaki-kaki besar. Itu seperti bagian depan yang dipasangi ban lebar 4 inci, dan belakang 8 inci dengan diameter 14 inci. "Kami ingin bodi ramping ditopang kaki yang cukup besar. Karena itu, sengaja dipesan velg telapak lebar," ujar sarjana ekonomi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran mengaplikasi aliran &lt;em&gt;hot rod&lt;/em&gt; (American style), desain velg disesuaikan dengan kegemaran para penganut aliran ini di negeri asalnya, yakni dengan memakai jari-jari rapat yang sampai menghabiskan 120 batang. Karena ada penggantian rim, mau tak mau harus dibuatkan teromol khusus dari bahan aluminium gelondongan yang kemudian dibubut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberi kesan bahwa kaki yang dipakai betul-betul besar, maka skubek dibikin ceper. Hal itu berarti sistem suspensi diubah sedikit. "Sengaja dibikin &lt;em&gt;rigid &lt;/em&gt;depan dan belakang sehingga enggak ada jarak main. Tujuannya, menghindari mentok antara bodi dan roda," papar Agha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain knalpot &lt;em&gt;custom &lt;/em&gt;yang meruncing semakin menguatkan &lt;em&gt;style&lt;/em&gt;. Menurut Agha, modelnya meniru dari majalah Harley-Davidson. Ukuran tinggal disesuaikan dengan bodi Mio. Agha dan Budi enggak hanya fokus di bagian yang besar saja, tetapi juga menyempurnakan bagaian detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, mesin dicat sewarna dengan bodi utama. Bahkan, cat juga melumuri bagian &lt;em&gt;head lamp&lt;/em&gt; dan dudukan spidometer. Agha mengaku puas, meski harus menunggu lama sampai lima bulan. "&lt;em&gt;Style&lt;/em&gt; baru (pada) modif skutik sudah lahir," bangganya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4788333965370696154?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4788333965370696154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4788333965370696154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4788333965370696154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4788333965370696154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/09/yamaha-mio-american-style.html' title='Yamaha Mio American Style'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SrzABRZnlEI/AAAAAAAAAkY/NDoCnrNASIs/s72-c/Yamaha+Mio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4128317770688231861</id><published>2009-09-02T20:07:00.001+07:00</published><updated>2009-09-25T20:08:27.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha Jupiter MX 135 LC Prototipe dari Medan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SrzAuGnLvbI/AAAAAAAAAkg/nK5lE5dGJ30/s1600-h/Yamaha+Jupiter+MX+135+LC.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SrzAuGnLvbI/AAAAAAAAAkg/nK5lE5dGJ30/s200/Yamaha+Jupiter+MX+135+LC.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385391152709746098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pabrikan motor Jepang atau Eropa tidak diragukan lagi dalam menciptakan prototipe. Ternyata, Indonesia juga tak mau kalah. Meski sampai saat ini belum bisa bikin motor utuh, Indonesia mampu menampilkan motor konsep lewat modifikasi Yamaha Jupiter MX 135 LC. Hasil karya anak bangsa dari Sumatera Utara ini diikutsertakan dalam Mofest Modification Contest 2 Region III, Sumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport tergolong berani merombak Jupiter MX milik Jimmy tersebut. Intinya, ia tak mau cuma mengubah bodi yang dirancang seperti badan motor konsep. "Saya enggak mau begitu. Prototipe yang benar juga mengaplikasi beberapa komponen yang mengaplikasi mekanisme kerja berbeda," ungkap Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, motor konsep bikinan pabrikan pun menawarkan teknologi komponen yang berbeda dengan produk massal. Juga ada mekanisme kerja komponen yang dikembangkan dari komponen sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah acuan Budi. Makanya, MX yang digarap memiliki teknologi yang jauh dari MX sebenarnya. Ia pun mengatakan kalau ciptaannya itu merupakan motor sport masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam modifikasi teknologi komponen yang ditawarkan, ada tiga bagian yang bisa dilirik. Pertama, sistem kemudi dikasih nama &lt;em&gt;steering ratio&lt;/em&gt;. Ada perbandingan radius putar waktu setang digerakkan ke dalam dan ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mekanisme kerja peredam kejut merupakan inovasi baru. Budi menamakannya Advance Suspension. Mekanisme kerjanya berhubungan dengan aplikasi roda &lt;em&gt;hubless&lt;/em&gt;. Pegangan velg ditopang dua tiang yang mengirim beban ke peredam kejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kerjanya mirip &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; belakang &lt;em&gt;unitrack&lt;/em&gt;, tetapi posisi dipasang terbalik. Menariknya, meski dengan sistem hubless, bagian ini tetap enteng ketika bermanuver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, &lt;em&gt;keyless ignition&lt;/em&gt;. Menyalakan mesin pakai kunci starter dengan menggunakan sensor gesek. Ya, semacam kartu yang biasa dijadikan kunci di kamar hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keberanian Budi, pantas kalau karyanya dianugerahkan sebagai The Best Region III. Selamat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4128317770688231861?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4128317770688231861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4128317770688231861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4128317770688231861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4128317770688231861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/09/yamaha-jupiter-mx-135-lc-prototipe-dari.html' title='Yamaha Jupiter MX 135 LC Prototipe dari Medan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SrzAuGnLvbI/AAAAAAAAAkg/nK5lE5dGJ30/s72-c/Yamaha+Jupiter+MX+135+LC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-2062155825940356744</id><published>2009-08-10T17:50:00.001+07:00</published><updated>2009-08-10T17:51:35.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Jepang Impor Motor dari Thailand</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_7oQa4lfI/AAAAAAAAAjA/xGlKH3z65MA/s1600-h/Honda+Jepang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_7oQa4lfI/AAAAAAAAAjA/xGlKH3z65MA/s200/Honda+Jepang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368285949869987314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lonjakan ongkos produksi di Jepang membuat prinsipal otomotif di negara itu mengalihkan produksinya. Salah satunya dilakukan oleh Honda Motor Co (HMC) yang memilih mengimpor produk roda duanya dari salah satu basis produksinya di Thailand.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Negeri Gajah Putih ini dipilih HMC mengingat besarnya kapasitas yang dimiliki, mencapai tiga kali lipat dari Jepang. Merek berlambang huruf ‘H’ ini berencana mulai memasok motor berkapasitas mesin 250 cc mulai tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, untuk motor 250cc hasil produksi dalam negeri dijual hingga 550.000 yen atau sekitar Rp 55 juta per unit. Sementara, untuk produk yang sama, jika diproduksi di Thailand bisa ditekan menjadi 400.000 yen (sekitar Rp 40 juta) per unit. Lumayan jauh kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2008, ekspor motor Honda berkapasitas 16-250cc anjok hingga dua pertiga dari masa puncaknya yang terjadi pada akhir 1980-an. Kondisi ini bahkan memaksa Honda menutup satu dari dua pabriknya di Kumamoto tahun lalu. Selanjutnya, dengan penurunan pasar di Amerika Serikat dan Eropa juga mengakibatkan Honda menutup produksinya di Amerika Utara, Juli ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, penjualan motor di pasar non-tradisional, seperti China, Asia Tenggara, dan Brasil, melonjak dua kali lipat dalam dekade terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honda memproduksi motor berkapasitas 100cc untuk basis produksinya di Thailand. Pabrikan ini berencana memperluas penetrasinya untuk memproduksi motor berkapasitas lebih besar seiring permintaannya yang terus meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-2062155825940356744?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/2062155825940356744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=2062155825940356744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2062155825940356744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2062155825940356744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/08/honda-jepang-impor-motor-dari-thailand.html' title='Honda Jepang Impor Motor dari Thailand'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_7oQa4lfI/AAAAAAAAAjA/xGlKH3z65MA/s72-c/Honda+Jepang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-5099298907872833188</id><published>2009-08-10T17:43:00.001+07:00</published><updated>2009-08-10T17:47:41.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suzuki'/><title type='text'>Suzuki Satria Berwajah Italia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_6wUk0OzI/AAAAAAAAAiw/6wgrddSiPEE/s1600-h/Suzuki+Satria.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_6wUk0OzI/AAAAAAAAAiw/6wgrddSiPEE/s200/Suzuki+Satria.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368284988912712498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sangar! itulah kata yang tepat diberikan pada Suzuki Satria F-150 ini. Bayangkan, Topo Goedhel Atmodjo dari Tauco Custom (TC), begitu berani mengubah bentuk dari bebek menjadi model sport dengan pemakaian bodi part yang minim. "Dengan bodi part yang sedikit pun bisa memperlihatkan kemampuan bermain detail," ujar Topo.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti pemakaian rangka tubular dari pipa besi, misalnya. Biasanya, pada bagian tengah dibiarkan kosong, tapi oleh Topo ditutup pakai pelat segitiga. Bukan pekerjaan mudah lantaran penutupannya harus presisi mengingat setiap bidang mempunyai kontur. Ternyata, Topo melakukannya dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, coba perhatikan ke cover lampu utama. Di sini Topo terinspirasi dari Aprilia Mana. "Hanya bentuk lampu dipilih tirus. Beda sama Mana yang bulat," papar sang builder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa komponen Aprilia juga menempel pada Suzuki. Seperti lengan ayun (swing arm) dan garpu depan model upside down diambil dari Aprilia Diablo. Sampai pelek pun dari motor Italia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide liar Topo diperlihatkan pada desain knalpot. Bentuk diluar kelaziman, yakni persegi enam dan ujungnya supertrap. Jadi menarik, karena dipasang semacam cover di bagian luarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cover itu menguatkan kalau TC sekarang lebih memperhatikan detail di setiap motor konsumennya," sebut Topo. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-5099298907872833188?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/5099298907872833188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=5099298907872833188' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5099298907872833188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5099298907872833188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/08/suzuki-satria-berwajah-italia.html' title='Suzuki Satria Berwajah Italia'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_6wUk0OzI/AAAAAAAAAiw/6wgrddSiPEE/s72-c/Suzuki+Satria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-6385406158037282728</id><published>2009-08-09T17:55:00.000+07:00</published><updated>2009-08-10T17:56:09.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha Jupiter-Z Next-G Mirip Jetski</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_8vM8Xx4I/AAAAAAAAAjY/FNOlH5-WAPk/s1600-h/Yamaha+Jupiter-Z.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_8vM8Xx4I/AAAAAAAAAjY/FNOlH5-WAPk/s200/Yamaha+Jupiter-Z.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368287168707413890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Motor bebek diubah jadi skutik, tetapi bodinya bongsor (besar). Namun, duet Johanes Hanafi dari rumah modifikasi X-16 dan Tomy Gunawan dari Tomy Airbrush yang merombak Yamaha Jupiter-Z ini menamakan karya mereka sebagai Next-G. Bentuknya hampir mirip dengan jetski.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Konsep Next-G terbilang unik. Ada dua pekerjaan besar buat keduanya sebelum Jupiter-Z jadi model Next-G. Menurut Johanes, urusan bodi menjadi tanggung jawabnya, sedangkan mesin digarap Tomy. Intinya, mereka kerja bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Johanes bahwa menggembungkan bodi Jupiter tidak mudah. Breket asli ada yang dipertahankan dan ada pula yang diperkuat, terutama bagian depan dan belakang harus dihitung agar bodi besar skuter bisa masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, konstruksi pegangan bodi depan berubah lantaran dimensi hidung Next-G yang mancung dan lebar. Cara demikian juga diterapkan kala menggarap belakang. Rangka dipapas dan didesain ulang sesuai dimensi panjang dan lebar dari tengah serta belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi menyambung dengan pelat siku supaya beban buntut baru bisa ditahan. Ubahan bodi enggak seberapa kalau mengacu ke Next-G. Yang perlu diperhatikan, sistem transmisi yang digarap Tomy. Ketika mesin dinyalakan, kontan gigi otomatis masuk ke satu. Sayang, ketika ditanyakan kepada kru dari X-16 dan Tomy tak ada yang bisa menerangkan cara mengoperasikan perpindahan gigi Next-G.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-6385406158037282728?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/6385406158037282728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=6385406158037282728' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6385406158037282728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6385406158037282728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/08/yamaha-jupiter-z-next-g-mirip-jetski.html' title='Yamaha Jupiter-Z Next-G Mirip Jetski'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_8vM8Xx4I/AAAAAAAAAjY/FNOlH5-WAPk/s72-c/Yamaha+Jupiter-Z.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4319584183777773472</id><published>2009-08-09T17:48:00.000+07:00</published><updated>2009-08-10T17:50:00.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Kombinasi Warna Bikin Garang Yamaha Vega</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_7MDFjFsI/AAAAAAAAAi4/b38hkPCpXOQ/s1600-h/Yamaha+Vega.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_7MDFjFsI/AAAAAAAAAi4/b38hkPCpXOQ/s200/Yamaha+Vega.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368285465254500034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Modifikasi sederhana (&lt;em&gt;fashion&lt;/em&gt;) pun bisa menghasilkan tampilan yang bagus. Kuncinya, keserasian. Antara tampilan, modifikasi, dan warna harus padu. Contohnya, Yamaha Vega-R dari Jakarta hasil garapan Custom World (CW).&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Johny Lipurnomo, pemilik CW, kembali menyodorkan karyanya setelah sebelum ini juga menggarap Yamaha yang dibentuk model jetski. Nah, dengan Yamaha Vega ini, ia coba mengambil aliran &lt;em&gt;fashion &lt;/em&gt;dengan gaya &lt;em&gt;racing look&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi modifikasi tak ada yang ekstrem. Sesuai dengan yang diutarakannya, konsep modifikasinya simpel, "Gaya &lt;em&gt;fashion&lt;/em&gt;, tapi ada unsur balapnya," ucap Johny yang bermarkas di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disebutkan di atas, soal keserasian, tarik garis vertikal dari depan sampai belakang mengenai sudut-sudut bagian punya irama garis yang sama. Terus, lengan ayun yang menggunakan pipa bulat, seperti pada Ducati Monster, boleh jadi terinspirasi dari motor Italia, dan belum pernah digarap pemodifikasi pada bebek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancang bangun seperti ini sangat menghemat kantong, ketimbang harus pasang &lt;em&gt;swing arm &lt;/em&gt;variasi atau limbah. "Modalnya memang pipa, tapi ukuran dan las-lasannya mesti presisi," beber Johny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma itu, tampilan secara keseluruhan jadi begitu hidup yang didukung kuat permainan warna, kombinasi hitam dop dikombinasi merah yang dominan di bagian lengan ayun plus bagian tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah bila Johny meraih juara pertama kelas &lt;em&gt;fashion &lt;/em&gt;di ajang Yamaha Mofest Modification Contest, Region 2, Bandung, baru-baru ini.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4319584183777773472?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4319584183777773472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4319584183777773472' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4319584183777773472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4319584183777773472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/08/kombinasi-warna-bikin-garang-yamaha.html' title='Kombinasi Warna Bikin Garang Yamaha Vega'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_7MDFjFsI/AAAAAAAAAi4/b38hkPCpXOQ/s72-c/Yamaha+Vega.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-9018644783290370160</id><published>2009-08-08T17:51:00.000+07:00</published><updated>2009-08-10T17:53:10.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Vario Techno dengan Kelebihan Rem Kombinasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_79WRM6wI/AAAAAAAAAjI/nnifYpfG5pg/s1600-h/Honda+Vario+Techno.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_79WRM6wI/AAAAAAAAAjI/nnifYpfG5pg/s200/Honda+Vario+Techno.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368286312217242370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Skutik Vario Techno merupakan andalan terbaru Honda untuk memperkuat &lt;em&gt;line-up&lt;/em&gt; Honda bersaing dengan kompetitor utamanya, yaitu Yamaha, yang mengandalkan Mio. Di segmen ini, Mio telah menjadi generik untuk skuter otomatik di Indonesia.    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kami akui itu. Konsumen kalau mencari skutik Honda menyebutnya, Mio Honda,” cerita Sigit Kumala, Senior General Manager Pemasaran dan Pengembangan Produk dari Astra Honda Motor (AHM) setelah &lt;em&gt;event &lt;/em&gt;peluncuran Varia Techno plus dua skutik Honda lain dengan penampilan yang disegarkan, yaitu Vario Absolut Matic dan Beat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Harga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Penampilan Vario Techno cukup menarik dan lebih dinamis dibandingkan dengan saudara dekatnya, Vario Absolut Matic. Namun, yang masih dikeluhkan wartawan saat peluncuran adalah harganya yang terlampau mahal, Rp 15.500.000.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;Sampai muncul pertanyaan, “Kalau begini tak mungkin Honda mengalahkan Yamaha di segmen skutik.”&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kendati demikian, AHM punya alasan sendiri. “Harga tersebut karena adanya tambahan teknologi terbaru pada Vario ini, yaitu &lt;em&gt;combi brake&lt;/em&gt;,” ujar Julius Aslan, Direktur Pemasaran AHM, dan kemudian diperkuat oleh Presdirnya, Miki Yamamoto.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain penampilan, Vario Techno mengandalkan &lt;em&gt;combi brake&lt;/em&gt;, yaitu teknologi yang memudahkan pengendara mengoperasikan rem dengan kinerja yang lebih baik. Hanya dengan menarik tuas rem belakang (kiri) lebih dalam, maka kedua rem pada roda, depan dan belakang, akan beroperasi secara bersamaan. Kendati demikian, skutik ini tetap dilengkapi dengan rem depan yang dioperasikan oleh tuas berada di sisi kanan. Kedua rem bisa diaktifkan secara bersamaan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah, pada skutik Honda lainnya, baik Vario lama yang sekarang menjadi Vario Absolut Matic dan Beat, &lt;em&gt;combi brake &lt;/em&gt;tidak ada. Perbedaan harga antara Vario Absolut Matic dengan Techno mencapai Rp 650.000.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Penampilan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Untuk mesin, tidak ada perubahan atau perbedaannya dengan Vario Absolut. Bahkan dimensi pun tidak berbeda jauh (lihat tabel spesifikasi). Namun, yang pasti, dari depan, perubahan yang cukup mencolok adalah tameng atau tudung depan plus lampu besar, penempatan lampu sein dan tameng samping depan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti sebelumnya, Vario Techno juga menggunakan dua lampu depan. Namun, modelnya berbeda. Lampu Techno lebih sipit. Honda menyebutnya dengan “&lt;em&gt;dual keen-eyes headlight&lt;/em&gt;”. Lampu sein berada di atas lampu besar. Di atas lampu besar dibentuk tameng dengan bentuk mirip dengan paruh buruh. Desain tameng samping depan juga berbeda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Belakang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Lampu belakang menyatu dengan bodi, desain tajam seperti ekor itik untuk memberi kesan sporty. Lampu menggunakan tutup transparan sehingga bola lampu di dalamnya kelihatan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Panel instrumen atau indikator baru dan dilengkapi dengan indikator lampu sein buat kanan dan kiri. Ukuran lebih besar dan di depan tengah diberi pelindung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Juga ada tambahan pengaman pada kunci kontak, yaitu magnet otomatik yang disebut juga “&lt;em&gt;auto secure key shutter&lt;/em&gt;”. Tutupnya dilengkapi dengan penerangan dari fosfor agar mudah melihatnya di kegelapan.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Spesifikasi Vario Techno vs Absolut&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Vario&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Techno&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Vario&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Absolut Matic&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tipe&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;p align="center"&gt;SOHC, 4-langkah,   berpendingin cairan (air).&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Diameter x langkah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;50 x 55 (mm)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Volume silinder&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;108 cc&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Perbandingan kompresi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;10,7 : 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tenaga maks.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;p align="center"&gt;8.99 PS @8.000   rpm&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Torsi maks.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;p align="center"&gt;0,86 kgf-m @6.500   rpm&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kopling&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;sentrifugal&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kapasitas tangki&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;3,6 liter&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="4" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Dimensi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;p&gt;Panjang x lebar x tinggi  (mm)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;p align="center"&gt;1.904 x 680 x   1.090&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;p align="center"&gt;1.897 x 680 x   1.083&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Jarak sumbu roda            (mm)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;1.273&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Jarak terendah                 (mm)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;133&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;132,5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Berat kosong                    (kg)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;101&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;99,3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; width: 62.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" rowspan="2" valign="top" width="83"&gt;&lt;div&gt;Suspensi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; width: 82.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="111"&gt;&lt;div&gt;Depan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;Teleskopik&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; width: 82.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="111"&gt;&lt;div&gt;Belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;p align="center"&gt;Lengan ayun,   peredam kejut tunggal&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; width: 62.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" rowspan="2" valign="top" width="83"&gt;&lt;div&gt;Rem&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; width: 82.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="111"&gt;&lt;div&gt;Depan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;Cakram, hidraulis&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; width: 82.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="111"&gt;&lt;div style="margin-left: 0.25pt;"&gt;Belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;Teromol&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; width: 62.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" rowspan="2" valign="top" width="83"&gt;&lt;div&gt;Ban&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; width: 82.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="111"&gt;&lt;div&gt;Depan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;80/90-14M/C40P&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; width: 82.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="111"&gt;&lt;div&gt;Belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;90/90-14MC/C46P&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-9018644783290370160?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/9018644783290370160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=9018644783290370160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9018644783290370160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9018644783290370160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/08/honda-vario-techno-dengan-kelebihan-rem.html' title='Honda Vario Techno dengan Kelebihan Rem Kombinasi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_79WRM6wI/AAAAAAAAAjI/nnifYpfG5pg/s72-c/Honda+Vario+Techno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-3272205849446704986</id><published>2009-08-07T17:53:00.000+07:00</published><updated>2009-08-10T17:55:01.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Minerva'/><title type='text'>Minerva Sachs GTR 150, Skutik Berpostur Bebek Sport</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_8dS_zXUI/AAAAAAAAAjQ/GFdO-mBMEm4/s1600-h/Minerva+Sachs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_8dS_zXUI/AAAAAAAAAjQ/GFdO-mBMEm4/s200/Minerva+Sachs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368286861094772034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pangsa pasar sepeda motor Indonesia yang sangat besar membuat berbagai pelaku bisnis ingin memasuki arena ini. Salah satunya adalah Minerva Sachs yang dirakit dan dipasarkan oleh PT Minerva Motor Indonesia (MMI).    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun lalu, perusahaan ini telah memasarkan Minerva Sachs Mad Ass 125 dan Sachs 250. Jumat (19/6) malam, MMI menambah satu lagi produknya, yaitu Minerva Sachs GTR150. Produk baru ini sekilas mirip bebek atau &lt;em&gt;underbone sport&lt;/em&gt;. Namun, MMI mengklaimnya sebagai skuter otomatik (skutik) sport.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“GTR150 adalah terobosan, skuter sport matik pertama yang dibuat Minerva Sachs. Juga yang pertama di Indonesia,” klaim Kristianto Gunadi, Presiden Direktur MMI, baik pada pidato, maupun rilis yang diberikan kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Bebek Sport&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Dari postur, Minerva Sachs ini berbeda jauh dengan skuter yang ada saat ini. Tidak ada ruang kosong di depan pengendara atau dek rendah buat kedua kaki pengendara. Selain itu, bagian bawahnya dilengkapi pula dengan tameng samping. Rangka dari pipa dibiarkan telanjang, plus tangki bahan bakar di dalamnya.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gaya mengendara sama dengan motor bebek atau sport. Pasalnya, kaki pengendara ada di samping dan menggunakan penyangga kaki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan lainnya adalah kapasitas tangki bensin yang dapat menyimpan 8,7 liter. Bandingkan dengan skutik yang ada saat ini, yang cuma bisa diisi 3,5 liter bensin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lainnya, bila skuter menggunakan roda berdiameter lebih kecil, Minerva ini punya ukuran yang sama dengan bebek, yaitu 17 (depan) dan 16 (belakang). Ukuran bannya juga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;besar, yaitu 17-110/70 di depan dan 16-100/70 di belakang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagian belakang, yaitu sepatbor bergaya sport, model “nungging”. Begitu juga dengan jok. Namun, untuk boncengan, dipastikan kurang nyaman karena posisinya yang lebih tinggi dari pengendara yang berada di depannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan kombinasi komponen tersebut, sosok Minerva Sachs ini benar-benar kokoh, besar, dan tampil lebih &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt; dan dinamis. Identitas skuter justru hilang. Harga yang ditawarkan juga tak berbeda jauh dibandingkan bebek sport Jepang, Rp 17,6 juta (&lt;em&gt;on the road&lt;/em&gt;) untuk Jakarta dan sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan menampilkan produk seperti ini, Minerva membidik segmen khusus, terutama anak muda yang senang tancap gas, tetapi tidak mau repot gonta-ganti gigi. “Kita tidak mau bermain di segmen yang sama dengan produk yang sudah ada, terutama Jepang. Kita menawarkan sesuatu yang berbeda,” ungkap sumber resmi Minerva tentang segmen konsumsi yang dibidik untuk GTR 150 ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;CVT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Kalau pun ada bagian yang bisa disamakan dengan skutik, hanya pada sistem transmisi. Untuk ini, GTR 150 ini menggunakan CVT (&lt;em&gt;continuously variable transmission&lt;/em&gt;) yang memindahkan tenaga dari mesin ke roda. Mesin berpendingin air, berkapasitas 152 cc berada agak ke depan, sejajar dengan &lt;em&gt;footstep&lt;/em&gt; samping.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang wartawan otomotif yang sempat mencoba dan melongok pabriknya, di Celeungsi, Jonggol, menceritakan, tenaga mesin cukup. Namun, pada putaran rendah agak payah. Sementara itu, data yang diberikan kepada wartawan kurang lengkap, tak dicantumkan bobot totalnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ini baru &lt;em&gt;soft-launch&lt;/em&gt;. Nanti September baru diluncurkan secara resmi,” ujar sumber resmi Minerva. Kendati demikian, peluncuran yang dilakukan seminggu setelah Jakarta Fair berjalan tersebut sudah memasang target penjualan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Target, 1.000 unit per bulan atau 12.000 setahun. Khusus selama Pekan Raya Jakarta, kami yakin bisa menjual 500 unit,” ungkap Kristianto Goenadi pada rilisnya. Dengan produk baru ini, MMI bisa menjual 84.000 unit kendaraan roda di Indonesia atau naik sampai 16 persen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Spesifikasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td colspan="2" style="border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tipe&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;p&gt;4-langkah, satu   silinder&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Pendingin&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Air&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kapasitas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;152 cc&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tenaga maks&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;12 PS&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Sistem pasokan bahan bakar&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Karburator&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Transmisi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;CVT&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Rem: depan &amp;amp; belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Cakram&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kecepatan tertinggi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;124,6 kpj&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kapasitas tangki&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;8,7 liter&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Konsumsi bahan bakar&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;35 km/liter&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Informasi lain GTR150:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dirakit di Indonesia dengan komponen didatangkan dari Minerva Sachs Thailand dan Taiwan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat ini kandungan lokal 15 persen dan nantinya akan ditingkatkan 40 persen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dirancang oleh Acerbis, Italia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Emisi gas buang Euro-3.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spidometer digital. Namun, takometer tampil bergaya analog (jarum) dengan dasar putih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lampu depan tipe proyeksi, dipasang pada tameng depan, terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penempatan lampu depan disatukan dengan sein depan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lampu rem belakang tipe LED.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tutup tangki berada di depan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-3272205849446704986?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/3272205849446704986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=3272205849446704986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3272205849446704986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3272205849446704986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/08/minerva-sachs-gtr-150-skutik-berpostur.html' title='Minerva Sachs GTR 150, Skutik Berpostur Bebek Sport'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_8dS_zXUI/AAAAAAAAAjQ/GFdO-mBMEm4/s72-c/Minerva+Sachs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-8586727984202553693</id><published>2009-08-06T17:57:00.000+07:00</published><updated>2009-08-10T17:58:08.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Edan Tenan! Yamaha Mio Jadi Motor Sport Klasik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_9NdkL0oI/AAAAAAAAAjg/5EVkVdN1pQE/s1600-h/Yamaha+Mio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_9NdkL0oI/AAAAAAAAAjg/5EVkVdN1pQE/s200/Yamaha+Mio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368287688565445250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Edan tenan! Modifikasi ini top banget, deh. Bayangkan, Ressa Wintananda, SE, mengubah Yamaha Mio 2005 miliknya menjadi model sport. Bergaya klasik pula. Reza, begitu dirinya sering disapa, memang ingin lepas dari aliran gaya &lt;em&gt;low rider&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;hot rod&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;drag style&lt;/em&gt; yang lagi digandrungi para &lt;em&gt;builder&lt;/em&gt; skutik.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuannya, ia lebih suka yang klasik. Keputusan permak motor pun bukan karerna ia niat ingin ikut kontes. "Motor ini aku pakai buat keliling beli onderdil," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati dipakai buat harian, ia bisa dibilang kreatif dan karyanya ini inovatif, bahkan bisa dibilang ekstrem karena dari Yamaha Mio, hanya mesin yang dipakai. Sudah begitu, posisi mesin skutik yang di belakang pindah lokasi menjadi di tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya lagi, sistem suspensi depannya &lt;em&gt;telelever&lt;/em&gt;. Model tunggal seperti lawas dengan posisi di tengah atas, tepatnya di bawah setang. Kemudian, roda depan dipegang satu &lt;em&gt;arm &lt;/em&gt;mengikuti yang belakang. Termasuk desain &lt;em&gt;sokbreker &lt;/em&gt;belakang juga tunggal yang terletak antara tangki dan sadel depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Velg &lt;em&gt;custom &lt;/em&gt;ukuran 14 inci dibalut ban Swallow ukuran 160/70. Menurut Reza, rangka dibikin dari nol dengan menyesuaikan dimensi mesin dan CVT. "Rangka aku sesuaikan kekuatannya, meski diamaternya kecil. Tapi, kualitas las-lasannya mesti bagus agar kuat," ungkap Reza dari rumah modifikasi roda empat KMS, Kaliurang, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun dibangun bukan untuk ikut kontes, nyatanya ketika ditampilkan di ajang Yamaha Mofest Modification Contest 2, region 1 di Kota Gudeg, Reza menyabet piala sebagai pemenang II kelas Non Moped X-Treme. Selamat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-8586727984202553693?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/8586727984202553693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=8586727984202553693' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8586727984202553693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8586727984202553693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/08/edan-tenan-yamaha-mio-jadi-motor-sport.html' title='Edan Tenan! Yamaha Mio Jadi Motor Sport Klasik'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_9NdkL0oI/AAAAAAAAAjg/5EVkVdN1pQE/s72-c/Yamaha+Mio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4162006065484182223</id><published>2009-08-06T17:56:00.000+07:00</published><updated>2009-08-10T17:57:17.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Vario Techno Versi Modif dengan Permainan Warna</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan target kaum muda, Vario Techno yang baru saja diluncurkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM), contoh versi modifikasinya sudah dihadirkan. Aksesori “&lt;em&gt;full-colour&lt;/em&gt;” untuk modifikasi ini pun telah disiapkan.    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang cukup menarik, contoh modifikasi yang dihadirkan difokuskan pada permainan warna. Ada beberapa warna digunakan pada satu skuter ini, merah, putih, biru, hijau dan hitam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Permainan warna cerah, seperti merah, putih, dan biru tidak hanya pada bodi. Juga pada tutup kipas mesin, penahan panas knalpot, roda, dan kaca spion. Modifikasi ini sendiri termasuk sederhana karena tidak ada permainan &lt;em&gt;airbrush&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, bagi mereka yang sudah jatuh cinta pada Vario Techno ini, dan berniat membelinya, ingin tampil beda dan gaul, bisa mengambil inspirasi dari modifikasi permainan warna dari AHM ini. Namun kalau mau cepat, tentu saja bisa membeli aksesorinya langsung di dealer Honda.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4162006065484182223?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4162006065484182223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4162006065484182223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4162006065484182223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4162006065484182223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/08/vario-techno-versi-modif-dengan.html' title='Vario Techno Versi Modif dengan Permainan Warna'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-625064703695041906</id><published>2009-08-05T17:58:00.000+07:00</published><updated>2009-08-10T17:59:17.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Gagah Juga Honda GL Pro Diubah Jadi Trail</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_9evSbhhI/AAAAAAAAAjo/GgMoS0IvUGQ/s1600-h/Honda+GL+Pro.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_9evSbhhI/AAAAAAAAAjo/GgMoS0IvUGQ/s200/Honda+GL+Pro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368287985380591122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Susah memang kalau sudah jadi &lt;em&gt;trail-mania&lt;/em&gt;. Makanya, kala bengkel modifikasi Gandul 2Wheel Custom (G2WC) menyodorkan desain Aprilia SMV 750, Helmy Hermansyah kontan setuju Honda GL Pro Neo Tech miliknya diubah seperti itu. Sebelumnya, warga yang tinggal di kompleks Marinir Rangkapan Jaya Baru, Depok, ini sudah punya Suzuki TS125 yang dirombak jadi &lt;em&gt;trail&lt;/em&gt; RM125.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Wardoyo dari G2WC mengaku diberi kebebasan merombak motor jadi &lt;em&gt;supermoto &lt;/em&gt;dan pilihan yang pas SMV 750. Meski konsep yang diaplikasi tidak mirip sekali, ia berupaya mendekati kesamaan. Hal itu seperti tampak pada bagian rangka tengah yang dibentuk dari pipa &lt;em&gt;seamless&lt;/em&gt; ukuran 1/2 inci yang dibuat menyilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sasis tengah mengapit tangki sekaligus bodi tengah yang dibuat dari pelat," ujar Wardoyo. Menurutnya, rangka pipa ini juga dibuat untuk menopang bodi belakang (terbuat dari pelat yang menyatu dengan sepatbor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk suspensi, bagian itu tentu mengikuti tren global dengan menggunakan sistem &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt;. Hanya, Wardoyo tidak mengikuti model SMV 750 yang ada di bagian kanan rangka. Di sini, ia menempatkannya persis di tengah biar nyaman lantaran dipakai harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kaki-kaki, Wardoyo sedikit harus kerja keras lantaran pemilik masih ingin pakai &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; bawaan standar untuk yang depan. Solusinya, ditambah adaptor besi agar tampilan tambah tinggi. Lalu, bagian tengahnya dikasih karet &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; Suzuki TS agar lebih berisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu lengan ayun, minimal lebih tebal dari aslinya. Caranya, yang asli diberi kondom yang menggunakan pelat. Pada bagian tengah diberi lekukan agar mirip dengan &lt;em&gt;arm &lt;/em&gt;Aprilia. Hasilnya, meski tanpa komponen limbah, tampilannya boleh juga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-625064703695041906?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/625064703695041906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=625064703695041906' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/625064703695041906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/625064703695041906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/08/gagah-juga-honda-gl-pro-diubah-jadi.html' title='Gagah Juga Honda GL Pro Diubah Jadi Trail'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sn_9evSbhhI/AAAAAAAAAjo/GgMoS0IvUGQ/s72-c/Honda+GL+Pro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4699360506055561749</id><published>2009-07-09T14:00:00.001+07:00</published><updated>2009-07-09T14:01:40.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Tiger Gundala Putra Petir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWVx7efWoI/AAAAAAAAAiE/4YmUKGOtU6Y/s1600-h/Honda+Tiger+Gundala.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWVx7efWoI/AAAAAAAAAiE/4YmUKGOtU6Y/s200/Honda+Tiger+Gundala.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356352016838777474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada tiga hal yang menarik dari modifikasi pada Honda Tiger milik Kristiawan asal Cilacap, Jateng. Pertama, tampilan bergaya &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt; yang kekar. Kedua, bagian tertentu di bodi dipenuhi halilintar bagai petanda hendak hujan. Dan ketiga, jika hujan justru pengendaranya enggak berani jalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ripto dari Ripto's Modification ketika mengubah bentuk motor 'lawas' (1997) menjadi &lt;em&gt;streetfighter &lt;/em&gt;kental dengan gaya West Jateng Style (WJS). WJS begitu mononjol dengan desain yang mengembang di sekitar bagian tengah dan bawah. Macam ciri Bulldog yang berbadan besar di depan dengan buntut kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristiawan suka sama model WJS lantaran desain runcing dan lancip punya kesan detail dan tegas. Nyambung keinginan pemilik, Ripto coba berkreasi dengan memberi sudut kontras, seperti tangki dibikin tegas. Supaya selaras sama &lt;em&gt;shroud&lt;/em&gt; tangki yang rada panjang, maka Ripto mengikuti gaya Benelli yang punya dada besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan model WJS, gaya Bulldog seperti ini akan menambah beban &lt;em&gt;center gravity&lt;/em&gt; lebih kuat di depan. Sehingga &lt;em&gt;handling&lt;/em&gt; lebih enak saat digeber.Titik berat yang lebih ke depan juga bikin &lt;em&gt;handling&lt;/em&gt; kian mantap kala bermanuver hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain jok tunggal yang terpisah dengan sepatbor semakin menguatkan kesan &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt;. Hanya, jadi repot kala disiram hujan. Desain sepatbor yang secuil menutupi ban akan menyiprati bagian belakang pengendara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreasi lain, bisa dilirik bentuk knalpot. Pendek dan nongol di kolong, sangat kompak dengan bentuk dan kehalusan bodi. Meski, secara fungsi tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, dalam mewarnai motif di bodi. Kristiawan terinspirasi dengan komik Gundala Putra Petir yang sangat kuat rona hitam kombinasi silver plus motif halilintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kaki-kaki, Wawan—sapaan karib Krisstiawan—pilih X-K Bike Design, Purwokerto. Rumah produksi ini mahir soal konstruksi kaki, terutama bergaya &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt;. "Kaki depan dijelali sokbreker Honda CBX lawas tipe teleskopik," papar Agus DJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar sesuai pemilihan kaki-kaki, untuk lengan ayun &lt;em&gt;(swing arm)&lt;/em&gt; dipasang dari limbah Suzuki GSX750 yang punya tongkrongan besar dan kokoh. "Supaya sinergis dengan bentuk depan, di samping itu bagian belakang jadi tampak mantap," lanjut Agus DJ.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4699360506055561749?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4699360506055561749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4699360506055561749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4699360506055561749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4699360506055561749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/07/honda-tiger-gundala-putra-petir.html' title='Honda Tiger Gundala Putra Petir'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWVx7efWoI/AAAAAAAAAiE/4YmUKGOtU6Y/s72-c/Honda+Tiger+Gundala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-342920662376916565</id><published>2009-07-08T13:58:00.001+07:00</published><updated>2009-07-09T13:59:50.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasaki'/><title type='text'>ZX600 dan Ninja 250R Menyatu Dalam Bodi Honda Tiger</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWVW6z92EI/AAAAAAAAAh8/4HIFNuncnug/s1600-h/ZX600+-+Ninja+250R.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWVW6z92EI/AAAAAAAAAh8/4HIFNuncnug/s200/ZX600+-+Ninja+250R.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356351552803952706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti apa jadinya jika Honda Tiger dimodifikasi perpaduan Kawasaki ZX600 dengan Ninja 250R? Ya, seperti yang terlihat ini. Hasil karya sempurna dari Atang 'Bodong' Setiawan, selain mengawinkan dua model berbeda, juga sukses menyesuaikan dimensi bodi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bolt-on &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Sebagai pemilik rumah produksi bodi &lt;em&gt;fiberglass&lt;/em&gt; di Karawang, Jawa Barat, sudah bisa ditebak, bahan apa yang digunakan dalam perubahan sekujur badan Tiger 2004 itu. Jadi, enggak perlu dipertegas soal material, kecuali konsepnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Konsepnya&lt;em&gt; bolt-on&lt;/em&gt; karena nantinya bodi ini tetap bisa dipakai orang lain kalau ada yang pesan," ungkap Bodong. Ini termasuk penggunaan &lt;em&gt;uni-track &lt;/em&gt;dan lengan ayun. Kedua komponen itu enggak diambil dari limbah, tetapi produk variasi. Dengan begitu, kata Bodong, ketika mau balik ke standar jadi gampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai pengalaman, Bodong tidak mau memaksakan ubahan bodi model zaman dulu, yaitu &lt;em&gt;fairing full&lt;/em&gt; set dengan kondom tangki yang dicetak sesuai ukuran moge sehingga ketika dipasang ke Tiger hasilnya jadi kedodoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, karya Bodong kompak sekali. Tak ada tekukan bodi berlebihan. Garis desain&lt;em&gt; fairing&lt;/em&gt; dan buntut sangat sesuai dengan sasis standarnya yang memang sport kecil. Meski sebagai pendatang baru di soal pembuatan bodi dengan &lt;em&gt;fiberglass&lt;/em&gt;, namun ini merupakan inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang berminat mengubah tampilan Honda Tiger seperti di gambar ini, gampang sekali pemasangannya. Sebab, untuk &lt;em&gt;fairing &lt;/em&gt;dan buntut baru, itu masih memanfaatkan braket lama. Nah, soal harga, tinggal merogoh kocek sekitar Rp 2,5 juta, sudah bisa mendapat ubahan bodi berikut braketnya.&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-342920662376916565?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/342920662376916565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=342920662376916565' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/342920662376916565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/342920662376916565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/07/zx600-dan-ninja-250r-menyatu-dalam-bodi.html' title='ZX600 dan Ninja 250R Menyatu Dalam Bodi Honda Tiger'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWVW6z92EI/AAAAAAAAAh8/4HIFNuncnug/s72-c/ZX600+-+Ninja+250R.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-2682368781633547542</id><published>2009-07-07T13:56:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T13:58:04.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Wuih! Honda Tiger dengan Monoshock di Samping</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWU8DbuHlI/AAAAAAAAAh0/myHt4gL_Sx8/s1600-h/Honda+Tiger.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWU8DbuHlI/AAAAAAAAAh0/myHt4gL_Sx8/s200/Honda+Tiger.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356351091261709906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nih, satu lagi terobosan modifikasi. Masih di soal sokbreker. Bila dari Pontianak seperti yang ditampilkan pertengahan Juni lalu, peranti itu ditempatkan di bawah mesin, yang satu ini &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt; dengan posisi di samping. &lt;em&gt;Builder&lt;/em&gt;-nya adalah Abdul Aziz dari A1 Modified yang bermarkas di Magetan, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam memodifikasi Honda Tiger Revo 2008, Abdul mengaku terinspirasi Aprilia Shiver 750. Makanya, hasilnya diupayakan semirip mungkin, termasuk penempatan suspensi &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt; ke samping. "Harus diperhatikan kekuatannya, baik &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; maupun rangkanya," papar Abdul yang takut kreasinya patah dua bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, untuk pegangan &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; yang bawah ke &lt;em&gt;swing-arm&lt;/em&gt; diperkuat dengan pelat tebal lebih dari 1 mm. Bentuknya, pelat kotak. Adapun, kata Abdul, yang di atas ke rangka. Kalau mengandalkan rangka standar bisa-bisa bengkok. Karena itu, lanjutnya, bagian itu harus ada penguat. "Ada semacam pipa tubular dari tengah sampai depan. Itu bukan hanya buat tampilan, tapi benar-benar berfungsi," beber Abdul yang memakai pipa berdiamater 1 inci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk &lt;em&gt;shock-&lt;/em&gt;nya diambil dari limbah moge Suzuki GSX750, sementara yang depan, model &lt;em&gt;upside-down &lt;/em&gt;murni karya A1 Modified. Hanya as bawah yang pakai punya Tiger. Selebihnya, tabung, batang, hingga segitiga buatan tangan. Akan lebih rapi jika jalur selang tertata rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; depan yang bikinan sendiri, seluruh bodi boleh dibilang &lt;em&gt;full custom &lt;/em&gt;dengan mengandalkan bahan pelat 0,9 mm. Boleh percaya boleh tidak, pelat yang digunakan Abdul dari limbah kaleng tiner&lt;em&gt; &lt;/em&gt;cat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sempurna hasil tangan terampil Abdul seandainya selang di depan ditata lebih rapi. Bagaimanapun, keberanian Abdul bermain di suspensi menjadi teroboson tersendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-2682368781633547542?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/2682368781633547542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=2682368781633547542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2682368781633547542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2682368781633547542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/07/wuih-honda-tiger-dengan-monoshock-di.html' title='Wuih! Honda Tiger dengan Monoshock di Samping'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWU8DbuHlI/AAAAAAAAAh0/myHt4gL_Sx8/s72-c/Honda+Tiger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1886822114691506321</id><published>2009-07-06T13:54:00.001+07:00</published><updated>2009-07-09T13:55:36.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Monster dari Magetan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWUXmeCniI/AAAAAAAAAhs/FtHTwx6qZ_0/s1600-h/Honda+Monster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWUXmeCniI/AAAAAAAAAhs/FtHTwx6qZ_0/s200/Honda+Monster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356350465011523106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau saja logo sayap mengepak di tangki dan tulisan Honda enggak ada, Anda pasti menebaknya Ducati karena ciri kental dari motor Italia ini terletak pada "tulang" yang membentang dari bawah tangki sampai jok berwarna oranye tua. Tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Abdul Aziz, sang modifikator dari A1 Modified dari Magetan, Jawa Tengah, mengaku mencontoh Ducati Monster 696. Itu tergambar dari tangki dan kerangka tubular. Meski menggunakan pipa teralis berdiameter 1 inci dan lagi pula tidak berfungsi sebagaimana aslinya di Ducati. Namun, Abdul membuatnya semirip mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali pipa dari bagian tengah ke belakang bukan sekadar pemanis, tetapi punya tugas sebagai penguat bodi, sedangkan kerangka depan masih bawaan standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi Monster terus menjalar ke buritan yang menutupi ujung jok sehingga membuat tampilan menjadi &lt;em&gt;single seater. &lt;/em&gt;Sayangnya, &lt;em&gt;finishing&lt;/em&gt;-nya sedikit kurang rapi karena masih ada celah antara jok dan buritan yang terbuat dari bahan fiber itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan &lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; mesin yang terpaksa harus ditutup karena dapur pacunya sangat kecil. Rancangannya yang kaku, timbul kesan berat di bawah. Kendati begitu, ada terobosan dari Abdul Aziz untuk sistem saluran buang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan desain knalpotnya. Kaki pengendara bisa tersengat panas, justru sudah dieliminasi dengan bahan aluminium yang berasal dari komponen mesin foto kopi. "Di dalam mesin itu kan ada tabung &lt;em&gt;roll&lt;/em&gt; dari aluminium dan ternyata bagus dijadikan knalpot lantaran tahan panas," bangga Abdul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, sekalipun sudah menempuh perjalanan jauh, knlapot masih bisa dipegang, meski diakuinya agak hangat. Terus, pada bagian depan dikasih radiator-radiatoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk model lampu depan, Abdul terinspirasi sama Yamaha MT. Lampu diambil dari Honda Revo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya! Ada yang kelupaan. Setelah cerita panjang lebar, apa basis motor ini?&lt;br /&gt;Jawabannya, Honda GL Pro 1995.&lt;em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1886822114691506321?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1886822114691506321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1886822114691506321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1886822114691506321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1886822114691506321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/07/honda-monster-dari-magetan.html' title='Honda Monster dari Magetan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWUXmeCniI/AAAAAAAAAhs/FtHTwx6qZ_0/s72-c/Honda+Monster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-2717130437773209114</id><published>2009-07-05T13:48:00.002+07:00</published><updated>2009-07-09T13:54:10.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha Scorpio dengan Lengan Ayun dan Shock Unik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWThNQfEKI/AAAAAAAAAhk/pZo5TtMGHdE/s1600-h/Yamaha+Scorpio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWThNQfEKI/AAAAAAAAAhk/pZo5TtMGHdE/s200/Yamaha+Scorpio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356349530530844834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Coba kamu perhatikan betul-betul Yamaha Scorpio dari Pontianak ini. Kalau tampilan, jelas berubah total, plus dipadu dengan motif kelir bunga api. Namun, justru bukan itu yang menjadi kelebihan dari produk Jepang produksi 2004 ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa keistimewaan dari modifikasi yang dilakukan oleh Agus Salim. Bahkan, dua di antaranya tercatat sebagai 'terobosan' dari keberanian sang &lt;em&gt;builder&lt;/em&gt;. Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sokbreker &lt;/em&gt;unik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lirik &lt;em&gt;deh,&lt;/em&gt; lengan ayunnya. Agus sengaja menyematkan limbah Honda VFR800, pertimbangannya agar tampilan menjadi ekstrem. "Apalagi velg VFR sangat lebar," katanya, dan &lt;em&gt;pro-arm&lt;/em&gt; tunggal ini tercatat berdimensi terbesar hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyesuaian, mau tak mau velg belakang dipasang yang ukuran 6 inci, sedangkan depan 3,5 inci. Dengan begitu, tampilannya terlihat sangat menyolok, apalagi pada velg palang di belakang diberi kelir merah. "Biar orang makin &lt;em&gt;ngeh &lt;/em&gt;dengan adanya barang langka ini," bangga Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Agus mengakui, saat pemasangan tidak semudah membalik telapak tangan, karena lebar &lt;em&gt;arm&lt;/em&gt; yang 29 cm sudah melebihi ruang standar, solusinya, bagian rangka dibuat lebih &lt;em&gt;ngangkang&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa keunikan keduanya? Pindah tatapan Anda dari &lt;em&gt;pro-arm &lt;/em&gt;ke &lt;em&gt;sokbreker&lt;/em&gt;. Dengan konsep &lt;em&gt;monosok&lt;/em&gt;, umumnya bagian itu ditempatkan di depan roda belakang. Persisnya, di atas bagian belakang mesin dengan posisi, kalau tidak berdiri, ya vertikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di sini Agus memperlihatkan keberaniannya melakukan terobosan. Posisi &lt;em&gt;sokbreker&lt;/em&gt; 'tidur' dan berada di bawah mesin. Nongol lagi dari pipa knalpot. Agus menggunakan punya Yamaha R1. "Hanya sekadar eksperimen. Yang pasti bikin penasaran orang," ujar Agus yang semula ingin memakai milik Honda VFR untuk peredam kejutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukseskah? Ternyata, ketika dibawa jalan, pegangan bagian depan (atas) patah lantaran beban kerja terlalu berat. "Untuk menahan kerjanya, breket depan harus menggunakan pipa padat," sebut Agus. Sebelumnya pakai pipa kosong dan dengan pipa padat ukuran 3/4 inci jadi kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan kaki-kaki, untuk depan—komplet berikut segitiga dan setang—dicabut dari Suzuki Hayabusa 1.300 cc. Bentuk setang sangat &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt;, yang menjadi pertimbangan Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mesin, tidak ada ubahan radikal. Pemasangan &lt;em&gt;oilcooler &lt;/em&gt;dari Yamaha XJR karena tuntuan &lt;em&gt;fashion&lt;/em&gt;. Begitu juga pemilihan karburator PWK38 dari KTM400, "Buat tampilan saja," tutup Agus. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-2717130437773209114?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/2717130437773209114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=2717130437773209114' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2717130437773209114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2717130437773209114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/07/yamaha-scorpio-dengan-lengan-ayun-dan.html' title='Yamaha Scorpio dengan Lengan Ayun dan Shock Unik'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWThNQfEKI/AAAAAAAAAhk/pZo5TtMGHdE/s72-c/Yamaha+Scorpio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-2355133209888081137</id><published>2009-07-04T13:44:00.002+07:00</published><updated>2009-07-09T13:48:01.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVS'/><title type='text'>Fitur-fitur Menarik TVS RockZ 125</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWSYl87pRI/AAAAAAAAAhc/jqt3nHCvbKI/s1600-h/TVS+RockZ+125+a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWSYl87pRI/AAAAAAAAAhc/jqt3nHCvbKI/s200/TVS+RockZ+125+a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356348283029267730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai pendatang baru, TVS cukup jeli mengoda hati konsumen motor Indonesia.  Caranya, menawarkan fitur-fitur yang belum pernah diaplikasi pada motor bebek standar pabrik. Salah satunya adalah IMS  (&lt;em&gt;intergrated music system&lt;/em&gt;).    Hebatnya lagi, menurut Ravi Kharul, Wakil Presiden R&amp;amp;D TVS, fitur ini hanya pasang pada TVS RockZ yang dipasarkan di  Indonesia. “Di India tidak ada. Selera orang Indonesia cukup unik,” jelasnya. Ketiga ditanyakan, IMS bisa membahayakan pengendara, Ravi hanya tersenyum. “Asalnya jangan terlena saja!” balasnya.  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya, IMS ini diuji dari  pengaruh lingkungan dan cuaca . Misalnya, air karena motor kehujanan,  debu dan pengaruhi terhadap jalan tidak rata. Pengujian tersebut dilakukan di laboratorium TVS India.   Juga kemungkinan air atau debu masuk ke dalam slot USB, RCA dan charger yang diberi penutup.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Flash Disk&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. IMS pada TVS RockZ tidak dilengkapi dengan memori untuk menyimpan data atau file lagu dalam format MP3. Sebagai penggantinya, cukup dengan menggunakan USB flash disk . Nah, file lagu-lagu pada flash disk inilah nanti yang bisa dimainkan atau payback.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengontrol atau memilih  musik atau radio, termasuk pengaturan volume, mencari lagu, disediakan tombol di tengah. Posisinya cukup mudah dicapai. Masalah yang cukup mengganggu, pemilik RockZ tentu saja tidak bisa memasang bagasi di bagian ini atau menaruh barang di atasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cara terbaik mendengarkan musik atau radio, tentu saja dengan menggunakan earphone yang langsung dimasukkan ke lubuang telingga. Bila tidak, tentu saja akan mengganggu ketika helm dipasang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Pengaman Ganda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Cukup kreatif. Pertama, dilengkapi dengan tombol yang berada di bawah jok. Pastinya, tidak mudah bagi maling untuk menghidupkan mesin. “Butuh waktu bagi atau proses mengidupkan motor jadi lebih lama,” jelas Benny Widyatmoko, GM TVS Indonesia.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengaman kedua adalah kunci stand tengah. Dengan kunci aktif, stand tengah tidak bisa melipat. Kondisi ini tentu saja akan menyusahkan bagi maling karena roda belakang tidak menyentuh permukaan jalan. Dipastikan pula, juru  parkir tidak bisa mengeser  motor ini dengan mudah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Lampu LED Boks&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Tak kalah kreatif, pada bok, dilengkapi lampu LED yang memberi penerangan. Lampu ini akan hidup secara otomatik bila sadel diangkat.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fitur lain adalah &lt;em&gt;iRide, iEcono, iStart&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;iCharge&lt;/em&gt;r. &lt;em&gt;iRide&lt;/em&gt;, kopling ganda untuk mempercepat kemampuan motor ini melakukan sprint.  &lt;em&gt;iEcono&lt;/em&gt;, indikator yang memberi tahu pengendara, RockZ-nya melaju dengan pemakaian bahan bakar yang irit. &lt;em&gt;iStart&lt;/em&gt;, memberi tahu pengendara, motornya sudah bisa dijalankan dan tak perlu lagi dipanaskan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Peredam Kejut Gas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Kendati masih menggunakan peredam kejut ganda di belakang, keduanya dilengkapi dengan kanister gas nitrogen dengan peredaman yang lebih nyaman. Padahal, kalau dibeli terpisah, harganya cukup mahal.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fitur lain yang  juga dibanggakan TVS adalah knalpot dengan penampang berbentuk delta. Menurut TVS, RockZ adalah bebek pertama yang menggunakan knalpot model ini di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;. &lt;/strong&gt;Kendati  hanya sempat mencoba RockZ mengelilingi pabrik TVS dua kali, kesan yang diperoleh: s:uara mesin halus dan gesit diajak bermanuver. Postur, bila dilihat dari sadel, tampak kekar, tetap dari depan atau belakang, tampak ramping.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat digenjot, RockZ cukup bertenaga dan agresif pada setiap  gigi. Pengoperasian tombol-tombol mudah dan mulus. Di samping itu, indikator pada panel instrumen mudah dibaca.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cukup menarik, indikator posisi  gigi berbentuk bulat dengan”&lt;strong&gt;N&lt;/strong&gt;” atau netral di tengahnya. Sedangkan indikator bensin dan odometer ditayangkan dalam bentuk digital. Semua itu  memberi kesan, RockZ  adalah bebek sporty dan modern.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kendati begitu, kualitas pengelasan beberapa komponen  masih harus ditingkatkan! Dengan demikian, seperti yang dikemukakan  K. Vijaya Kumar, Direktur Penjualan dan Pemasaran TVS di Indonesia, “Saat ini, kami mengutamakan kualitas produk dan bukan mengejar pangsa pasar,” bisa dibuktikan!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Spesifikasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="3" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tipe&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;4-langkah, SOHC, 1-silinder&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Pendingin&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Udara&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kapasitas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;124,5 cc&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Diameter x langkah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;57 x 48,8 mm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Perbandingan kompresi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;9,3: 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tenaga maks.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;9,8 PS @7.500 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Torsi maks.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;9,8Nm @5.500 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Sistem pasokan bbm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;karburator&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Sistem starter&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Elektrik dan kaki&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Pengapian&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Digital CDI&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Sistem kelistrikan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;12V, AC, magneto&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Batere&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;12V/4Ah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Lampu depan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Halgogen 30/30&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(218, 238, 243) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="3" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Pemindah tenaga&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(218, 238, 243) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kopling&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(218, 238, 243) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Ganda, basah, sentrifugal&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(218, 238, 243) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Transmisi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(218, 238, 243) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;4 percepatan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="3" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Sasis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; width: 62.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" rowspan="2" valign="top" width="84"&gt;&lt;div&gt;Suspensi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; width: 54.05pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div&gt;Depan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Teleskopik, monotube, gas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; width: 54.05pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div&gt;Belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;MIG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; width: 62.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" rowspan="2" valign="top" width="84"&gt;&lt;div&gt;Rem&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; width: 54.05pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div&gt;Depan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Cakram, piston ganda&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; width: 54.05pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div&gt;Belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Teromol&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; width: 62.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="84"&gt;&lt;div&gt;Ban &amp;amp; pelek:&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; width: 54.05pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div&gt;Depan&lt;/div&gt;   &lt;div&gt;Belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;2,5 x 17&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kapasitas tangki bensin&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;4 liter&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="3" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Dimensi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Panjang x lebar x tinggi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;1.940 x 1.078 x 665 mm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Jarak sumbu roda&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;1.260 mm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-2355133209888081137?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/2355133209888081137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=2355133209888081137' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2355133209888081137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2355133209888081137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/07/fitur-fitur-menarik-tvs-rockz-125.html' title='Fitur-fitur Menarik TVS RockZ 125'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWSYl87pRI/AAAAAAAAAhc/jqt3nHCvbKI/s72-c/TVS+RockZ+125+a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-3715773067078662763</id><published>2009-07-03T13:41:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T13:43:15.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha Mio Bordes, Pijakan Kaki Tak Boleh Diinjak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWRX6sZUGI/AAAAAAAAAhU/rxHMLVpcog8/s1600-h/Yamaha+Mio+Bordes.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWRX6sZUGI/AAAAAAAAAhU/rxHMLVpcog8/s200/Yamaha+Mio+Bordes.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356347171905556578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Virus &lt;em&gt;low rider&lt;/em&gt; umumnya telah merasuk ke tubuh para modifikator, untuk kemudian dipraktikkan pada skutik, ditambah pemakaian ban superlebar atau kerangka tambahan yang menjulur di atas dek sebagai terobosan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun, Siswo Winoto coba memainkan jurus baru dalam memodifikasi Yamaha Mio 2008 ini. Selain itu, karyanya ini juga dipersiapkan untuk ikut kontes yang digelar Motor Plus kerja bareng Yamaha di beberapa kota, mulai pertengahan Juli mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gerai Win's Paddock yang bermarkas di Purwokerto, Jawa Tengah, itu tampilan standar Yamaha Mio berubah jadi ramping. Paling menonjol, perhatikan tatakan kaki atau dek (&lt;em&gt;bordes&lt;/em&gt;). Dirancang miring dan sejajar sama buritan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, dek di sini berubah fungsi. Bukan lagi sebagai penyangga kaki yang oleh Siswo sudah dibikinkan pijakan khusus. Fungsinya sebagai &lt;em&gt;airscoop &lt;/em&gt;yang dibuat dari bahan &lt;em&gt;fiberglass.&lt;/em&gt; "Bagian ini enggak boleh diinjak, makanya dikasih dudukan kaki yang modelnya rada unik khas balap," ujar lajang kelahiran 1985 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto, sang pemilik motor, mengaku puas dengan tampilan skutik beraliran &lt;em&gt;streetbike&lt;/em&gt; yang nyentrik ini. Kesan sangar tecermin dari kekuatan &lt;em&gt;frame &lt;/em&gt;dan tampilan dinamis. Ciri &lt;em&gt;racing look&lt;/em&gt; juga ditonjolkan lantaran si pemilik doyan &lt;em&gt;ngebut&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah begitu, tameng dipangkas tinggal separuh menjadikan tampilannya lebih &lt;em&gt;sporty &lt;/em&gt;dan simpel. Lampu depan dibikin lebih sipit dengan sambungan&lt;em&gt; fiberglass&lt;/em&gt;. Tak cuma itu, bodi dipotong biar terondol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit pusing kala harus memindahkan tangki karena desain belakang lancip ala MotoGP. Solusinya, kata Wiwin, tangki dipindahkan ke bagasi depan yang dibikin dari&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;fiberglass &lt;/em&gt;yang bisa menampung 4 liter.&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-3715773067078662763?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/3715773067078662763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=3715773067078662763' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3715773067078662763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3715773067078662763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/07/yamaha-mio-bordes-pijakan-kaki-tak.html' title='Yamaha Mio Bordes, Pijakan Kaki Tak Boleh Diinjak'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWRX6sZUGI/AAAAAAAAAhU/rxHMLVpcog8/s72-c/Yamaha+Mio+Bordes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-3803741141655552044</id><published>2009-07-02T13:38:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T13:40:54.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha V-ixion Berbodi "Break Dance"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWQzS_9I4I/AAAAAAAAAhM/rNlEkcfc-a0/s1600-h/Yamaha+V-ixion+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWQzS_9I4I/AAAAAAAAAhM/rNlEkcfc-a0/s200/Yamaha+V-ixion+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356346542774887298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak terintegrasi. Begitulah tampilan dari Yamaha V-ixion 2007 milik Iswantoro Adi di Jakarta ini. Kesan rancangan bodi yang "patah-patah"  bak tarian &lt;em&gt;break dance &lt;/em&gt;pada era 1980-an diperkuat dengan pemakaian warna merah pada bagian tertentu saja. Bisa begitu lantaran Topo Goedhel Atmojo, sang &lt;em&gt;builder &lt;/em&gt;telah melakukan beberapa inovasi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apa saja sih? Coba lirik deh tangkinya. Menurut Topo, bagian itu dibuat dengan tingkat kesulitan cukup tinggi karena di kedua sisi ada semacam &lt;em&gt;airscoop &lt;/em&gt;dan menjadi satu kesatuan dengan tangki. Kesulitan lainnya adalah ketika menyeimbangkan bagian kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sistemnya lepasan, aku Topo, mungkin akan lebih gampang. Lagi pula, bahannya menggunakan pelat galvanis 0,8 mm. Untuk memperlihatkan keseriusan dalam menggarap, sisi detail ditonjolkan lewat cat gradasi. Konsekuensinya ya itu tadi, terkesan jadi tidak rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi lainnya, pindahkan lirikan Anda ke buritan. Selama ini, knalpot yang hanya sebagai tambahan atau lepas dari bodi, oleh Topo dibuat menjadi bagian dari bodi. Makanya, katanya, knalpot dibuat sebelum pembuatan bodi total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sistem saluran pembuangan diberi cover yang desainnya mengikuti bodi. Jadi, antara knalpot, cover, dan behel mempunyai harmonisasi dalam segi desain," ungkap Topo. Menariknya, meski ada bagian yang "patah", seperti terlihat di bawah sadel, namun konsepnya terinspirasi dari Aprilia Shiver 750.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, dari segi tampilan tak kalah sama Aprilia. "Hanya beda di mesin dan &lt;em&gt;deltabox&lt;/em&gt; dari Shiver," bela Adi sambil tersenyum puas. Ia jadi &lt;em&gt;pede &lt;/em&gt;menunggangi Yamaha V-ixion, bahkan pergi ke cafe sekalipun.&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-3803741141655552044?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/3803741141655552044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=3803741141655552044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3803741141655552044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3803741141655552044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/07/yamaha-v-ixion-berbodi-break-dance.html' title='Yamaha V-ixion Berbodi &quot;Break Dance&quot;'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWQzS_9I4I/AAAAAAAAAhM/rNlEkcfc-a0/s72-c/Yamaha+V-ixion+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4475392934078925307</id><published>2009-07-01T13:33:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T13:38:46.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Minerva'/><title type='text'>Minerva Sachs GTR 150, Skutik Berpostur Bebek Sport</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWQZCp_4GI/AAAAAAAAAhE/9EtGtQcBncM/s1600-h/Minerva+Sachs+GTR+150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWQZCp_4GI/AAAAAAAAAhE/9EtGtQcBncM/s200/Minerva+Sachs+GTR+150.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356346091711225954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pangsa pasar sepeda motor Indonesia yang sangat besar membuat berbagai pelaku bisnis ingin memasuki arena ini. Salah satunya adalah Minerva Sachs yang dirakit dan dipasarkan oleh PT Minerva Motor Indonesia (MMI).    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun lalu, perusahaan ini telah memasarkan Minerva Sachs Mad Ass 125 dan Sachs 250. Jumat (19/6) malam, MMI menambah satu lagi produknya, yaitu Minerva Sachs GTR150. Produk baru ini sekilas mirip bebek atau &lt;em&gt;underbone sport&lt;/em&gt;. Namun, MMI mengklaimnya sebagai skuter otomatik (skutik) sport.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“GTR150 adalah terobosan, skuter sport matik pertama yang dibuat Minerva Sachs. Juga yang pertama di Indonesia,” klaim Kristianto Gunadi, Presiden Direktur MMI, baik pada pidato, maupun rilis yang diberikan kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Bebek Sport&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Dari postur, Minerva Sachs ini berbeda jauh dengan skuter yang ada saat ini. Tidak ada ruang kosong di depan pengendara atau dek rendah buat kedua kaki pengendara. Selain itu, bagian bawahnya dilengkapi pula dengan tameng samping. Rangka dari pipa dibiarkan telanjang, plus tangki bahan bakar di dalamnya.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gaya mengendara sama dengan motor bebek atau sport. Pasalnya, kaki pengendara ada di samping dan menggunakan penyangga kaki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan lainnya adalah kapasitas tangki bensin yang dapat menyimpan 8,7 liter. Bandingkan dengan skutik yang ada saat ini, yang cuma bisa diisi 3,5 liter bensin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lainnya, bila skuter menggunakan roda berdiameter lebih kecil, Minerva ini punya ukuran yang sama dengan bebek, yaitu 17 (depan) dan 16 (belakang). Ukuran bannya juga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;besar, yaitu 17-110/70 di depan dan 16-100/70 di belakang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagian belakang, yaitu sepatbor bergaya sport, model “nungging”. Begitu juga dengan jok. Namun, untuk boncengan, dipastikan kurang nyaman karena posisinya yang lebih tinggi dari pengendara yang berada di depannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan kombinasi komponen tersebut, sosok Minerva Sachs ini benar-benar kokoh, besar, dan tampil lebih &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt; dan dinamis. Identitas skuter justru hilang. Harga yang ditawarkan juga tak berbeda jauh dibandingkan bebek sport Jepang, Rp 17,6 juta (&lt;em&gt;on the road&lt;/em&gt;) untuk Jakarta dan sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan menampilkan produk seperti ini, Minerva membidik segmen khusus, terutama anak muda yang senang tancap gas, tetapi tidak mau repot gonta-ganti gigi. “Kita tidak mau bermain di segmen yang sama dengan produk yang sudah ada, terutama Jepang. Kita menawarkan sesuatu yang berbeda,” ungkap sumber resmi Minerva tentang segmen konsumsi yang dibidik untuk GTR 150 ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;CVT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Kalau pun ada bagian yang bisa disamakan dengan skutik, hanya pada sistem transmisi. Untuk ini, GTR 150 ini menggunakan CVT (&lt;em&gt;continuously variable transmission&lt;/em&gt;) yang memindahkan tenaga dari mesin ke roda. Mesin berpendingin air, berkapasitas 152 cc berada agak ke depan, sejajar dengan &lt;em&gt;footstep&lt;/em&gt; samping.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang wartawan otomotif yang sempat mencoba dan melongok pabriknya, di Celeungsi, Jonggol, menceritakan, tenaga mesin cukup. Namun, pada putaran rendah agak payah. Sementara itu, data yang diberikan kepada wartawan kurang lengkap, tak dicantumkan bobot totalnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ini baru &lt;em&gt;soft-launch&lt;/em&gt;. Nanti September baru diluncurkan secara resmi,” ujar sumber resmi Minerva. Kendati demikian, peluncuran yang dilakukan seminggu setelah Jakarta Fair berjalan tersebut sudah memasang target penjualan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Target, 1.000 unit per bulan atau 12.000 setahun. Khusus selama Pekan Raya Jakarta, kami yakin bisa menjual 500 unit,” ungkap Kristianto Goenadi pada rilisnya. Dengan produk baru ini, MMI bisa menjual 84.000 unit kendaraan roda di Indonesia atau naik sampai 16 persen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Spesifikasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td colspan="2" style="border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tipe&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;p&gt;4-langkah, satu   silinder&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Pendingin&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Air&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kapasitas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;152 cc&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tenaga maks&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;12 PS&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Sistem pasokan bahan bakar&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Karburator&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Transmisi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;CVT&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Rem: depan &amp;amp; belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Cakram&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kecepatan tertinggi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;124,6 kpj&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kapasitas tangki&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;8,7 liter&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Konsumsi bahan bakar&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color black black -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 205, 220) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;35 km/liter&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Informasi lain GTR150:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Dirakit di Indonesia dengan komponen didatangkan dari Minerva Sachs Thailand dan Taiwan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat ini kandungan lokal 15 persen dan nantinya akan ditingkatkan 40 persen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dirancang oleh Acerbis, Italia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Emisi gas buang Euro-3.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spidometer digital. Namun, takometer tampil bergaya analog (jarum) dengan dasar putih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lampu depan tipe proyeksi, dipasang pada tameng depan, terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penempatan lampu depan disatukan dengan sein depan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lampu rem belakang tipe LED.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tutup tangki berada di depan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4475392934078925307?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4475392934078925307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4475392934078925307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4475392934078925307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4475392934078925307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/07/minerva-sachs-gtr-150-skutik-berpostur.html' title='Minerva Sachs GTR 150, Skutik Berpostur Bebek Sport'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SlWQZCp_4GI/AAAAAAAAAhE/9EtGtQcBncM/s72-c/Minerva+Sachs+GTR+150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1452341481238922220</id><published>2009-06-11T10:30:00.002+07:00</published><updated>2009-06-11T10:32:41.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Baby Honda Gold Wing dari Medan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB6ztg35zI/AAAAAAAAAg8/Nie83_W9ffs/s1600-h/Baby+Honda+Gold+Wing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB6ztg35zI/AAAAAAAAAg8/Nie83_W9ffs/s200/Baby+Honda+Gold+Wing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345907786498172722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Umur baru menginjak 13 tahun, tapi siapa sangka "rengeannya" melahirkan suatu terobosan bagi dunia modifikasi di Indonesia, Medan (Sumut) khususnya. Tidak kepalang tanggung, Riandanu - begitu nama sang anak - melibatkan tiga pemodifikator untuk mewujudkan keinginannya itu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika dibelikan Honda Vario oleh ayahnya, Rian - sapaan karib si anak - langsung terinspirasi dengan Honda Gold Wing dan Harley Davidson. &lt;em&gt;Wuih&lt;/em&gt;, dari mana dia lihat dua moge itu. Tak lain kepunyaan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mimpi ingin punya skubek yang bergaya &lt;em&gt;low rider&lt;/em&gt; seperti tren sekarang, tapi mengarah ke gaya turing," cerita Rian. Lantaran di Tanah Karo (Medan) belum ada pemodifikator yang bisa memenuhi ambisinya, pengerjaan diserahkan kepada Antonius Chandra dari Ton's Chrome di Ciputat Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton sendiri sempat bingung diminta bikin low rider tapi buat turing. Ciri khaas roda belakang mundur tetap dilakoni dengan menggeser sekitar 20 cm, namun bodi tetap seperti standar. Hanya sokbreker belakang diganti dengan Yamaha Jupiter MX 135.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling mencolok, pemakaian ban. Depan dan belakang sama, yakni 5x14 inci dan model peleknya mendekati moge. Prinsipnya, kata Anton, model monoblok tapi di bagian tengah diberi lubang. Meski diakuinya sedikit susah karena banyak yang dicustom, bukan seperti pelek lebar biasa di skubek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengentalkan gaya turing, dipasang boks, windshield dan mesin. Semua unsur itu dikerjakan oleh Topo Goedhel Atmojo dari tauco Custom (TC) yang dianggapnya rada unik juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pengecetan diserahkan kepada Harry Kodok dari MJM yang menggunakan Spies Hecker. Hasilnya, seperti yang Anda lihat mirip Baby Gold Wing.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1452341481238922220?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1452341481238922220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1452341481238922220' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1452341481238922220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1452341481238922220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/06/baby-honda-gold-wing-dari-medan.html' title='Baby Honda Gold Wing dari Medan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB6ztg35zI/AAAAAAAAAg8/Nie83_W9ffs/s72-c/Baby+Honda+Gold+Wing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1052214455419937165</id><published>2009-06-10T10:29:00.000+07:00</published><updated>2009-06-11T10:30:50.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Jupiter Bajak Laut dari Pontianak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB6XhnkOzI/AAAAAAAAAg0/GQLnEAQGcsI/s1600-h/Jupiter+Bajak+Laut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB6XhnkOzI/AAAAAAAAAg0/GQLnEAQGcsI/s200/Jupiter+Bajak+Laut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345907302268681010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Maaf! Jangan salah persepsi dulu dengan judul di atas. Yamaha Jupiter MX 135 LC ini bukan untuk 'merampok'. Raka Mahardika, sang modifikator dari ColourTranz di Pontianak, ini terinspirasi oleh sosok perompak zaman dulu dengan satu mata tertutup. Jadi, melalui bebek dari Yamaha ini ia coba mewujudkannya dengan desain lampu utama yang beda.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Cuma itu saja kelebihan modifikasinya. Tidaklah. Tapi kita kembali ke soal lampu dulu. Menurut Raka, lampu kiri dipakai dari Yamaha X1R dan yang kanan dari variasi mobil dengan tugas sebagai penerang sedang dan jauh. Untuk jarak dekat diembang yang kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bodi, juga ada perubahan yang dibuat dari bahan fiber. Seperti sisi samping sampai ke belakang dengan konsep &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt;. Makanya, lanjut Raka, rancangannya agak meruncing dan &lt;em&gt;nungging&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan lain tampak pada bagian jok. Raka menamakannya jok &lt;em&gt;single-double&lt;/em&gt;. Dari sudut pandangan mata tampak seperti dua, "Padahal masih satu kesatuan lantaran untuk membuka sama seperti standarnya, keduanya ikut terangkat ketika diangkat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah &lt;em&gt;customizing &lt;/em&gt;juga dilakukan di kaki-kaki. Malah sudah masuk kategori ekstrem. Seperti suspensi depan, sok variasi yang dibeli pemilik kepanjangan lantas disesuaikan. Begitu juga belakang, "Begitu lengan ayun selesai dan dipasang, motor terlalu &lt;em&gt;nungging&lt;/em&gt;," kenang Raka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah tidak mungkin mengubah lengan ayun, jadinya monosok standar MX jadi korban dengan dipendekkan dengan memotong sekitar 3 cm. Karena bagian belakang yang runcing, lampu belakangnya diambil dari Honda CS-1, yang juga diambil visornya untuk dipakai pada MX.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1052214455419937165?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1052214455419937165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1052214455419937165' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1052214455419937165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1052214455419937165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/06/jupiter-bajak-laut-dari-pontianak.html' title='Jupiter Bajak Laut dari Pontianak'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB6XhnkOzI/AAAAAAAAAg0/GQLnEAQGcsI/s72-c/Jupiter+Bajak+Laut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1910171943122762800</id><published>2009-06-09T10:12:00.001+07:00</published><updated>2009-06-11T10:25:53.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Motor Baru di PRJ dan Nongol di 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB5D2s3Z6I/AAAAAAAAAgc/PFetBB-W4Xs/s1600-h/motor+prj.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB5D2s3Z6I/AAAAAAAAAgc/PFetBB-W4Xs/s200/motor+prj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345905864819042210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tahun depan, tiga produsen motor Jepang di Tanah Air, Suzuki, Yamaha, dan Honda, siap menggelontorkan produk terbarunya. Malah Honda memanfaatkan pergelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang dimulai Juni ini untuk memperkenalkan motor barunya. Itu termasuk PT Minerva Motor Indonesia yang menyatakan akan memajang dua model anyarnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Honda Vario versi Combi Brake&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;PT Astra Honda Motor (AHM) dipastikan menyodorkan Honda Vario &lt;em&gt;combi brake&lt;/em&gt; tahun ini. Bahkan, pengetesan sudah dilakukan oleh pihak AHM di sirkuit Tipar Cakung milik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyalemen kuat tertangkap dari Vice President Director PT AHM Johannes Loman yang melihat perkembangan pasar nasional tahun ini, khususnya skubek yang meningkat masuk 35 persen dari total market motor. Kondisi ini yang memacu produsen acap mengembangkan teknologi terbaru pada skubek. Hal itu termasuk melalui &lt;em&gt;combi brake&lt;/em&gt; yang, kata Johannes, akan dipelajari penerapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal peluncuran, ada yang bilang itu dilakukan saat PRJ. Namun, beberapa jaringan Honda membisikkan saat puasa (Agustus). "Pokoknya sekitar Juli, tapi bisa jadi dipercepat pas PRJ," sebut sumber &lt;em&gt;Em-Plus&lt;/em&gt; dari jaringan luar Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suzuki Jelly &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Melalui Edy Darmawan, 2W Marketing, Promotion Dealer Div&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), bahwa idealnya hal itu baru dilaksanakan tahun depan, ia mengiyakan. Tentu, hal itu melihat kondisi perekonomian yang sedang dilanda krisis. Demikian dikatakan Edy ketika ditanya perihal kehadiran Suzuki Latte dan Jelly yang sudah mejeng di Bangkok Motor Show.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dua skubek bergaya retro ini memang menyodorkan sesuatu yang baru. Mulai dari lampu depan (LED), setang, spidometer, lampu belakang sampai sein. Secara konsep diboyong langsung dari Jepang, tapi untuk pengembangan dan produksi di kawasan Asia diserahkan ke Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal mesin, Edy juga belum berani memastikan kapasitas CC yang dijejalkan ke Latte dan jelly. Tapi, ia menegaskan kalau skubek ini tetap bakal hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yamaha &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Santer kabarnya, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia bakal meluncurkan jenis sport berkapasitas 250 cc. "Memang, ada rencana tahun ini, tepat Juli. Tapi melalui berbagai pertimbangan, diputuskan tahun depan," ujar Dyonisius Beti, Vice President PT YMKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Suzuki, pertimbangan Yamaha menunda karena dalam krisis ekonomi. Dengan keadaan seperti ini, lanjut Dyon, konsumen tak perlu diarahkan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;untuk konsumtif. Selain itu, penundaan ini juga tak ingin mengganggu market Yamaha yang lagi naik 3-4 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung soal Yamaha Nouvo Elegance 135 atau Yamaha Fino, Dyon menjawab, "Tidak ada. Mungkin hanya sebatas &lt;em&gt;facelift&lt;/em&gt; dengan grafis baru."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Minerva GTR&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;dan XCT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tak mau ketinggalan, PT Minerva Motor Indonesia (MMI) baru saja meluncurkan tiga varian motor sport. Ajang PRJ dimanfaatkan untuk memperkenalkan Minerva GTR 150 berjenis sport dan XCT 125 model skubek. Keduanya asli desain Sachs, Jerman, yang sudah diproduksi empat tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ir Kristianto Goenadi, selaku Presdir MMI, GTR 150 mengusung teknologi yang sangat cocok untuk banyak orang. Tampilannya mengingatkan pada Italjet Dragster yang desainnya &lt;em&gt;racing scooter&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1910171943122762800?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1910171943122762800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1910171943122762800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1910171943122762800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1910171943122762800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/06/motor-baru-di-prj-dan-nongol-di-2009.html' title='Motor Baru di PRJ dan Nongol di 2009'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB5D2s3Z6I/AAAAAAAAAgc/PFetBB-W4Xs/s72-c/motor+prj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-677036247849511234</id><published>2009-06-08T10:28:00.000+07:00</published><updated>2009-06-11T10:29:38.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha Mio Menentang Arus dari Venus Customized</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB6DUAs7xI/AAAAAAAAAgs/CXUVjT0QKts/s1600-h/Yamaha+Mio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB6DUAs7xI/AAAAAAAAAgs/CXUVjT0QKts/s200/Yamaha+Mio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345906955018628882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Keberanian Budi Widanarko dari Sidoarjo patut dihargai. Saat di Jawa Timur lagi demam modifikasi gaya &lt;em&gt;drag look&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;low rider&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;builder&lt;/em&gt; dari Venus Customized itu memilih aliran lain, "Konsepnya &lt;em&gt;racing look&lt;/em&gt;. Ini murni beda dan baru," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun perombakan yang dilakukan Budi pada Yamaha Mio 2007 sebatas &lt;em&gt;fashion&lt;/em&gt;, banyak ornamen balap yang melekat. Paling menonjol, kedua ban memakai jenis&lt;em&gt; slick&lt;/em&gt; (tanpa kembangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian suspensi depan yang dipermak model &lt;em&gt;upside down&lt;/em&gt; sehingga menjadi lebih panjang dan besar. Boleh jadi ini skubek ayam jago pertama dibuat di Sidoarjo. Malah menurut Budi, soknya itu &lt;em&gt;custom&lt;/em&gt; sendiri memakai punya variasi Mio. "Bawahnya masih pakai punya Mio, sedang atas dibungkus semacam kondom dengan pipa 2 inci. Untuk &lt;em&gt;finishing-&lt;/em&gt;nya dikrom," lanjut Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya mendekati tampilan motor balap, di atas dek bagian tengah dibuat &lt;em&gt;stabilizer&lt;/em&gt; rangka. Hanya sebatas untuk tampilan, enggak berfungsi layaknya di balap, terang Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian belakang juga ikut dirombak. Seperti monosok, punya MX ditempelkan di Mio. Jok di-&lt;em&gt;custom&lt;/em&gt; agar bisa menyimpan aki sehingga orang mengira enggak ada akinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar membuat tampilan motor sesuai dengan konsepnya, &lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; CVT dibikin model berlubang (ditambahkan lagi) biar kelihatan heboh. Langkah berani Budi ini mengandung risiko besar bila dipakai untuk harian. Karena CVT harus bebas debu, oli, dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sekali lagi, Budi ingin menampilkan Mio hasil karyanya yang bersih. Makanya, banyak bagian yang dikrom.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-677036247849511234?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/677036247849511234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=677036247849511234' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/677036247849511234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/677036247849511234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/06/yamaha-mio-menentang-arus-dari-venus.html' title='Yamaha Mio Menentang Arus dari Venus Customized'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB6DUAs7xI/AAAAAAAAAgs/CXUVjT0QKts/s72-c/Yamaha+Mio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-5308934055309636694</id><published>2009-06-02T10:27:00.000+07:00</published><updated>2009-06-11T10:28:34.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVS'/><title type='text'>TVS Luncurkan Bebek RockZ 125 yang Bisa Memainkan Musik MP3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB5z7LyF2I/AAAAAAAAAgk/t4k-apvghhs/s1600-h/TVS+RockZ+125.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB5z7LyF2I/AAAAAAAAAgk/t4k-apvghhs/s200/TVS+RockZ+125.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345906690656180066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PT TVS Motor Company Indonesia yang merakit sepeda motor asal India, TVS, hari ini meluncurkan produknya terbarunya, bebek 125 cc yang diberi nama RockZ. Peluncuran dilakukan oleh direktur penjualan dan pemasaran, TVS Indonesia, K. Vijaya Kumar di pabriknya di Karrawang Timur, Jawa Barat.    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini merupakan produk ketika yang dipasarkan TVS di Indonesia. Sebelumnya, TVS sudah memasarkan bebek Neo dengan mesin 110 cc dan sepeda motor sport Apache 160 cc. Menurut Vijaya Kumar, dari segi fitur dan teknologi bebek baru ini lebih unggul dibandingkan dengan motor asal Jepang. Meski begitu, dari segi harga sangat kompetitif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kompetitor RockZ harganya berkisar Rp 16-18 juta. Namun kami menawarkan  RockZ dengan harga Rp 13.700.000 untuk varian &lt;em&gt;cast wheel&lt;/em&gt; dan Rp 12.700.000 &lt;em&gt;spoke wheel &lt;/em&gt;(jari-jari),” jelasnya kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keunggulan utama dan menjadi ciri khas RockZ adalah IMS, &lt;em&gt;integrated music system&lt;/em&gt;. Atau fitur musik yang terintegrasi pada sepeda motor ini. Jadi, pengendara TVS RockZ  bisa mendengar musik dengan format MP3 melalui dua &lt;em&gt;speaker&lt;/em&gt; kecil atau &lt;em&gt;earphone &lt;/em&gt;sembari memacu motor. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk ini pula, pada motor disediakan i&lt;em&gt;nterface&lt;/em&gt; USB 2.0 yang berisi file lagu-lagu format MP3 dan&lt;em&gt;  2 jack RCA&lt;/em&gt;  untuk &lt;em&gt;speaker eardphone&lt;/em&gt; (pengendara dan boncengan). Dijelaskan, pengendara juga bisa mengakses radio FM. Untuk ini, di bagian tengah disediakan tombol tekan untuk menyetel lagu-lagu dan radio. Di samping itu, juga disediakan charger untuk telepon selular.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fitur lain yang dibanggakan TVS adalah pengaman yang disebut double ATL (&lt;em&gt;anti thief lick&lt;/em&gt;). Sistem ini diklaim sebagai yang pertama di dunia digunakan pada sepeda motor bebek. Melalui pengaman ini, standar tengah bisa dikunci saat motor diparkir. Pengaman satu lagi atau “&lt;em&gt;engine kill switch&lt;/em&gt;” yang berada di tempat tersembunyi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjutnya dijelaskan, bagi masyarakat umum, yang ingin mendapatkan informasi lengkap dengan produk terbaru TVS bisa mengunjungi &lt;em&gt;stand&lt;/em&gt; mereka di arena Pekan Raya Jakarta, yang mulai dibuka Jumat lusa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan fitur  lebih banyak, harga kompetitif dan penampilan yang  gaya dan dinamis, TVS RockZ , merupakan alternatif cukup menarik di antara motor-motor Jepang yang sudah ada selama ini. Paling tidak bagi mereka yang ingin tampil beda dan menggunakan tak hanya sebagai alat transportasi, juga buat gaul.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-5308934055309636694?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/5308934055309636694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=5308934055309636694' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5308934055309636694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5308934055309636694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/06/tvs-luncurkan-bebek-rockz-125-yang-bisa.html' title='TVS Luncurkan Bebek RockZ 125 yang Bisa Memainkan Musik MP3'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SjB5z7LyF2I/AAAAAAAAAgk/t4k-apvghhs/s72-c/TVS+RockZ+125.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-7759697432931534821</id><published>2009-05-19T21:23:00.001+07:00</published><updated>2009-05-19T21:24:58.816+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Megelli 250 Berteknologi Gabungan Dua Negara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/ShLBKtSprDI/AAAAAAAAAeQ/aQl-rMnBZ-U/s1600-h/Megelli+250.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/ShLBKtSprDI/AAAAAAAAAeQ/aQl-rMnBZ-U/s200/Megelli+250.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337540898088135730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasar sepeda motor Indonesia kedatangan tamu baru, Megelli. Motor kolaborasi dua negara, Shachs Germany sebagai penyuplai mesin dan Megelli UK (Inggris) pembuat sasis dan desain bodi. Melalui produsennya di Indonesia, PT Minerva Motor Indonesia (MMI)—sudah 9 tahun meramaikan bursa roda dua Tanah Air—mereka coba mengisi di kelas di atas 200 cc.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tak kepalang tanggung, Megelli datang dengan tiga tipe sekaligus yang diperkenalkan beberapa waktu lalu. Ketiganya yakni Megelli 250R (&lt;em&gt;full fairing)&lt;/em&gt;, Megelli 250S (&lt;em&gt;streetfighter/naked&lt;/em&gt;), dan Megelli 250M (&lt;em&gt;supermoto&lt;/em&gt;). "Motor ini perpaduan antara dua teknologi, Sachs dari Jerman dan Megelli dari Inggris. Ini merupakan strategi global dari Minerva," ungkap Kristianto Goenadi selaku CEO PT MMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal harga, untuk Megelli 250R dibanderol Rp 28,9 juta, Megelli S Rp 25,9 juta, dan Megelli 250M Rp 26,9 juta. Semuanya sudah &lt;em&gt;on the road (&lt;/em&gt;OTR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jajal motor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sosok Megelli 250R mengingatkan kita pada Aprilia 125R. Desain &lt;em&gt;fairing-&lt;/em&gt;nya memang serba-Eropa dan nuansa motor sport Eropa begitu kental dengan pemakaian pipa tubular sebagai sasis. Namanya juga &lt;em&gt;sporty, &lt;/em&gt;tentu&lt;em&gt; riding style&lt;/em&gt; yang ditawarkan serba-merunduk. Kondisi ini dirasakan &lt;em&gt;EM-Plus&lt;/em&gt; saat menjajal, badan terasa membungkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini karena setang menggunakan model jepit sehingga bikin badan menyatu dengan motor saat melahap tikungan. Badan kian merunduk ketika berakselerasi di trek lurus untuk membelah angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak belakang dengan Megelli 250S. Motor ini ibarat Megelli 250R yang dicopot &lt;em&gt;fairing&lt;/em&gt;-nya dan dipasangi lampu depan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;dengan desain tak seluruhnya membulat. Adapun bodi belakang masih sama dengan 250R. Kemudian, gaya berkendaranya tidak merunduk lantaran motor dengan 5 gigi percepatan ini mengaplikasi setang model &lt;em&gt;raiser&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling beda tentu Megelli 250M. Meski kapasitas mesin sama (250R dan 250S), yakni 247 cc dengan teknologi SOHC, model 250M ini mirip trail aspal. Bisa ditebak modelnya, terutama posisi sepatbor lebih tinggi. Lalu, bodi belakang, seluruhnya hampir diwakili oleh jok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala menjajalnya, sangat terasa sekali supermotonya. Dengan setang lebih tinggi, merebahkan motor jadi semakin mudah saat melalui tikungan. Tentunya, begitu juga saat melintas di kemacetan lalu lintas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-7759697432931534821?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/7759697432931534821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=7759697432931534821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7759697432931534821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7759697432931534821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/05/megelli-250-berteknologi-gabungan-dua.html' title='Megelli 250 Berteknologi Gabungan Dua Negara'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/ShLBKtSprDI/AAAAAAAAAeQ/aQl-rMnBZ-U/s72-c/Megelli+250.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4611898734693375769</id><published>2009-05-17T21:22:00.000+07:00</published><updated>2009-05-19T21:23:35.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda dan Kawasaki Siap Luncurkan Motor Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/ShLA1WENCMI/AAAAAAAAAeI/skw4CelCo7Q/s1600-h/Honda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/ShLA1WENCMI/AAAAAAAAAeI/skw4CelCo7Q/s200/Honda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337540531076270274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Krisis finansial tidak menghalangi pabrikan motor untuk meluncurkan produk terbarunya. Sekitar pertengahan Mei ini, PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) siap melemparkan kendaraannya ke pasaran.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;AHM akan merilis Honda Vario yang sudah dilengkapi &lt;em&gt;combi brake&lt;/em&gt; (CB). Teknologi mekanis untuk mendistribusikan kekuatan pengereman antara roda depan dan belakang dengan hanya menekan satu tuas rem.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Skubek ini sudah lebih dulu diluncurkan oleh produsen Honda Thailand sejak 3 tahun lalu. Hanya, di negeri gajah putih, skubek ini diperkenalkan dalam pameran internasional lewat Honda Click.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi jenis trail yang bakal diluncurkan KMI, yakni KLX 150S. Menurut Freddyanto Basuki, Manajer Promosi KMI, &lt;em&gt;launching &lt;/em&gt;dilakukan 16 Mei mendatang di Senayan, Jakarta Pusat, dan ia tidak memungkiri bahwa pihaknya akan memperkenalkan trail tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya, KMI sudah lebih dulu menampilkan jenis trail. Namun, kapasitas mesin lebih besar, yakni 250 cc. Adapun yang 150S ini bermesin 4-tak, single kam 5-percepatan dan ramah lingkungan karena dapur pacu sudah dilengkapi teknologi KSAI (Kawasaki Secondary Air Injection System)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Harga dipatok Rp 22,7 juta (OTR)," tegas Freddy. Yang penasaran bisa lihat langsung di Senayan, Jakarta. Ingat, 16 Mei 2009.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4611898734693375769?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4611898734693375769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4611898734693375769' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4611898734693375769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4611898734693375769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/05/honda-dan-kawasaki-siap-luncurkan-motor.html' title='Honda dan Kawasaki Siap Luncurkan Motor Baru'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/ShLA1WENCMI/AAAAAAAAAeI/skw4CelCo7Q/s72-c/Honda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1680113799895591183</id><published>2009-05-11T21:19:00.000+07:00</published><updated>2009-05-19T21:21:55.073+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Ganti Knalpot Yamaha V-Ixion Harus Setting CO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/ShLAZ-8iZMI/AAAAAAAAAeA/GJ1JbCJttBQ/s1600-h/Yamaha+V-Ixion.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/ShLAZ-8iZMI/AAAAAAAAAeA/GJ1JbCJttBQ/s200/Yamaha+V-Ixion.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337540061013632194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buat pemilik Yamaha V-ixion, mungkin Anda sudah ganti knalpot. Selain tampilan beda, juga ada perubahan pada tenaga. Nah, ubahan bentuk saluran buang memengaruhi masukan udara dan bensin yang disuplai ke ruang bakar.&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengaturnya, hanya bisa melalui settingan CO (karbon monoksida) melalui ECU (&lt;em&gt;electronic control unit&lt;/em&gt;) dengan bantuan alat FI &lt;em&gt;diagnostic tool.&lt;/em&gt; Alat ini dimiliki bengkel resmi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari pabrik, CO disetel di angka nol (0). Karena ada perubahan bentuk knalpot, maka &lt;em&gt;adjuster&lt;/em&gt; gas bakar dalam range -30 sampai +30. "Bila angka dinaikkan atau (+) bertambah dari nol, bensin lebih kaya. Sebaliknya, jika diturunkan (-), bensin lebih sedikit," jelas Athanasius Ketut Hargunanto, mekanik Yamaha Gunung Sangyang, Krobokan Bali.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekadar info saja, lanjut Ketut, tiap kenaikan satu angka ada penambahan suplai bensin sebesar 0,05 cc. Ganti knalpot &lt;em&gt;racing&lt;/em&gt;, biasanya di &lt;em&gt;adjuster&lt;/em&gt;-nya mengarah ke &lt;em&gt;setting-&lt;/em&gt;an CO lebih turun (-).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, dia mengatakan, itu bukan patokan pasti. Sebab, untuk dapat tenaga bawah sampai atas rata dan maksimal, motor harus dicoba jalan. Maksudnya, jika tiap perpindahan gigi, kenaikan putaran mesin lamban, hal itu bisa di-&lt;em&gt;adjuster&lt;/em&gt; ulang sampai pas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Bisa naik bisa turun. Semua kembali ke soal ubahan knalpot terhadap kebutuhan &lt;em&gt;air fuel ratio&lt;/em&gt; (AFR) gas bakar yang dipasok," ujar pria kelahiran Lampung, Sumsel, ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun untuk lakukan &lt;em&gt;setting&lt;/em&gt; CO, secara teknis alat ini dicolok ke salah satu kabel ECU. Secara otomatis, FI &lt;em&gt;diagnostic tool&lt;/em&gt; akan memberi informasi, baik kondisi injeksi maupun komponen penunjang. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1680113799895591183?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1680113799895591183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1680113799895591183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1680113799895591183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1680113799895591183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/05/ganti-knalpot-yamaha-v-ixion-harus.html' title='Ganti Knalpot Yamaha V-Ixion Harus Setting CO'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/ShLAZ-8iZMI/AAAAAAAAAeA/GJ1JbCJttBQ/s72-c/Yamaha+V-Ixion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-2117737664787776193</id><published>2009-04-23T00:09:00.002+07:00</published><updated>2009-04-23T00:09:42.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda CBR150 Egois dari Ungaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9PTQ6p0TI/AAAAAAAAAd4/yYWGBHTQlVI/s1600-h/Honda+CBR150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9PTQ6p0TI/AAAAAAAAAd4/yYWGBHTQlVI/s200/Honda+CBR150.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327564076579672370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai pebisnis limbah moge, Handoko tertantang dengan keinginan Awang Alamsjah. Siswa SMU Negeri 2 Ungaran, Jawa Tengah, ini minta Honda CBR150 2008 miliknya dimodifikasi tanpa limbah moge. "Mungkin selera pasar, saya tidak bisa egois tanpa melihat kemauan konsumen," ungkap juragan BJM Motorsport yang punya nama lengkap Raynaldo Handoko Sugiarto.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, Handoko memadukan bahan pelat dan fiber untuk mengubah tampilan Honda CBR itu. Pertimbangan memakai pelat, katanya, karena bahan itu lebih lentur dan ringan. Pengerjaannya lebih cepat sehingga biaya produksi juga kian rendah. Makanya, garis tegas pada bagian buritan dibentuk dari permainan pelat galvanis 1 mm.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buntut &lt;em&gt;nungging&lt;/em&gt; plus jok tunggal (&lt;em&gt;single seater)&lt;/em&gt; mengentalkan &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt;. Walau terkesan sebagai motor egois. "Itu didapat lewat revisi rangka belakang model&lt;em&gt; knockdown&lt;/em&gt;," tambah pria bertitel sarjana teknik ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tangki bahan bakar dibikin &lt;em&gt;gambot&lt;/em&gt; menggunakan fiber, meski kapasitasnya masih sama dengan standar. Sementara itu, &lt;em&gt;airscoop&lt;/em&gt; dibikin dari bahan galvanis untuk menyesuaikan dengan tangki. Termasuk juga dengan sayap di kiri dan kanan tangki yang dibikin melalui langkah &lt;em&gt;customized&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lampu depan dicomot dari Satria F-150, kemudian dibikin sipit dengan dibungkus pakai fiber di sekeliling mika. "Dibikin serba menyiku supaya seirama dengan bodi, tapi nyala lampu tetap terang," yakin Handoko yang sangat tepat dalam memberi warna motor.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-2117737664787776193?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/2117737664787776193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=2117737664787776193' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2117737664787776193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2117737664787776193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/04/honda-cbr150-egois-dari-ungaran.html' title='Honda CBR150 Egois dari Ungaran'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9PTQ6p0TI/AAAAAAAAAd4/yYWGBHTQlVI/s72-c/Honda+CBR150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-5535198786756825544</id><published>2009-04-22T00:08:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T00:09:03.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Edan! Yamaha V-ixion Jadi Berotot dan Kekar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9PGWtYaWI/AAAAAAAAAdw/Lm4suiX8jHE/s1600-h/Yamaha+V-ixion.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9PGWtYaWI/AAAAAAAAAdw/Lm4suiX8jHE/s200/Yamaha+V-ixion.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327563854796319074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekalipun sudah kurang produktif, tapi dalam memodifikasi motor, karya Aming Ali Warga masih tetap diperhitungkan dan bikin mata melotop. Lihat saja hasil tangan terampilnya pada Yamaha V-Ixion yang beraroma &lt;em&gt;muscle bike&lt;/em&gt; ala &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt; ini. Sangat tidak mudah memadukan estetika itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di sini Aming perlu meramu dan mempertajam estetika &lt;em&gt;customized &lt;/em&gt;yang dimulai dari &lt;em&gt;bodywork&lt;/em&gt; model Yamaha TZ125 dipadu moge Yamaha R6, sekalipun minimalis. "Kami perlu merehab sasis di main frame kamuflase ala TZ125," ujar sang &lt;em&gt;builder.&lt;/em&gt; Sedang untuk &lt;em&gt;sub frame&lt;/em&gt; diarahkan Aming ke R6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penyesuaian, dimensi dan lengan ayun pakai produk Italia. Yang dipilih Aming, Aprilia 250 Diablo. Sementara sistem sok belakang yang udah diubah jadi mono memakai merek Ohlins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini bentuk sudah mulai tampak. Untuk mengentalkan &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt;, agar T bagian atas dan bawah jadi lebar diadopsi dari Suzuki GSX600 lengkap dengan sok &lt;em&gt;upside down. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Konsep yang dimaui Aming sudah dapat dan tinggal bermain detail. "Jangan sampai khas LM (Laksa Motor) hilang, maka masukan dari LM mulai diterapkan," sebut sang&lt;em&gt; builder&lt;/em&gt; yang tidak bisa dipisahkan dari rumah modifikasi Laksa Motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat batok lampu depan merupakan khas LM untuk menopang lampunya dari FZ1000 orisinal. Pertimbangannya, konsep mendekati &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt; tadi bakal digembungkan desain batoknya. Apalagi kaki-kaki sudah kekar dengan pelek pakai Honda CBR600 palang enam untuk depan dan belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain khas LM lainnya, tampak pada tutup &lt;em&gt;cover &lt;/em&gt;mesin dan jok belakang yang mungil model single seater. kesan modern dan futuristik tampak pada spidometer model digital Koso, kemudian knalpot memakai &lt;em&gt;silincer&lt;/em&gt; bikinan Akropovis titanium karbon model oval, dipadu pijakan kaki dari Yoshimura. Master rem belakang dicomot dari Nisisin plus kaliper Honda CBR400 Fireblade, sedang depan Nissin dari CBR1000 Fireblade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini Aming tak ingin menghilangkan total ciri Yamaha V-ixion. Seperti lampu sein standar tetap dipakai. Hasilnya, motor milik Hansye ini pantas disebut &lt;em&gt;Naked Streetfighter&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Data modifikasi&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Pelek depan         :Palang 6 CBR600&lt;br /&gt;Ban depan           :Michelin 120/60-17&lt;br /&gt;Pelek belakang    :6-17 inci&lt;br /&gt;Ban belakang      :Michelin 160/60-17&lt;br /&gt;Sepatbor depan  :Cagiva Multi Strada&lt;br /&gt;Rantai                 :Tipe 520 gold&lt;br /&gt;Engine cover       :Laksa Motor&lt;br /&gt;Cat                     :Biru Spice Heckere&lt;br /&gt;Lampu dpn/blk   :FZ1000 dan Yamaha R6&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-5535198786756825544?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/5535198786756825544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=5535198786756825544' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5535198786756825544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5535198786756825544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/04/edan-yamaha-v-ixion-jadi-berotot-dan.html' title='Edan! Yamaha V-ixion Jadi Berotot dan Kekar'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9PGWtYaWI/AAAAAAAAAdw/Lm4suiX8jHE/s72-c/Yamaha+V-ixion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-637961097299312975</id><published>2009-04-21T00:07:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T00:07:55.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aprilia'/><title type='text'>Aprilia RS125 dan Scarabeo Cocok buat Penyuka Kecepatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9O2be4vsI/AAAAAAAAAdo/ANDZijrTA-4/s1600-h/Aprilia+RS125.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9O2be4vsI/AAAAAAAAAdo/ANDZijrTA-4/s200/Aprilia+RS125.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327563581199793858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PT Sentra Kreasi Niaga (KSN) selaku importir resmi Piaggio di Indonesia melakukan acara &lt;em&gt;test ride &lt;/em&gt;di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Sebanyak dua model motor Italia, yakni Aprilia 125&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan Scarabeo 200 sempat dijajal tester Em-Plus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aprilia RS 125&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;KSN menyediakan dua varian, yakni Aprilia RS 125 versi standar dan yang sudah&lt;br /&gt;mengalami ubahan pada knalpot. Motor sport berspek 54 x 54,5 mm (&lt;em&gt;bore&lt;/em&gt; x &lt;em&gt;stroke&lt;/em&gt;) ini mengusung mesin 2-tak dengan suara khasnya. Tenaga menyembur saat RS125 melesat melewati 8.500 rpm dan mesin cepat sekali berteriak hingga mencapai 12.000 rpm.Walau mengusung teknologi 2-tak, mesin Aprilia sudah memenuhi standar Euro3. Ini dikarenakan, pada sistem knalpot standar terdapat banyak sekat yang bisa mereduksi sisa pembakaran dan juga berpengaruh pada tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membetot tenaga Aprilia standar, dicapai kecepatan sampai 140 km/jam.&lt;br /&gt;Sementara itu, versi yang mengalamai ubahan knalpot mampu melesat hingga 170 km/jam. Lalu, dengan sasis model &lt;em&gt;deltabox&lt;/em&gt; dan lengan ayun yang khas, motor begitu stabil kala menaklukkan dua tikungan "S". Ini ditunjang oleh suspensi depan model &lt;em&gt;upside down&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pengujian, RS125 pantas dimiliki buat penyuka kecepatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Scarabeo 200&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Desainnya mirip Piaggio Liberty 150 cc dan Cagiva Cucciolo 125, dua skubek Eropa yang pernah meramaikan pasar motor Indonesia yang dibawa importir umum. Sekalipun bebek, angka maksimum di spidometer tercatat 160 km/jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, mesin itu berkapasitas 180 cc berteknologi empat klep DOHC dan berpendingin air. Untuk menghidupkan mesin, cukup memencet tombol. Tapi, mesti hafal dan jangan sampai terpencet tuts yang besar untuk mengatur fitur di spidometer digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian ban lebar memantapkan manuver di tikungan. Akselerasi menengah dari 40 km sampai 80 km/jam diraih dengan cepat. Akselerasi agak lambat kala dari 90&lt;br /&gt;km/jam menuju 199 km/jam sedikit lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai jajal akselerasi, coba menembus &lt;em&gt;top speed&lt;/em&gt;. Saat grip gas diputar sampai&lt;br /&gt;mentok, angka spidometer hanya mencapai 110 km/jam. Ini lantaran dibatasi oleh CDI limiter.&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-637961097299312975?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/637961097299312975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=637961097299312975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/637961097299312975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/637961097299312975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/04/aprilia-rs125-dan-scarabeo-cocok-buat.html' title='Aprilia RS125 dan Scarabeo Cocok buat Penyuka Kecepatan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9O2be4vsI/AAAAAAAAAdo/ANDZijrTA-4/s72-c/Aprilia+RS125.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-9087769855917259528</id><published>2009-04-20T00:05:00.000+07:00</published><updated>2009-04-23T00:06:52.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suzuki'/><title type='text'>Skydrive, Senjata Baru Suzuki untuk Menembus Dominasi Mio dan Vario</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9OogWmGgI/AAAAAAAAAdg/yMdyjjlzjpM/s1600-h/Skydrive.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9OogWmGgI/AAAAAAAAAdg/yMdyjjlzjpM/s200/Skydrive.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327563341989026306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Melihat sosok SkyDrive ketika diperkenalkan oleh manajemen PT Indomobil Niaga International kepada wartawan kemarin, kesannya cukup menarik. Desain lampu dan tameng depan, tutup atas setang, sayap samping, bodi di bawah jok, knalpot dan lampu belakang tampil lebih gaya dan dinamis.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Suzuki, desain Skydrive—meski nama dan penampilan mirip Skywave—diihami atau sebagian dicomot dari skutik konsepnya, SD-01 dan SD-02, yang dipamerkan pada Jakarta Motor Show akhir tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenyataan lain, ketika dipandang lebih dalam, desain dasar wajah-wajahnya mirip-mirip dengan skutik merek lain, terutama lampu depan. Desain lampu depan berbentuk tanduk atau kuping kelinci berdiri bila dilihat dari depan. Desain seperti ini sudah diaplikasikan pada dua produk Honda, yaitu Beat dan Vario serta Yamaha Mio Soul.&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;Penampilan&lt;/strong&gt;. Kombinasi wajah depan Skydrive terdiri dari  dua lampu utama—kanan dan kiri—dan sein berada di atas. Lampu dan tameng depan sangat proporsional dan memberi mampu kesan dinamis. Begitu juga dengan tutup setang atas yang hanya menggunakan satu warna dengan bentuk paruh burung.&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lampu belakang juga menarik dengan. Lebih aerodinamis, lebih ceper karena desain bagian belakang ini lebih lebar. Lampu terdiri dari merah (di tengah) dan putih di samping.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lantai dek depan desainnya rata—tidak ada lagi bonggol seperti Skywave—sama dengan Spin atau skutik lainnya. Dengan ini bisa menghilangkan salah satu yang fitur yang kurang disukai konsumen dari Skywave kendati penampilannya gaya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bodi di bawah jok jauh lebih manis dengan lekukan barunya. Dan bila dilihat dari samping, Skydrive tampak lebih gagah. Kombinasi tameng depan dan sepatbor terintegrasi membentuk postur skutik yang aerodinamis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fitur lain yang menarik adalah pelek &lt;em&gt;casting&lt;/em&gt; atau sport. Penampilan skutik ini pun makin &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt;. Lainnya yang juga menarik adalah desain panel instrumen. Speedometer menggunakan desain bulat yang berada di tengah-tengah antara indikator bensin di kanan dan indikator lampu besar serta sein di kiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Desain tatakan kaki belakang buat boncengan juga bagus yang dibuat dari aluminium. Sedangkan knalpot mirip dengan Skywave.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan lainnya dengan Skywave, posisi sokbreker belakang. Pada SkyDrive berada di sebelah kiri, sama dengan Spin atau skutik lainnya, sedangkan Skywave berada di kanan atau di atas knalpot.&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;Performa&lt;/strong&gt;. Mesin sama dengan Spin, berkapasitas 125 cc. Begitu juga dengan sistem lain, termasuk pemasokan bahan bakar yang masih menggunakan karburator dan pengapian CDI-DC.&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan mengandalkan mesin Spin, Skydrive unggul untuk performa dibandingkan dengan kompetitornya dari produk lain. Berdasarkan tes yang dilakukan oleh Suzuki, hasilnya adalah sebagai berikut.&lt;/p&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(89, 89, 89) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Item&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Skydrive&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Vario&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Mio&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(89, 89, 89) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Tenaga maks.                                kW@rpm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;6,9  @7.5000&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;6,7 @8.000&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;6,2@8.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(89, 89, 89) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Torsi maks.                                   kW@rpm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;9,6 @6.500&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;9,0@6.000&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;8,2@6.500&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(89, 89, 89) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Kecepatan top                                        kpj&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;101,9&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;98,5&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;97,6&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(89, 89, 89) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Sprint 0–200 meter                                detik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;13,1&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;13,5&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;13,7&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(89, 89, 89) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Akselerasi 0-200 m @50 kpj                detik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;10,3&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;10,5&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;10,5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(89, 89, 89) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Konsumsi bahan bakar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;(Euro-2Mode)                                        kpl&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;41,0&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;41,0&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;38,0&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(89, 89, 89) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Kapasitas mesin                                     (cc)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;124&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;108&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" align="center"&gt;114&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harga&lt;/strong&gt;. Suzuki memposisikan Skydrive antara Spin dan Skywave. Karena itulah mereka mematok harga sekitar Rp 13.000.000 (&lt;em&gt;on the road&lt;/em&gt;). Adapun kompetitor terdekat juga menawarkan harga yang sama, terutama Yamaha (Mio Soul) dan yang paling mahal adalah Vario (Rp 14.500.000).&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dibandingkan dengan produk Suzuki lainnya, Spin Knight Rider, tidak jauh berbeda. Karena versi tersebut ditawarkan Suzuki dengan harga Rp 12.825.000. Berikut perbandingan harga Skydrive dibandingkan kompetitor terdekatnya.&lt;/p&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(64, 64, 64) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 87.05pt;" valign="top" width="116"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Merek&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 97.5pt;" valign="top" width="130" align="center"&gt;&lt;strong&gt;SkyDrive&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 87.05pt;" valign="top" width="116" align="center"&gt;&lt;strong&gt;SkyWave&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 93.45pt;" valign="top" width="125" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Vario&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 97.05pt;" valign="top" width="129" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Mio Soul&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(64, 64, 64) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 87.05pt;color:-moz-use-text-color;" valign="top" width="116"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Harga Rp&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 97.5pt;" valign="top" width="130" align="right"&gt;13.000.000&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 87.05pt;" valign="top" width="116" align="right"&gt;14.500.000&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(253, 233, 217) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 93.45pt;" valign="top" width="125" align="right"&gt;14.650.000&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(229, 223, 236) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 97.05pt;" valign="top" width="129" align="right"&gt;13.000.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;. Dari tiga kriteria di atas, penampilan, performa dan harga (produk), Skydrive layak menjadi pilihan utama dibandingkan kompetitornya.&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Meski begitu, dalam menentukan pembelian atau diterimanya sebuah produk di masyarakat juga ditentukan oleh faktor nonproduk. Malah aspek ini merupakan faktor yang sangat menentukan. Misalnya, kepercayaan konsumen terhadap produk sebelumnya, kualitas layanan, keampuhan promosi, distribusi,&lt;em&gt; support&lt;/em&gt; keuangan (pembelian kredit) plus kemampuan manajemen Suzuki dan jaringannya meyakinkan konsumen untuk memperoleh produk, harga dengan layanan yang terbaik?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-9087769855917259528?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/9087769855917259528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=9087769855917259528' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9087769855917259528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9087769855917259528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/04/skydrive-senjata-baru-suzuki-untuk.html' title='Skydrive, Senjata Baru Suzuki untuk Menembus Dominasi Mio dan Vario'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9OogWmGgI/AAAAAAAAAdg/yMdyjjlzjpM/s72-c/Skydrive.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-8892530728590907448</id><published>2009-04-17T00:03:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T00:05:17.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda CG150 dengan Teknologi Bahan Bakar Fleksi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9OQ_QoH7I/AAAAAAAAAdU/ivpqpiytKoo/s1600-h/Honda+CG150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9OQ_QoH7I/AAAAAAAAAdU/ivpqpiytKoo/s200/Honda+CG150.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327562937968631730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Melihat perkembangan teknologi otomotif di Brasil, khususnya bahan bakar, kita boleh saja iri. Pasalnya, iklim negara Amazon itu sama dengan Indonesia, yaitu tropis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pada tahun ini, tidak hanya mobil yang dijual di negara itu menggunakan teknologi bahan bakar fleksi (&lt;em&gt;flexfuel&lt;/em&gt;), tetapi juga sepeda motor. Padahal, penjualan sepeda motor Indonesia tiga kali lebih besar dari Brasil. Sebagai catatan, tahun lalu jumlah motor yang terjual di negara itu 1,91 juta unit. Bandingkan dengan Indonesia, 6,2 juta unit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pertengahan Maret ini, Honda sebagai produsen motor terbesar di negara itu (memproduksi 1,5 juta unit motor tahun lalu), memperkenalkan motor sport CG150 TITAN MIX. Menurut Honda, inilah sepeda motor pertama di dunia yang menggunakan teknologi bahan bakar fleksi, yaitu etanol dan bensin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Di Brasil, sepeda motor Honda dipasarkan oleh Moto Honda da Amazonia Ltda (HDA). Untuk bisa menggunakan bahan bakar fleksi, motor ini menggunakan sistem injeksi bahan bakar campuran. Teknologi ini dikembangkan secara independen oleh Honda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dengan harga jual setara Rp 32.100.000 atau 6.340 real, Honda Brasil berharap bisa menjual CG150 TITAN MIX ini 200.000 unit per tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dengan sistem injeksi bahan bakar campuran yang dikembangkan sendiri oleh Honda, CG150 ini, selain bisa menggunakan bensin, juga dapat mengonsumsi bioetanol. Dengan ini, emisi CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; yang telah menjadi "monster" di kota-kota besar bisa dikurangi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Ditambahkan pula, dengan teknologi ini, biaya operasional—terutama untuk bahan bakar dan perawatan—bisa dikurangi. Hal tersebut bisa diperoleh karena perbandingan kompresi mesin bisa lebih tinggi dan bekerja makin efisien. Dilaporkan juga, dengan teknologi bahan bakar fleksi ini, perbandingan kompresi mencapai 12–13,5 : 1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Di Brasil, penetrasi teknologi fleksibel bahan bakar paling tinggi di dunia, yaitu sekitar 90 persen mobil baru di Brasil&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dilengkapi dengan teknologi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur khusus teknologi bahan bakar fleksi pada motor Honda ini tidak dilengkapi dengan tangki bahan bakar kedua untuk start dingin seperti yang digunakan pada mobil. Tangki harus mempunyai paling kurang 20 persen bensin untuk mencegah terjadinya gangguan bila mesin dihidupkan pada suhu di bawah 15 derajat celsius. Untuk itu, pada panel instrumen motor ditambahkan alat yang memberitahu pengendara tentang komposisi campuran etanol dan bensin yang masih tersisa di tangki bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-8892530728590907448?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/8892530728590907448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=8892530728590907448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8892530728590907448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8892530728590907448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/04/honda-cg150-dengan-teknologi-bahan.html' title='Honda CG150 dengan Teknologi Bahan Bakar Fleksi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Se9OQ_QoH7I/AAAAAAAAAdU/ivpqpiytKoo/s72-c/Honda+CG150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-2433075508697238016</id><published>2009-03-16T22:51:00.002+07:00</published><updated>2009-03-16T22:52:30.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aprilia'/><title type='text'>Aprilia Siap Meramaikan Pasar Motor Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb51n9HcoeI/AAAAAAAAAdE/_JyIdGe9W6U/s1600-h/Aprilia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb51n9HcoeI/AAAAAAAAAdE/_JyIdGe9W6U/s200/Aprilia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313813939624911330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Persaingan pasar sepeda motor jenis sport kian marak. Pesertanya tak cuma didominasi sama Jepang (Yamaha, Suzuki, Honda, dan Kawasaki) yang mengepung India (Bajaj XCD 125). Namun, mulai April mendatang, hadir pendatang baru dari Italia, Aprilia. Pabrikan ini akan menghadirkan dua jenis sekaligus. “Kami akan membawa Aprilia Sport RS 125 cc dan RSV Superbike 1.000 cc,” ungkap Direktur PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) Nugroho Tjandrakusuma, Senin (16/3) di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tahap awal, menurut Nugroho, pihaknya akan memasukkan sekitar 5 unit yang 125 cc dan&lt;em&gt; superbike&lt;/em&gt;, dan Mei bertambah jadi 10 unit (125 cc). SKN juga menerima pesanan. Namun, waktunya sekitar 3 bulan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Soal harga cukup mengernyitkan dahi. Aprilia 125 cc dihargai sekitar Rp 90 juta, sedangkan &lt;em&gt;moge&lt;/em&gt;-nya sekitar Rp 600 juta. Guna menjamin kepuasan pemilik, SKN menjamin perawatan dan persediaan suku cadang, termasuk untuk data teknis, Kemudian, jika ada masalah, konsumen bisa mendatangi &lt;em&gt;showroom&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pangsa pasar motorsport di Tanah Air sangat kecil. Dari total &lt;em&gt;market &lt;/em&gt;secara nasional, jenis ini hanya merebut porsi sekitar 1 persen, sedangkan penjualan 2008 mencapai angka 6,2 juta unit. Adapun untuk jenis &lt;em&gt;moge&lt;/em&gt; di bawah itu lagi dan masih dilakukan para importir umum. Belum ada kompetisi pasar di kelas moge.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-2433075508697238016?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/2433075508697238016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=2433075508697238016' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2433075508697238016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/2433075508697238016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/03/aprilia-siap-meramaikan-pasar-motor.html' title='Aprilia Siap Meramaikan Pasar Motor Indonesia'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb51n9HcoeI/AAAAAAAAAdE/_JyIdGe9W6U/s72-c/Aprilia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-3388546954184541216</id><published>2009-03-16T22:49:00.001+07:00</published><updated>2009-03-16T22:51:14.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Evo 6 Karya Anak Bangsa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb51aUrCDFI/AAAAAAAAAc8/z8ybFirdd7U/s1600-h/Honda+Evo+6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb51aUrCDFI/AAAAAAAAAc8/z8ybFirdd7U/s200/Honda+Evo+6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313813705430010962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada pameran sepeda motor di JCC, Desember tahun lalu, di stan Astra Honda Motor terpajang Honda Evo 6. Ternyata, motor jenis sport yang masih konsep itu telah merasuki pikiran Ivanggar Pambudi. Sampai-sampai, pria berdomisili di Jakarta ini sulit tidur.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebetulan, Ivan punya Honda Mega Pro. Maka, kendaraan tersebut dikirim ke rumah modifikasi Tauco Custom (TC) untuk diubah menjadi Evo 6. "Pusing gue, kalau mirip banget &lt;em&gt;ama&lt;/em&gt; Evo 6 kan ribet dan pasti mahal. Pakai &lt;em&gt;pro-arm&lt;/em&gt; segala," ujar Topo Goedhel Atmodjo dari TC yang pantang menolak tantangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hasilnya, dengan mengadopsi komponen dari empat merek motor, Honda Mego Pro telah berubah wujud menjadi Evo 6. Ivan pun kini bisa tidur nyenyak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Gemuk dan padat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas dari Evo 6 terpancar dari tangki dan tutup mesin. Dua sektor ini bisa diakali Topo, terkecuali lengan ayun (&lt;em&gt;swing-arm&lt;/em&gt;), desainnya murni karya TC. Untuk tangki bahan bakar, Topo bisa menciptakan mirip konsepnya yang tidak membulat, tetapi ramping.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Di kanan kirinya ada lekukan sehingga bisa membuat kaki enak menjepit," cerita Ivan. Karya Topo paling &lt;em&gt;nyeleneh &lt;/em&gt;di &lt;em&gt;cover &lt;/em&gt;mesin bagian atas. Kalau aslinya membentuk pipa knalpot dari mesin enam silinder, Topo menirunya sebagai mesin silinder tunggal. "Pipanya terpotong dan hanya menempel. Sekilas mirip aslinya sih," bangga &lt;em&gt;builder &lt;/em&gt;yang kini ikutan balap skubek.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemakaian atribut ini mengesankan motor tampak berat di depan. Hal itu pun disadari Topo. Makanya, ia membuat &lt;em&gt;swing-arm &lt;/em&gt;yang besar. Selain itu, knalpot didesain untuk mendapatkan efek penyeimbang bodi depan dan belakang. "Meski pendek, tapi gemuk dan padat," bela Topo.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lantaran tampilan bodi sudah berubah jadi lebih kekar dan adanya pemakaian bahan pelat dalam memodifikasi, tenaga standar di motor pasti keteter. Agar bisa tetap &lt;em&gt;ngacir&lt;/em&gt;, solusinya melakukan &lt;em&gt;bore-up&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada dapur pacu, Topo memasang piston Yamaha Scorpio yang berdiameter 70 mm. Penggantiannya ini membuat kapasitas mesin terdongkrak menjadi 222,3 cc. Untuk karburator dipakai yang model &lt;em&gt;racing&lt;/em&gt;, yakni Keihin PE 28.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena motor konsep, tampilan harus terkesan modern, dan Topo ingin kesan itu ada di kreasinya. Makanya, seperti spidometer, dipakai yang berkesan &lt;em&gt;up-to-date&lt;/em&gt;. Peranti digital ini tambah keren jika penempatannya pas dan lebih menarik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hal yang dibanggakan adalah penempatan kunci kontak yang beda dari biasanya. Mengenai velg yang berkelir hitam, untuk bagian belakang, dipakai punya Aprilia. Adapun &lt;em&gt;disc brake &lt;/em&gt;dicomot dari Suzuki Satria F-150 dan setang dipilih dari merek Kawasaki Ninja&lt;strong&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-3388546954184541216?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/3388546954184541216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=3388546954184541216' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3388546954184541216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3388546954184541216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/03/honda-evo-6-karya-anak-bangsa.html' title='Honda Evo 6 Karya Anak Bangsa'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb51aUrCDFI/AAAAAAAAAc8/z8ybFirdd7U/s72-c/Honda+Evo+6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-7232750625625045113</id><published>2009-03-16T22:48:00.001+07:00</published><updated>2009-03-16T22:49:54.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha V-ixion Dimodifikasi untuk Touring Jarak Jauh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb51Fbs7MFI/AAAAAAAAAc0/8YYCqkurkGs/s1600-h/Yamaha+V-ixion.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb51Fbs7MFI/AAAAAAAAAc0/8YYCqkurkGs/s200/Yamaha+V-ixion.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313813346539745362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Seperti apa&lt;/strong&gt; sih motor yang ideal untuk diajak &lt;em&gt;touring&lt;/em&gt; jarak jauh? Nih, kebetulan Dede Ridwan sedang mempersiapkan Yamaha V-ixion untuk mewujudkan ambisinya melakukan perjalanan panjang. Rutenya tidak kepalang tanggung jauh, start dari Sabang, dan &lt;em&gt;finish&lt;/em&gt; di Merauke. Mau tak mau, standar motor berlambang garputala berjenis sport ini harus diubah ke gaya &lt;em&gt;touring&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Motor pun diserahkan ke rumah modifikasi Tauco Custom (TC). Suspensi standar depan dan belakang masih dipertahankan karena, menurut Topo Goedhel Atmojo dari TC, si pemilik motor enggak pede sama &lt;em&gt;shockbreaker&lt;/em&gt; limbah. Namun, lengan ayun harus dirombak agar bisa dipakai ukuran ban lebih lebar dari standarnya yang cuma 110.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, &lt;em&gt;swing-arm&lt;/em&gt; standar V-ixion di-&lt;em&gt;custom&lt;/em&gt; ulang dan ban ukuran 140 bisa masuk. Lengan ayun baru ini, selain lebih &lt;em&gt;ngangkang,&lt;/em&gt; juga tampak kokoh karena dimensi jadi besar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan kenikmatan selama &lt;em&gt;touring&lt;/em&gt;, posisi &lt;em&gt;riding&lt;/em&gt; sangat menentukan. Makanya, selain rangka di-&lt;em&gt;custom&lt;/em&gt; ulang, desain jok juga dibuat sesuai dengan postur pengendara. Malah, bagian itu dibuat lekuk yang cukup dalam dengan fungsi menahan pantat pengendara.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memang, ubahan ini bikin motor jadi terkesan menungging dan membuat posisi duduk penumpang menjadi terlalu tinggi. Namun, rencananya, Dede melakukan &lt;em&gt;touring &lt;/em&gt;sendirian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ubahan lainnya tampak pada setang. Di sini, Topo mengadopsinya dari Kawasaki Ninja. Begitu juga lampu belakang. Bila selama ini pemodifikasi banyak memilih Bajaj Pulsar, TC menjatuhkan pilihannya pada milik Bajaj XCD 125. "Hal ini karena menyesuaikan desain buntut yang &lt;em&gt;nungging&lt;/em&gt;," sebut Topo yang mengganti knalpot standar dengan karya desainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-7232750625625045113?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/7232750625625045113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=7232750625625045113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7232750625625045113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7232750625625045113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/03/yamaha-v-ixion-dimodifikasi-untuk.html' title='Yamaha V-ixion Dimodifikasi untuk Touring Jarak Jauh'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb51Fbs7MFI/AAAAAAAAAc0/8YYCqkurkGs/s72-c/Yamaha+V-ixion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-8593476738045993024</id><published>2009-03-10T22:53:00.001+07:00</published><updated>2009-03-16T22:54:31.275+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Bulldog yang Bercula</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb52KSGMS3I/AAAAAAAAAdM/Go99j0aUEfM/s1600-h/Honda+Bulldog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb52KSGMS3I/AAAAAAAAAdM/Go99j0aUEfM/s200/Honda+Bulldog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313814529372343154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Anjing jenis&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;bulldog&lt;/em&gt; kalau dilihat dari depan tampangnya jelek banget, tetapi terkesan galak. Nah, Agus Djanuar dari rumah modifikasi XK Bike Design Purwokerto, Jawa Tengah, telah memodifikasi Honda GL Pro 1997 berparas &lt;em&gt;bulldog&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kebayang dong kalau ditatap dari depan sampai ke samping kesangarannya. "Bertema &lt;em&gt;bulldog&lt;/em&gt; dengan ciri penuh di depan dan minimalis di belakang," jelas Agus. Boleh jadi, karyanya itu sebagai virus baru di 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perombakan GL Pro dilakukan oleh kru XK Bike Design, Wawang Cool, yang sudah &lt;em&gt;ngelotok&lt;/em&gt; di soal permak bodi dengan bahan &lt;em&gt;fiberglass&lt;/em&gt;. Hebatnya, karyanya itu gabungan &lt;em&gt;bulldog &lt;/em&gt;dengan &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt; West Jateng Style (WJS). Di sini ditonjolkan bentuk dan guratan runcing sebagai tekstur kontur. Ciri utamanya, tegas Wawang, kontur menyiku dan cenderung lancip serta &lt;em&gt;shroud&lt;/em&gt; yang penuh menutupi bodi hingga ke arah depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri kental WJS berupa tangki kecil masih kuat menempel di GL Pro. Menariknya, desain penyimpan bahan bakar ini unik, yakni ada cula seperti pada badak. Lebih spesifiknya, seperti pegangan tangan pada kuda rodeo. Pada tangki itu bukan sekadar variasi, fungsinya sebagai corong filter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tidak mengganggu saat berkendara. Justru, dengan memakai setang model lurus yang panjang hanya 80 cm, lebih mudah &lt;em&gt;handling&lt;/em&gt;-nya. Materialnya menggunakan Indonesian Steel Tube Work.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreasi menarik lainnya, coba lirik lampu belakangnya. Dengan buntut yang pendek menjadi manis dipakai lampu dari Honda CS-1 yang cocok dan pas. Bukan sekadar pemanis saja, tetapi tetap fungsional dan punya estetika. Sayangnya, &lt;em&gt;bulldog &lt;/em&gt;GL Pro ini berubah sifat menjadi egois, tanpa bisa membawa penumpang.&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-8593476738045993024?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/8593476738045993024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=8593476738045993024' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8593476738045993024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8593476738045993024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/03/honda-bulldog-yang-bercula.html' title='Honda Bulldog yang Bercula'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/Sb52KSGMS3I/AAAAAAAAAdM/Go99j0aUEfM/s72-c/Honda+Bulldog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-8552463554237252167</id><published>2009-02-25T23:57:00.001+07:00</published><updated>2009-02-25T23:58:48.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Awas Terkecoh! Ini Bukan Moge Asli</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV4tln_PUI/AAAAAAAAAcU/o6-LTtNipQQ/s1600-h/Bukan+Moge+Asli.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV4tln_PUI/AAAAAAAAAcU/o6-LTtNipQQ/s200/Bukan+Moge+Asli.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306780460515278146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Anda pengagum&lt;/strong&gt; berat moge, tapi masih sebatas mimpi untuk mendapatkannya. Kalau punya motor jenis sport, bawa ke Dave Motor Concept (DMC). Rumah modifikasi roda dua itu bisa menyulap jadi bongsor seperti sudah dilakukannya pada Yamaha Scorpio.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski mengadopsi limbah moge, tapi Budi Tricahyono, sang juragan DMC, tidak serampangan. Kalau saja lambang garputala yang menempel di tangki dilepas, Anda pasti menebaknya moge; terlebih ketika melirik ke bagian kaki-kaki.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti pemakaian velg, itu diambil dari Kawasaki ZX750. Namun, lengan ayunnya (&lt;em&gt;swing arm&lt;/em&gt;) yang asli masih dipertahankan Budi. Ia meng-&lt;em&gt;custom &lt;/em&gt;ulang agar serasi dengan velg lebar 5,5 inci itu. Caranya, lengan ayun dibentuk lebih mengangkang agar ban profil 180/60 bisa menggelinding mulus.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain&lt;em&gt; swing-arm&lt;/em&gt;, peredam kejut &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt; juga dipertahankan, kecuali dudukan dibikin ulang. Pertimbangannya, peredam itu dinilai cukup kuat menopang bodi yang sekarang lebih berat lantaran sudah di-&lt;em&gt;custom &lt;/em&gt;dengan pelat galvanis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk bodi, Budi tadinya sempat terpikir ingin meniru &lt;em&gt;full&lt;/em&gt; Suzuki GSX, tetapi kurang menarik dan banyak penyesuaian. “Hanya desain&lt;em&gt; fairing&lt;/em&gt; yang sedikit mengambil ide GSX,” tegas Budi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk lampu depan pun bukan GSX asli, tapi berupa variasi. “Yang penting, tampilan Scorpio sudah berubah drastis,” bangganya. Kemudian, penutup bodi itu oleh Budi diberi lubang-lubang, bukan sebagai pemanis, melainkan sebagai jalur udara agar dapur pacu tidak &lt;em&gt;overheat,&lt;/em&gt; termasuk di depan mesin juga dibuat lubang angin yang ditutup kawat nyamuk.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, perhatikan lampu-lampu. Untuk lampu rem, itu dicomot dari skubek. “Kami pilih &lt;em&gt;stop lamp&lt;/em&gt; Vario. Cukup ambil bagian tengah lampu,” bocor Budi. Bentuknya didesain sedemikian rupa sehingga bisa &lt;em&gt;nemplok &lt;/em&gt;di buritan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manisnya lagi, posisi  ujung &lt;em&gt;muffler&lt;/em&gt; yang model ganda berada di bawah lampu. Pas secara penempatan dan ukuran, serta tidak mengaburkan tampilan belakang secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-8552463554237252167?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/8552463554237252167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=8552463554237252167' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8552463554237252167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8552463554237252167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/awas-terkecoh-ini-bukan-moge-asli.html' title='Awas Terkecoh! Ini Bukan Moge Asli'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV4tln_PUI/AAAAAAAAAcU/o6-LTtNipQQ/s72-c/Bukan+Moge+Asli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-9107616211861644836</id><published>2009-02-24T23:58:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T00:01:44.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suzuki'/><title type='text'>Virus Streetfighter Serang Builders Purwokerto</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV5TriEy1I/AAAAAAAAAcc/XeTKoe6BfPA/s1600-h/Suzuki+Thunder.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV5TriEy1I/AAAAAAAAAcc/XeTKoe6BfPA/s200/Suzuki+Thunder.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306781114936118098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Para &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;builder&lt;/em&gt; dari Purwokerto lagi terserang virus &lt;em&gt;streetfighter.&lt;/em&gt; Nih, tengok karya Mugi Eling dari West Jateng Style (WJS) dengan Suzuki Thunder 2007 dan Wanto berbendera Billy Custom (BC) melalui Honda Mega Pro 2007. Menariknya, konsep kedua modifikator agak berbeda.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Honda Mega Pro&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wanto banyak menggunakan bahan pelat besi 0,8 mm lantaran di tempat tinggalnya di Karang Lewas banyak kerajinan bambu, pelat, dan besi. Ia mengaku agak repot mengandalkan pelat untuk bodi karena dituntut ketelitian. Meleset sedikit saja bisa merusak patokan awal. Namun, pertimbangan Wanto pilih pelat besi lebih murah dari &lt;em&gt;fiberglass.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siapa sangka keterampilan tangan &lt;em&gt;builder&lt;/em&gt; bernama lengkap Suswanto ini bikin motor milik Kuswandi dari Karawang begitu rapi, simpel, tapi penuh estetika. "Hanya butuh kerja keras saat menyambung antarpelat. Harus sabar kala mengampelas biar benar-benar rapi," kiatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV5Twy2awI/AAAAAAAAAck/QE_qpXgsFiQ/s1600-h/Honda+Mega+Pro.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV5Twy2awI/AAAAAAAAAck/QE_qpXgsFiQ/s200/Honda+Mega+Pro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306781116348656386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk mengubah bentuk, ia mengaku tidak terpaku pada satu konsep. Hanya melihat motor konsep melalui internet dan majalah, lalu dikombinasi &lt;em&gt;taste-&lt;/em&gt;nya. Kreasi Wanto yang punya peran besar adalah sayap pada tangki. Bukan sekadar pemanis, "Fungsinya sebagai corong pengalir udara ke mesin agar tetap adem," urai pria yang buka gerai di Jl Kertawibawa, Karang Lewas, Purwokerto, Jawa Tengah, ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Acungan jempol patut diberikan dalam sisi pengetokan dan detailnya. Seperti bagian corong dikasih kawat nyamuk yang ukuran lubangnya lebih besar. &lt;em&gt;Trus&lt;/em&gt;, unsur variasi sebagian besar &lt;em&gt;handmade&lt;/em&gt; dan memanfaatkan dari motor harian yang ada.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di antaranya lengan ayun (&lt;em&gt;swing arm&lt;/em&gt;) custom bergaya pisang &lt;em&gt;(banana&lt;/em&gt;). Bermodalkan pelat 4mm, garapannya tampak menarik. Sayang, pemakaian ban depan kurang besar dan tidak seimbang dengan dimensi cakramnya. "Kaki-kaki belum digarap semua, termasuk depan, tapi &lt;em&gt;keburu &lt;/em&gt;diambil yang punya," bela Wanto.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Suzuki Thunder&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perhatikan aliran &lt;em&gt;streetfighter &lt;/em&gt;garapan Mugi Eling pada Suzuki Thunder milik Hendra Sakti dari Cilacap, Jawa Tengah. Bahannya mengandalkan &lt;em&gt;fiberglass &lt;/em&gt;untuk bodi yang menonjolkan aksen siku dan penuh sudut itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kontur sudut itu, menurut Mugi, membentuk bidang yang ditangkap secara visual oleh mata. Tak heran, dari depan bisa dilihat &lt;em&gt;shroud&lt;/em&gt; yang bergaya runcing dan panjang hingga menutupi seluruh mesin. "Desain panjang ini juga jadi acuan modif 2009, cenderung punya bentuk besar di depan dan kecil di belakang," ungkap U'i—sapaan akrab Mugi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain pada sayap di tangki, perbedaan lain &lt;em&gt;streetfighter &lt;/em&gt;dari Mugi sama punya Wanto tampak pada kaki-kaki belakang. Model lengan ayun ditambah besi kotak 4 mm sebagai pemanis membuat tampilan  lebih kekar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-9107616211861644836?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/9107616211861644836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=9107616211861644836' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9107616211861644836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9107616211861644836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/virus-streetfighter-serang-builders.html' title='Virus Streetfighter Serang Builders Purwokerto'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV5TriEy1I/AAAAAAAAAcc/XeTKoe6BfPA/s72-c/Suzuki+Thunder.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4707374575662394781</id><published>2009-02-24T23:52:00.001+07:00</published><updated>2009-02-25T23:53:48.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Ciamik! Yamaha Mio Bergaya Balap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV3jzq4QCI/AAAAAAAAAcE/eOH0fCHGl-Q/s1600-h/Yamaha+Mio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV3jzq4QCI/AAAAAAAAAcE/eOH0fCHGl-Q/s200/Yamaha+Mio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306779192975179810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Yamaha Mio &lt;/strong&gt;berubah kelamin, sudah itu, tampilannya &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt; yang paling natural. Itu yang susah, dan menjadi nilai lebih buat Antonius Chandra yang memodifikasi skubek berlambang garputala ini. Bayangkan, kerangka sudah dipotong oleh bos Ton’s Chrome itu. Namun, dimensinya masih mengikuti aslinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Diakui oleh Antonius, rangka belakang yang dipotongnya mulai dari pegangan mesin. Sebagai gantinya, bagian itu dibuat dari pipa bulat sepanjang 60 cm. Perubahan ini tak lain untuk mendapatkan efek &lt;em&gt;nungging&lt;/em&gt; yang menjadi ciri khas motor sport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain buritan &lt;em&gt;nungging&lt;/em&gt;, kerangka &lt;em&gt;deltabox&lt;/em&gt; yang menjadi ciri khas motor sport tidak diabaikan Antonius. Meski di sini bikinannya bukan sebagai sasis, “Sekadar variasi untuk menahan tangki sekalian sebagai &lt;em&gt;bracket footstep&lt;/em&gt;,” tegas Antonius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup bodi&lt;em&gt; (fairing) &lt;/em&gt;dibuat sederhana tanpa banyak lekukan aneh. Ini disengaja dilakukan karena mengacu pada motor balap. Namun, pengerjaannya tetap mempertimbangkan hambatan angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bagian depan, agar sesuai tema, Antonius tidak mau ceroboh; terutama dalam pemakaian lampu karena, kalau salah pilih, bisa berantakan. Akhirnya, “Gue enggak mau &lt;em&gt;gambling&lt;/em&gt;, makanya comot &lt;em&gt;aja &lt;/em&gt;punya Honda CBR R150, kan sudah pasti &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt;,” bilang Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian buntut, model balap yang udah kental diperkuat lagi dengan bentuk knalpot. Model &lt;em&gt;undertail &lt;/em&gt;sepasang, kata pria yang terobsesi meng-&lt;em&gt;custom &lt;/em&gt;Harley-Davidson ini, sengaja dilapis krom agar tampak &lt;em&gt;clean&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harmonisasi bagian belakang kian kuat dengan adanya pemakaian lampu rem Suzuki Shogun. Walau kecil, lanjut Anton, itu fungsional dan bikin asyik tampilan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4707374575662394781?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4707374575662394781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4707374575662394781' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4707374575662394781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4707374575662394781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/ciamik-yamaha-mio-bergaya-balap.html' title='Ciamik! Yamaha Mio Bergaya Balap'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV3jzq4QCI/AAAAAAAAAcE/eOH0fCHGl-Q/s72-c/Yamaha+Mio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-8882399991721089764</id><published>2009-02-23T23:49:00.001+07:00</published><updated>2009-02-25T23:51:31.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Mission One, Motor Listrik Tercepat di Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV27MVg3wI/AAAAAAAAAb0/lqt_N23aASw/s1600-h/Mission+One.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV27MVg3wI/AAAAAAAAAb0/lqt_N23aASw/s200/Mission+One.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306778495221817090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Teknologi&lt;/strong&gt; sepeda motor murni listrik sebagai sumber energinya makin berkembang. Hasilnya, performa motor jenis ini makin hebat dan bisa menyamai versi balap yang menggunakan mesin bensin. Itulah yang dilakukan Mission Motors, sebuah perusahaan kecil dari San Francisco, California, dengan menghadirkan &lt;em&gt;sportbike&lt;/em&gt; listrik, Mission One.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kendati belum diproduksi, perusahaan tersebut langsung mengklaimnya sebagai sepeda motor listrik tercepat di dunia. Kemampuan yang dibanggakan, ia bisa dikebut mencapai kecepatan 240 km/jam. Kehebatan lainnya, motor listrik yang digunakan sebagai penggerak sepeda motor tersebut menghasilkan torsi 13,8 kgf-m pada nol rpm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Mission One yang terakhir dipastikan tidak akan bisa ditandingi sepeda motor yang mengandalkan mesin bensin. Padahal, dengan torsi besar yang bisa diperoleh saat motor mulai dijalankan atau begitu grip gas diputar, ia dipastikan langsung ‘&lt;em&gt;ngacir&lt;/em&gt;’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanpa Kopling&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan motor listrik, prosedur pengoperasian sepeda motor ini jadi lebih sederhana. Sepeda motor ini tidak perlu lagi dilengkapi dengan kopling. Meski tetap dilengkapi dengan transmisi, ia hanya punya satu percepatan. Alhasil, pengendaranya tak perlu ribet ganti-ganti gigi ketika masuk dan keluar dari tikungan. Ingin pelan, cukup dengan mengendorkan grip gas, dan bila tancap lagi, grip gas ditarik lagi. Itulah kehebatan lain dari &lt;em&gt;sportbike &lt;/em&gt;listrik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur lain yang dibanggakan dan dijadikan simbol motor masa depan adalah &lt;em&gt;zero emission&lt;/em&gt; plus penampilannya yang dinilai akan menjadi ikon baru. Dengan ciri khasnya, &lt;em&gt;sportbike &lt;/em&gt;listrik ini penampilannya jauh lebih  ‘bersih’ dibandingkan motor konvensional bermesin bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah menarik, terutama bagi mereka yang berkecimpung di bidang TI (teknologi informasi), Mission One boleh juga sebagai wahana baru untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilannya. Pasalnya, motor ini dilengkapi dengan sistem akuisisi data dan bisa dihubungkan ke laptop tanpa menggunakan kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara demikian, tingkah laku motor selama dikebut bisa diketahui langsung dan diunduh (&lt;em&gt;download&lt;/em&gt;) langsung ke komputer. Lantas bila ingin mengutak-atiknya agar sesuai dengan gaya mengendara pemiliknya, kita tidak perlu lagi mengandalkan kunci inggris dan obeng. Cukup dengan menggunakan laptop. Sip kan! Fitur-fitur tersebutlah yang sangat dibanggakan Mission Motors pada produk perdananya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanpa Deru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali melihat motor ini, kesannya adalah culun atau terlalu bersih. Bodi terbungkus rapi tanpa tonjolan. Di samping dan belakangnya, tidak ada knalpot yang mencuat. Dan itulah kehebatan dari motor listrik ini. Sumber energi, penggerak, dan transmisi bisa disatukan dan dikemas dengan rapi. Tak perlu pendinginan seperti mesin yang digunakan sepeda motor umumnya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas lain, motor ini tidak menimbulkan suara berisik meski dikebut habis. Bagi mereka yang terbiasa dengan motor balap atau Harley, kondisi ini tentu saja jadi janggal. Tidak ada ‘&lt;em&gt;greng&lt;/em&gt;’-nya yang justru dijadikan ciri dan dibanggakan. Persisnya, Mission One melaju tanpa deru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mantap lagi, menurut Mission Motors, dengan mengandalkan motor listrik, cara dan biaya perawatan lebih gampang dan murah. Pasalnya, motor ini tidak memerlukan penggantian oli, busi, setel klep, dan seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena &lt;em&gt;sportbike&lt;/em&gt; listrik belum begitu populer, Mission Motors berusaha menarik minat para &lt;em&gt; bikers &lt;/em&gt;dengan mengadopsi rekayasa dan penampilan motor balap pada Mission One. Hal tersebut terlihat pada suspensi belakang yang &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt;. Bahkan, peredam kejut, baik depan maupun belakang, dipilihkan Ohlins yang umumnya digunakan pada motor-motor balap. Bahkan komponen pun pakai buatan Brembo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan produksi terbatas, teknologi yang masih baru, plus menggunakan komponen yang kualitasnya terjamin seperti yang disebutkan di atas, mengakibatkan harga motor ini jadi sangat mahal. Ketika diperkenalkan, Mission Motors menawarkan harga 68.995 dollas AS per unit atau sama dengan Rp 815.865.875. Kalau sudah begini, hanya kalangan terentu yang mampu membelinya. Karena itu pula, versi perdana diproduksi terbatas 50 unit saja. Bagi mereka yang menginginkannya, unit pun diterima tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Regenerative Braking&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sumber penggerak, digunakan motor listrik linear arus bolak-balik (AC) 3-fase. Tidak disebutkan kemampuan motor dalam menghasilkan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja baterai &lt;em&gt;lithium-ion&lt;/em&gt;, sekali isi dapat digunakan untuk menempuh jarak 240 km. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisinya sampai penuh tergantung pada tegangan. Bila tegangan 220 volt, waktu pengisian 2,5 jam; dan 8 jam untuk 110 volt.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fitur lain yang ditawarkan adalah &lt;em&gt;regenerative braking&lt;/em&gt;. Teknologi ini mengubah energi kinetik akibat motor direm menjadi listrik, kemudian disimpan di baterai. Dengan demikian, efisiensi konversi energi benar-benar efisien.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-8882399991721089764?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/8882399991721089764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=8882399991721089764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8882399991721089764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8882399991721089764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/mission-one-motor-listrik-tercepat-di.html' title='Mission One, Motor Listrik Tercepat di Dunia'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV27MVg3wI/AAAAAAAAAb0/lqt_N23aASw/s72-c/Mission+One.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-3051083682108078504</id><published>2009-02-23T00:04:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T00:05:27.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suzuki'/><title type='text'>Suzuki Spin Pakai Undur-Undur Unik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV6PEG8aOI/AAAAAAAAAcs/rjxwdRmTaH0/s1600-h/Suzuki+Spin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV6PEG8aOI/AAAAAAAAAcs/rjxwdRmTaH0/s200/Suzuki+Spin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306782135145490658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Penggarapan Suzuki&lt;/strong&gt; Spin 125 2007 milik Agus Mardiyanto dari Cipinang, Jakarta Timur, yang disulap jadi &lt;em&gt;low rider&lt;/em&gt; sangat rapi. Meski tampilannya tidak terlalu ekstrem, tetapi, diakui Wahidin selaku modifikator, sangat sulit mengingat konstruksi &lt;em&gt;engine mounting&lt;/em&gt; dan lengan ayun (&lt;em&gt;swing arm&lt;/em&gt;) agak lain dengan skubek Yamaha Mio atau Honda Vario.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi Wahidin, tak ada kata menyerah dalam memodifikasi motor; termasuk pada Suzuki Spin, sekalipun pegangan mesin berbentuk huruf U. Keraguan juragan Anggrek Motor ini adalah, jika memakai undur-undur, lazimnya akan melintir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Solusinya, komponen itu dirancang sendiri. Antara batang yang di kanan dan yang di kiri, jelas Wahidin, disambungkan dengan pelat yang tebalnya 4 mm dan panjangnya sampai 15 cm. Setelah dijajal, barulah itu dirasa aman dan layak jalan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata, persoalan belum beres. Wahidin harus berpikir untuk posisi &lt;em&gt;shockbreaker&lt;/em&gt;. Masalahnya, ia enggak mau merusak banyak bagian belakang sehingga, jika ingin dibikin standar lagi, enggak repot. Alhasil, dibuatkan beberapa dudukan baru seperti untuk pegangan atas dengan menggunakan pipa 3/4 inci yang disambungkan atau ditembus ke sasis kemudian diikat pakai baut 12.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun untuk pegangan bawah, "&lt;em&gt;Bracket &lt;/em&gt;dipasang di atas mesin atau persis di atas kipas," papar Wahidin. Materialnya berupa pelat 4 mm dan &lt;em&gt;shockbreaker&lt;/em&gt;-nya dipilih dari Yamaha Jupiter MX karena dimensi dan tingkat kekerasannya sesuai. Wahidin mengingatkan, jangan pakai &lt;em&gt;shockbreaker&lt;/em&gt; yang keras lantaran roda belakang sudah berubah dan menahan beban yang sangat berat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang patut diacungi jempol dari karya Wahidin, jika dilihat dari samping, wujud knalpot tak tampak. Bagian itu sengaja disembunyikan dengan tujuan lebih pada estetika dan kenyamanan. Jika diletakkan di samping, katanya, itu akan mengaburkan kesan ekstrem velg. Model &lt;em&gt;undertail &lt;/em&gt;pasti mentok ke bodi karena keduanya sudah dicoba.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keunikan lainnya, perhatikan lampu utama. Rancangannya mirip paruh burung elang yang ujung lancip bagian bawahnya simeteris dengan sepatbor. Awalnya, dengan memakai &lt;em&gt;head lamp &lt;/em&gt;Suzuki Skywave, modelnya dibikin &lt;em&gt;belo&lt;/em&gt;. Namun, ada kekeliruan dalam desain bodi, bikin lampunya jadi sipit, &lt;em&gt;deh.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-3051083682108078504?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/3051083682108078504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=3051083682108078504' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3051083682108078504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3051083682108078504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/suzuki-spin-pakai-undur-undur-unik.html' title='Suzuki Spin Pakai Undur-Undur Unik'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV6PEG8aOI/AAAAAAAAAcs/rjxwdRmTaH0/s72-c/Suzuki+Spin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-954073417874712007</id><published>2009-02-22T23:53:00.000+07:00</published><updated>2009-02-25T23:57:20.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Absolute Revo 110: Penampilan Atraktif, Harga Kompetitif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV4XqprQ4I/AAAAAAAAAcM/QtFzZv6REy8/s1600-h/Absolute+Revo+110.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV4XqprQ4I/AAAAAAAAAcM/QtFzZv6REy8/s200/Absolute+Revo+110.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306780083907412866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PT Astra Honda Motor (AHM), produsen sepeda motor nomor satu di Indonesia, makin agresif melakukan penetrasi pasar. Bahkan dalam situasi dan kondisi ekonomi seperti sekarang, Honda meluncurkan produk terbarunya, yaitu motor bebek Absolute Revo 110. Motor baru ini sekaligus sebagai pengganti Fit X dan Revo bermesin 100 cc.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan penampilan yang atraktif dan mesin yang sudah dikenal irit, Absolute Revo akan menjadi saingan utama Yamaha Vega ZR yang diluncurkan awal Desember lalu. Keduanya menggunakan mesin berkapasitas 110 cc.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk harga, Honda lebih kompetitif. Absolute Revo dengan velg jari-jari ditawarkan seharga Rp 11,6 juta, sedangkan Vega ZR Rp 11,8 juta. Varian lainnya adalah velg &lt;em&gt;casting wheel&lt;/em&gt; dengan bodi dua warna, Rp 12,9 juta; dan velg &lt;em&gt;casting wheel&lt;/em&gt; DX dengan bodi tiga warna, Rp 13,5 juta. Ini kejutan bagi konsumen motor di Indonesia karena biasanya Honda selalu mematok harga lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Penampilan&lt;/strong&gt;. Absolute Revo sebenarnya bisa dikatakan kembaran Blade dengan target berbeda. Blade ditargetkan buat anak muda yang mengutamakan penampilan yang lebih gaya dan &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt;, sedangkan Absolute Revo ditargetkan bagi semua kalangan dengan pertimbangan harga yang lebih terjangkau, tetapi tetap bisa tampil gaya. Karena itu pula, desain Absolute Revo berbeda dengan Blade.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Honda menyebut konsep Absolute Revo dengan “&lt;em&gt;Smart Styling&lt;/em&gt;”, “&lt;em&gt;Smart Performance&lt;/em&gt;”, dan “&lt;em&gt;Smart Convenient&lt;/em&gt;”. Bagian bebek yang dirancang secara khusus dan menjadi ciri khas Absolute Revo adalah lampu depan, sayap samping (&lt;em&gt;leg shield&lt;/em&gt;), panel instrumen, panel saklar kontrol, kunci kontak, grip atau pegangan belakang, lampu kombinasi belakang, dan knalpot.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Desain lampu depan meski sama dengan Blade, yaitu model mahkota, pada Absolute Revo ukurannya lebih kecil dan dipasang pada bagian atas setang. Dengan ini, sorotan lampu mengikuti gerakan setang. Pada Blade, lampu depan dipasang pada tutup rangka depan. Lampu utama, termasuk lampu senja, disatukan dengan sein yang menggunakan mika atau tutup putih dan bola lampu kuning. Tipe lampu depan adalah multireflektor yang menghasilkan cahaya lebih terang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Panel instrumen juga didesain dengan bentuk berbeda. Untuk ini, Honda menggunakan desain segi lima. Angka-angka dibuat dalam ukuran besar dan mudah dilihat saat motor lagi dipacu. Instrumen terdiri dari dua bagian. Bagian dalam, &lt;em&gt;speedometer&lt;/em&gt;, indikator bensin dan odometer. Adapun bagian luar terdapat indikator posisi gigi dan lampu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Konsep baru dan khusus Absolute Revo adalah penempatan saklar pada setang. Gerakan dari saklar tidak vertikal atau turun naik, tetapi horizontal, ke kanan dan kiri. Bahkan, untuk klakson berada di atas saklar lampu sein.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kunci kontak menggunakan model yang banyak digunakan motor-motor masa kini. Dilengkapi dengan penutup yang bekerja secara otomatis. Untuk memudahkan melihat posisi kunci kontak di malam hari, permukaan tulisan pada kunci kontak, seperti ON, OFF , Ignition, Lock, dan Shut diberi lapisan fosfor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih di bagian depan, sayap samping dirancang dengan format 3D. Kendati ukurannya agak praktis, tetapi tetap memberi kesan gagah dan bersih terhadap penampilan motor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Grip atau pegangan belakang dirancang dengan bentuk motor-motor masa kini dan dibuat dari besi. Meski begitu, agar nyaman dipegang, grip dilapisi dengan PVC kenyal, seperti karet dan bertekstur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari semua bagian yang tak kalah menarik dan membuat penampilan Absolute gagah adalah knalpot berbentuk oval dengan bagian tengah dicat hitam. Tatakan kaki buat boncengan bagian utamanya dipasangkan langsung ke rangka atau tidak berada pada lengan ayun. Dengan cara ini, getaran pada kaki boncengan bisa dikurangi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tambahan lain adalah pelindung panas mesin di sisi sebelah kanan, pelindung khusus &lt;em&gt;shock absorber &lt;/em&gt;belakang atau tidak mudah kena debu serta aki MF atau kering. Juga ada &lt;em&gt;stopper &lt;/em&gt;yang mencegah rantai lepas dari sproket bila kendor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt;. Untuk mesin sama dengan Blade. Kendati kapasitas mesin Absolute Revo lebih besar dibandingkan Revo lama, menurut Honda, konsumsi bahan bakarnya lebih irit 5 persen. Adapun tenaganya bertambah 16 persen.  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan tersebut bisa diperoleh karena adanya pengembangan pada mesin, antara lain teknologi EFT (&lt;em&gt;efficient &amp;amp; low friction technology&lt;/em&gt;), antara lain dengan membuat dinding piston tidak seluruhnya rata, tetapi diberi tekstur. Tujuannya supaya gesekan lebih rendah. Di samping itu, titik pusat pemasangan piston &lt;em&gt;offset&lt;/em&gt; terhadap dinding silinder. Dengan cara ini, efek tamparan terhadap dinding silinder bisa dikurangi. Daya tahan lebih lama dan gesekan bisa dikurangi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tambahan lain, untuk mengurangi gesekan pada mekanisme poros kem, Honda menggunakan mekanisme &lt;em&gt;roller rocker arm&lt;/em&gt; atau pelatuk katup yang bekerja seperti roda. Teknologi lainnya masih biasa, antara lain pasokan bahan bakar, karburator, dan pengapian DC-CDI.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Honda mengklaim, konsumsi bahan bakar 54,8 km/liter, sedangkan akselerasi dari diam sampai jarak 200 meter, waktunya 13,06 detik dengan kecepatan tertinggi 92,8 km/jam. Semua membuat Absolute Revo unggul dari kompetitornya sesama bebek bermesin 110 cc.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;strong&gt;Spesifikasi&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td colspan="2" style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Dimensi (mm)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Panjang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;1.925&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Lebar&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;709&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tinggi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;1.084&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Jarak sumbu roda&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;1.221&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Jarak terendah ke tanah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;147&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td colspan="2" style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Tipe&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;4-langkah, SOHC, 1 silinder,&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; pendingin udara&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Kapasitas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;109,1 cc&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Diameter x langkah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;50 x 55,6 mm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Perbandingan kompresi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;9 : 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Tenaga maksimum&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;8,46PS @7.500 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Torsi maksimum&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;0,86 kgm @5.500 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-954073417874712007?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/954073417874712007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=954073417874712007' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/954073417874712007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/954073417874712007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/absolute-revo-110-penampilan-atraktif_22.html' title='Absolute Revo 110: Penampilan Atraktif, Harga Kompetitif'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV4XqprQ4I/AAAAAAAAAcM/QtFzZv6REy8/s72-c/Absolute+Revo+110.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-269700637144089751</id><published>2009-02-21T23:45:00.000+07:00</published><updated>2009-02-25T23:48:58.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha Mio Berbodi Skuter Perancis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV2arkyrQI/AAAAAAAAAbs/rcV1fMWW36s/s1600-h/yamaha_mio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV2arkyrQI/AAAAAAAAAbs/rcV1fMWW36s/s200/yamaha_mio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306777936671714562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tampang skubek di Eropa seperti apa sih? Geba Leisure Parts (GLP) coba mengapresiasikannya lewat Yamaha Mio, milik seorang pengusaha asal Lamongan, Jawa Timur. "Konsepnya mengarah ke Eropa style karena di sana banyak matik buat cowok," ungkap Gerie Nur Mayurie, pimpinan rumah modifikasi GLP di Bandung, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Nyata sekali hasil dari garapan GLP ini. Beberapa detail diambil dari Peugeot Ludix, skuter yang populer di Perancis. Seperti model head lamp, kemudian bodi samping Mio yang slim dibikin lebih gendut. Menurut Ardhi Kupret, jagoan desain dari GLP, desain itu supaya Mio ini gagah dan enggak cewek banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor seputar bodi samping tampak digarap serius. Contohnya cover kipas magnet ikut dibikin gambot. Untuk penyesuaian hasil pemelaran bodi, bagian buritan diperpendek, membuat skubek berlambang garpu tala ini lebih semok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan bodi samping jadi lebih manis setelah dikasih semacam lis berupa pipa krom. Ini merupakan inovasi. "Kalau motor laki kan terlihat keren dengan deltabox. Nah, ini semacam rangka tipuan," senyum Gerie sambil membahas frame palsunya yang menggunakan pipa 1 1/2 inci dengan panjang 140 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemasangannya tidak sulit. Lis diikat dengan baut ke rangka asli. Hal ini untuk mempermudah bongkar pasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkuat tampilan gaya Eropa, bagian lain ikut disentuh. Seperti setang, di sini Gerie mencomot dari Yamaha X1R, meski harus di-custom lantaran kurang pas sama bodi dan posisi pengendara. Caranya, menambahkan aluminium setinggi 8 cm pada bagian tengah setang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian kelir ikut menentukan. Di sini, GLP sengaja memakai cat doff dari Spies Hecker. Kalau terlalu kinclong, kata Gerie, terkesannya girly banget. Jadi, sebelum dilabur dengan cat candy red, bodi terlebih dulu dicat silver. Untuk membentuk tampilan kelir doff, dipakai pernis tipe khusus yang bisa menimbulkan efek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara efek, motor menjadi lebih serem. Kelemahannya kala hujan atau kena air, bodi tampak belang antara yang basah dan enggak," aku Gerie. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-269700637144089751?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/269700637144089751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=269700637144089751' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/269700637144089751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/269700637144089751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/yamaha-mio-berbodi-skuter-perancis.html' title='Yamaha Mio Berbodi Skuter Perancis'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV2arkyrQI/AAAAAAAAAbs/rcV1fMWW36s/s72-c/yamaha_mio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-5014576757130958372</id><published>2009-02-20T23:51:00.000+07:00</published><updated>2009-02-25T23:52:27.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Tiger Berubah Wajah Jadi Streetfighter R6</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV3OaW1U8I/AAAAAAAAAb8/8fKFeQzrXGc/s1600-h/Honda+Tiger.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV3OaW1U8I/AAAAAAAAAb8/8fKFeQzrXGc/s200/Honda+Tiger.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306778825402962882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Setelah setahun&lt;/strong&gt; vakum, Rexindo Auto Custom (RAC) muncul kembali di belantika modifikasi sepeda motor. Rumah modifikasi dari Yogyakarta ini menunjukkan karyanya melalui Honda Tiger milik Arfan dari Brebes (Jateng) yang diubah menjadi model &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt; ala Yamaha R6.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di sini penggawang RAC Rizal ingin mempertontonkan kesempurnaan detail dan &lt;em&gt;finishing.&lt;/em&gt; Namun, ciri khas RAC yang telah dikenal banyak orang, pemakaian barang &lt;em&gt;custom&lt;/em&gt;, menurut Rizal yang sarjana Teknik Mesin ini tetap dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, setiap memodifikasi RAC, ia acap menggunakan pelat galvanis. Pada Honda Tiger ini pun, kata Rizal, masih kentara, seperti pada tangki, lengan ayun (&lt;em&gt;swing arm&lt;/em&gt;), sepatbor, dan &lt;em&gt;fairing&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lengan ayun memang memakai besi pelat sebagai bahan utama dan diperkokoh lagi dengan balutan pelat galvanis. Untuk rumah lampu depan dan belakang dibikin dari bahan &lt;em&gt;fiberglass. &lt;/em&gt;Namun, khusus yang belakang, bahannya khusus, yakni fiber cair merah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dengan bahan cairan ini akan mudah mencetak sesuai yang diinginkan. Selain itu, juga aman bagi kesehatan dibandingkan dengan fiber biasa," jelas pemodifikasi yang beralamat di Jl Wahid Hashim No 212, Depok, Sleman, Yogyakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu sein dicomot dari Honda Supra X 125. Rizal sengaja menggunakan produk lokal agar, jika pecah, mudah menggantikannya. Tampilan motor tambah gahar dengan pemakaian knalpot Yoshimura dipadu rem cakram ganda di depan, menguatkan kesan &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt; sejati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-5014576757130958372?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/5014576757130958372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=5014576757130958372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5014576757130958372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5014576757130958372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/honda-tiger-berubah-wajah-jadi.html' title='Honda Tiger Berubah Wajah Jadi Streetfighter R6'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SaV3OaW1U8I/AAAAAAAAAb8/8fKFeQzrXGc/s72-c/Honda+Tiger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1978682009659654183</id><published>2009-02-04T14:53:00.004+07:00</published><updated>2009-02-04T14:54:46.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bajaj'/><title type='text'>Bajaj Pulsar 200 DTSi Teririt di Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlJvQ2rPlI/AAAAAAAAAbk/TShtcHDWI3I/s1600-h/bajaj-pulsar-200-DTSi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlJvQ2rPlI/AAAAAAAAAbk/TShtcHDWI3I/s200/bajaj-pulsar-200-DTSi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298847512905072210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Wow!&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Dengan 1 liter bensin Bajaj Pulsar 200 DTSi bisa menempuh sejauh 266 km. Barangkali motor dari India ini boleh diklaim sebagai yang teririt di dunia. Dikatakan oleh si pemiliknya Hendry Martin ST bahwa setiap bulan hanya diisi 5 liter bensin.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari rute motor jenis sport itu dari rumah ke kantor berjarak 26 km. Belum lagi kata Martin dibawa keliling rumah. Penasarankan, kok bisa seirit itu? Bebek maupun skubek aja enggak ada bisa menempuh di atas 100 km untuk 1 liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking penasarannya, tim &lt;em&gt;Motor Plus &lt;/em&gt;pun menjajalnya, meski harus dua kali lantaran yang pertama ada kebocoran pada peralatan. Baru uji kedua dengan menempuh 16 km menghabiskan bensin 60 ml. Jadi, kalau 1 liter (1.000 ml) bisa merayap sejauh 266 km. Padahal, standarnya Pulsar DTSi untuk 1 liter hanya mencapai 40 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Generator  hydrogen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Martin bisa bikin motornya superirit hanya bermodalkan sekitar Rp1,5 juta. Biaya itu untuk membeli berbagai peranti penghemat seperti Xado Revitalisasi, DC Booster, CDI stabilizer, Xtreme Fire booster dan Generator Hydrogen. Dari semua peranti itu, generator hydrogen memberi pengaruh paling besar dan harga alatnya Rp 375 sudah termasuk ongkas pasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keiritannya bisa mencapai 47,5 persen. Alat ini yang memproduksi air menjadi bahan bakar karena, kata martin generator memiliki elemen atau sel yang beresonansi setelah diberi arus listrik. “Akibat resonansi tadi, gas hidrogen dan oksigen yang ada di air keluar dan kemudian disalurkan ke karburator sehingga terjadi ledakan,” bilang warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem penyaluran gas (hidrogen dan oksigen) melalui slang ke intake manifold yang di depan karburator. Karena itulah, bensin yang dikonsumsi jadi sangat sedikit sekali. Sebab, energi pembakaran diraih dari oksigen dan hidrogen tambahan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengisi air bisa dari air mineral dan volume tabung sekitar 300 ml. Jumlahnya tdak akan berkurang, hanya keruh dan martin menggantinya setiap tiga hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Martin memakai Xado Revitalisasi, Turbo dan Anti Carbon. Semacam cairan yang dicampur ke dalam oli mesin. Tujuannya, untuk mengembalikan kondisi jeroan mesin seperti baru. “Kompresi atau kualitas dalaman mesin setelah masa pakai tidak akan mempengaruhi performa,” tegas pria yang kerja di Telkomsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi mesin seperti baru, berarti gas tak perelu dibejek. Ujung-ujungnya sedikit bensin yang terbakar. Dan pemakaian cairan ini diyakini Martin memberi kontribusi sekitar 5 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bahan bakar, Martin coba mencegat pada sistem kelistrikan. Di sektor ini, ia menggunakan DC Booster yang dipasang paralel ke aki. Diestimasikannya memberi keuntungan sampai 15 persen. “Dengan begitu, pembakaran jadi lebih sempurna,”yakin pria asal Padang, Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di kelistrikan, untuk menjaga kestabilan tegangan input CDI, supaya bekerja optimal, ditambah dengan stabilizer yang dipasang antara aki dan CDI. Alat ini menyumbang peran sekitar 10 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Xtreme Fire Booster yang ditempatkan antara koil dan busi. Fungsinya memperkuat energi pengapian. Peran dalam pengiritannya dinilai Martin bisa sampai 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, silakan pasang!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1978682009659654183?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1978682009659654183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1978682009659654183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1978682009659654183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1978682009659654183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/bajaj-pulsar-200-dtsi-teririt-di-dunia.html' title='Bajaj Pulsar 200 DTSi Teririt di Dunia'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlJvQ2rPlI/AAAAAAAAAbk/TShtcHDWI3I/s72-c/bajaj-pulsar-200-DTSi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1470094638285352987</id><published>2009-02-04T14:53:00.002+07:00</published><updated>2009-02-04T14:53:50.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bajaj'/><title type='text'>Komponen Substitusi untuk Bajaj Pulsar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlJeg7leWI/AAAAAAAAAbc/mcydpxG0zbQ/s1600-h/Bajaj+Pulsar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlJeg7leWI/AAAAAAAAAbc/mcydpxG0zbQ/s200/Bajaj+Pulsar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298847225162856802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Beli motor&lt;/strong&gt; Bajaj Pulsar, baik tipe 180 DTSi maupun 200 DTSi, enggak usah pusing &lt;em&gt;mikirin &lt;/em&gt;suku cadang (&lt;em&gt;spare part&lt;/em&gt;). Dari bentuknya yang mirip model sport dari Honda, ternyata beberapa komponen bisa dipakai. "Memang, beberapa bagian sudah dicoba di Pulsar dan cocok. Bahkan ada yang memberi efek positif karena performa motor malah menjadi baik," bilang Amurullah, Supervisor Teknik Fontana Perkasa Motor, dealer Bajaj di Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Malah di luar komponen Honda, ada juga dari merek lain bisa diaplikasikan. Inilah komponen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kampas rem belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau  sudah habis dan suku cadang asli belum tersedia, bisa dijejali punya Honda Vario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gir set&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bisa pakai Honda GL Pro buat jaga-jaga kalau stok Pulsar kosong. Tidak punya pengaruh apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seal master rem&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ada masalah pada master rem, terutama menyangkut sealnya, bisa dipakai di luar produk Honda, yakni Yamaha Force 1. Bentuk dan desainnya setali tiga uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karburator&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komponen ini sangat memengaruhi performa. Para komunitas Pulsarian sudah meraciknya, "Tarikan lebih sip. Mungkin karena ukuran karburatornya juga lebih besar," papar dr Ahwan, pengguna Pulsar di Lubang Buaya, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Caranya,  cukup mengganti &lt;em&gt;main-jet&lt;/em&gt; dengan punya Yamaha Scorpio. "Kita yang sudah pakai tarikan lebih berisi," tegas Amri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelat dan per kopling&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain jeroan karburator, dari Yamaha Scorpio bisa diaplikasi pelat kopling. terbukti, seperti diakui Amri, akselerasi jauh lebih bagus setelah mengganti punya Scorpio. Hanya, disarankan ketika penggantian pelat kopling juga dibarengi dengan per. Untuk komponen satu ini, ia menganjurkan punya Suzuki Satria F-150.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Batang pengungkit As Stut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menghindari dari tangan cepat pegal menahan tuas kopling saat kemacetan, ada baiknya coba ganti batang pengungkit as stut kopling dengan punya Yamaha Force 1. Dijamin jemari tangan bakal lebih nyaman.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1470094638285352987?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1470094638285352987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1470094638285352987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1470094638285352987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1470094638285352987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/komponen-substitusi-untuk-bajaj-pulsar.html' title='Komponen Substitusi untuk Bajaj Pulsar'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlJeg7leWI/AAAAAAAAAbc/mcydpxG0zbQ/s72-c/Bajaj+Pulsar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-3173563825511370283</id><published>2009-02-04T14:51:00.002+07:00</published><updated>2009-02-04T14:51:48.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Tiger Berlengan Ayun Hexagonal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlJClgwx-I/AAAAAAAAAbU/lJZw3487-hc/s1600-h/Honda+Tiger.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlJClgwx-I/AAAAAAAAAbU/lJZw3487-hc/s200/Honda+Tiger.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298846745356191714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Perhatikan deh&lt;/strong&gt;, setiap memodifikasi motor jenis sport, lengan ayun&lt;em&gt; (swing arm)&lt;/em&gt; hampir tak pernah lewat kena sentuhan &lt;em&gt;builder&lt;/em&gt;-nya. Umumnya diganti dengan limbah moge, kalau enggak &lt;em&gt;custom&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi Jackie Obelix dari rumah modifikasi Obelix Extreme Motorcycle (OEM) mencoba keluar dari kebiasaan dengan menggunakan metode baru untuk diterapkan pada Honda Tiger. "Selama ini pada pakai pipa tubular, kali ini coba dari pipa hexagonal," ujar Jackie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan konsep ini, selain terinspirasi komunitas Harley-Davidson di Amerika—bedanya kata Jackie di sana dijadikan rangka—juga ada pertimbangan lainnya. Dari segi tampilan tentu menjadi lebih menarik. "Selain itu, bentuk seperti ini diklaim lebih kuat," kata pria berwajah Timur Tengah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, pipa hexagonal ini berat sekali lantaran aslinya merupakan pipa bersegi padat. Untuk meringankannya, oleh JQ—namanya kadang ditulis—dibubut yang menyisakan ketebalan pipa luar sekitar 5 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembuatan &lt;em&gt;arm&lt;/em&gt; menghabiskan besi besar sepanjang 2,5 meter dan yang kecil 3 meter. Wajar cukup banyak lantaran proyek perdananya. "Jadi, masih &lt;em&gt;trial and error&lt;/em&gt;," belanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar karyanya tampak &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt;, pada ujung &lt;em&gt;arm &lt;/em&gt;dibentuk meruncing yang terinspirasi dari Benelli. Efek dari bentuk lengan ayun ini berimbas sampai pada pemilihan lampu depan. Di sini tampak JQ jeli memerhatikan harmonisasi. "Semuanya kalau bisa mendukung tampilan bersegi tadi. Makanya ambil lampu Ninja (Kawasaki) yang agak kotak juga," papar pemilik workshop di Jl Condet Raya No 5A, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali tangki yang masih membulat karena dicomot dari Cagiva Planet, tetapi masih tetap harmonis. Sadel pun diubah menjadi model sport yang dilihat dari samping agak bersegi. Kendati begitu, buritannya mengikuti tren lancip.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-3173563825511370283?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/3173563825511370283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=3173563825511370283' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3173563825511370283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/3173563825511370283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/honda-tiger-berlengan-ayun-hexagonal.html' title='Honda Tiger Berlengan Ayun Hexagonal'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlJClgwx-I/AAAAAAAAAbU/lJZw3487-hc/s72-c/Honda+Tiger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-7006701379031189924</id><published>2009-02-04T14:45:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T14:50:37.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Absolute Revo 110: Penampilan Atraktif, Harga Kompetitif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlIsPEnfFI/AAAAAAAAAbM/SVwDMa9O7ao/s1600-h/Absolute+Revo+110.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlIsPEnfFI/AAAAAAAAAbM/SVwDMa9O7ao/s200/Absolute+Revo+110.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298846361375439954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PT Astra Honda Motor (AHM), produsen sepeda motor nomor satu di Indonesia, makin agresif melakukan penetrasi pasar. Bahkan dalam situasi dan kondisi ekonomi seperti sekarang, Honda meluncurkan produk terbarunya, yaitu motor bebek Absolute Revo 110. Motor baru ini sekaligus sebagai pengganti Fit X dan Revo bermesin 100 cc.  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan penampilan yang atraktif dan mesin yang sudah dikenal irit, Absolute Revo akan menjadi saingan utama Yamaha Vega ZR yang diluncurkan awal Desember lalu. Keduanya menggunakan mesin berkapasitas 110 cc.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk harga, Honda lebih kompetitif. Absolute Revo dengan velg jari-jari ditawarkan seharga Rp 11,6 juta, sedangkan Vega ZR Rp 11,8 juta. Varian lainnya adalah velg &lt;em&gt;casting wheel&lt;/em&gt; dengan bodi dua warna, Rp 12,9 juta; dan velg &lt;em&gt;casting wheel&lt;/em&gt; DX dengan bodi tiga warna, Rp 13,5 juta. Ini kejutan bagi konsumen motor di Indonesia karena biasanya Honda selalu mematok harga lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Penampilan&lt;/strong&gt;. Absolute Revo sebenarnya bisa dikatakan kembaran Blade dengan target berbeda. Blade ditargetkan buat anak muda yang mengutamakan penampilan yang lebih gaya dan &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt;, sedangkan Absolute Revo ditargetkan bagi semua kalangan dengan pertimbangan harga yang lebih terjangkau, tetapi tetap bisa tampil gaya. Karena itu pula, desain Absolute Revo berbeda dengan Blade.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Honda menyebut konsep Absolute Revo dengan “&lt;em&gt;Smart Styling&lt;/em&gt;”, “&lt;em&gt;Smart Performance&lt;/em&gt;”, dan “&lt;em&gt;Smart Convenient&lt;/em&gt;”. Bagian bebek yang dirancang secara khusus dan menjadi ciri khas Absolute Revo adalah lampu depan, sayap samping (&lt;em&gt;leg shield&lt;/em&gt;), panel instrumen, panel saklar kontrol, kunci kontak, grip atau pegangan belakang, lampu kombinasi belakang, dan knalpot.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Desain lampu depan meski sama dengan Blade, yaitu model mahkota, pada Absolute Revo ukurannya lebih kecil dan dipasang pada bagian atas setang. Dengan ini, sorotan lampu mengikuti gerakan setang. Pada Blade, lampu depan dipasang pada tutup rangka depan. Lampu utama, termasuk lampu senja, disatukan dengan sein yang menggunakan mika atau tutup putih dan bola lampu kuning. Tipe lampu depan adalah multireflektor yang menghasilkan cahaya lebih terang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Panel instrumen juga didesain dengan bentuk berbeda. Untuk ini, Honda menggunakan desain segi lima. Angka-angka dibuat dalam ukuran besar dan mudah dilihat saat motor lagi dipacu. Instrumen terdiri dari dua bagian. Bagian dalam, &lt;em&gt;speedometer&lt;/em&gt;, indikator bensin dan odometer. Adapun bagian luar terdapat indikator posisi gigi dan lampu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Konsep baru dan khusus Absolute Revo adalah penempatan saklar pada setang. Gerakan dari saklar tidak vertikal atau turun naik, tetapi horizontal, ke kanan dan kiri. Bahkan, untuk klakson berada di atas saklar lampu sein.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kunci kontak menggunakan model yang banyak digunakan motor-motor masa kini. Dilengkapi dengan penutup yang bekerja secara otomatis. Untuk memudahkan melihat posisi kunci kontak di malam hari, permukaan tulisan pada kunci kontak, seperti ON, OFF , Ignition, Lock, dan Shut diberi lapisan fosfor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih di bagian depan, sayap samping dirancang dengan format 3D. Kendati ukurannya agak praktis, tetapi tetap memberi kesan gagah dan bersih terhadap penampilan motor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Grip atau pegangan belakang dirancang dengan bentuk motor-motor masa kini dan dibuat dari besi. Meski begitu, agar nyaman dipegang, grip dilapisi dengan PVC kenyal, seperti karet dan bertekstur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari semua bagian yang tak kalah menarik dan membuat penampilan Absolute gagah adalah knalpot berbentuk oval dengan bagian tengah dicat hitam. Tatakan kaki buat boncengan bagian utamanya dipasangkan langsung ke rangka atau tidak berada pada lengan ayun. Dengan cara ini, getaran pada kaki boncengan bisa dikurangi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tambahan lain adalah pelindung panas mesin di sisi sebelah kanan, pelindung khusus &lt;em&gt;shock absorber &lt;/em&gt;belakang atau tidak mudah kena debu serta aki MF atau kering. Juga ada &lt;em&gt;stopper &lt;/em&gt;yang mencegah rantai lepas dari sproket bila kendor.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt;. Untuk mesin sama dengan Blade. Kendati kapasitas mesin Absolute Revo lebih besar dibandingkan Revo lama, menurut Honda, konsumsi bahan bakarnya lebih irit 5 persen. Adapun tenaganya bertambah 16 persen.  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan tersebut bisa diperoleh karena adanya pengembangan pada mesin, antara lain teknologi EFT (&lt;em&gt;efficient &amp;amp; low friction technology&lt;/em&gt;), antara lain dengan membuat dinding piston tidak seluruhnya rata, tetapi diberi tekstur. Tujuannya supaya gesekan lebih rendah. Di samping itu, titik pusat pemasangan piston &lt;em&gt;offset&lt;/em&gt; terhadap dinding silinder. Dengan cara ini, efek tamparan terhadap dinding silinder bisa dikurangi. Daya tahan lebih lama dan gesekan bisa dikurangi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tambahan lain, untuk mengurangi gesekan pada mekanisme poros kem, Honda menggunakan mekanisme &lt;em&gt;roller rocker arm&lt;/em&gt; atau pelatuk katup yang bekerja seperti roda. Teknologi lainnya masih biasa, antara lain pasokan bahan bakar, karburator, dan pengapian DC-CDI.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Honda mengklaim, konsumsi bahan bakar 54,8 km/liter, sedangkan akselerasi dari diam sampai jarak 200 meter, waktunya 13,06 detik dengan kecepatan tertinggi 92,8 km/jam. Semua membuat Absolute Revo unggul dari kompetitornya sesama bebek bermesin 110 cc.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;strong&gt;Spesifikasi&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td colspan="2" style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Dimensi (mm)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Panjang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;1.925&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Lebar&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;709&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tinggi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;1.084&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Jarak sumbu roda&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;1.221&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Jarak terendah ke tanah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;147&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td colspan="2" style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Tipe&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;4-langkah, SOHC, 1 silinder,&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; pendingin udara&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Kapasitas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;109,1 cc&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Diameter x langkah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;50 x 55,6 mm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Perbandingan kompresi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;9 : 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Tenaga maksimum&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;8,46PS @7.500 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Torsi maksimum&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(251, 212, 180) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;0,86 kgm @5.500 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-7006701379031189924?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/7006701379031189924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=7006701379031189924' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7006701379031189924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7006701379031189924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/absolute-revo-110-penampilan-atraktif.html' title='Absolute Revo 110: Penampilan Atraktif, Harga Kompetitif'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlIsPEnfFI/AAAAAAAAAbM/SVwDMa9O7ao/s72-c/Absolute+Revo+110.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4653173759723069030</id><published>2009-02-04T14:41:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T14:43:14.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Ini Dia Modifikasi Honda Revo 110 Bikinan Produsen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlG_k98x-I/AAAAAAAAAbE/iqnmh72eaFs/s1600-h/Honda+Revo+110.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlG_k98x-I/AAAAAAAAAbE/iqnmh72eaFs/s200/Honda+Revo+110.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298844494647314402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Ketika memperkenalkan&lt;/strong&gt; Honda Absolute Revo 110 CC di FX Sudirman, Jumat (29/1) PT Astra Honda Motor (AHM) selaku agen tunggal pemegang merek motor Honda tak cuma memajang beberapa unit dari tiga varian sebagai varian baru, yakni Spoke, Casting Wheel dan Deluxe Casting Wheel). Ada dua unit Alsolute Revo yang sudah dimodifikasi ikut dipajang, yakni Revo Sporty Hitech dan Revo Luxury VIP yang telah mengundang perhatian wartawan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Kedua Honda Absolute Revo 110 cc ini dipermak oleh tim Honda Research &amp;amp; Development South East Asia (HRS)," bilang Reza Goduan Parulian, selaku Styling Designer sekaligus supervisi dalam menggarap proyek yang menghabiskan waktu hampir 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memoles motor, terlebih dulu dibuatkan gambar yang kata Reza butuh waktu sebulan. "Sedangkan proses penggarapan berlangsung sekitar lima minggu dan dari kedua motor itu masing-masing dikomandoi oleh satu orang," tegas Reza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk biaya modifnya, lanjut Reza, Revo Hitech menghabiskan sekitar Rp30 juta, sedang Luxury sekitar Rp20 juta. "Namun modifikasi ini sebagai referensi saja, makanya bentuk asli motor masih kuat," papar Reza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas bila Absolute Revo Sporty Hitech paling mewah. Tapi paling menarik dari modifikasi ini adalah desain knalpotnya. Baik yang Hitech maupun Luxury dirancang gaya moge. Modelnya tidak lagi panjang, tapi pendek dan desainnya trapesium, bukannya bulat atau lonjong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling mewah dari kedua model ini yang Sporty. Kedua pelek yang superlebar bikinan sendiri, termasuk desain jari-jarinya. Kesan sebagai motor bertenaga kencang dipancarkan lewat penghenti laju, baik depan maupun belakang sudah menganut sistem rem cakram. Kemudian suspensi standar diubah modelnya menjadi monosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma itu, lengan ayun standar dikasih kondom (dibungkus) model ganda membuat tampilan bebek tambah kekar. Lalu, bagian tertentu dari bodi dibikin motif kevlar seperti bagian tengah motor, sepatbor belakang dan sebagian sepatbor depan, bagian dalam sayap, batok lampu dan pegangan (bagian belakang jok). Trus, grip pada setang juga diganti dan dikasih ujungnya dikasih penyeimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian luar sayap dikasih dua lampu kecil, salah satunya berfungsi sebagai lampu sein. Sayangnya, footstep masih standar dan pijakan kaki buat pebomceng tidak ada. Termasuk juga pada model Luxury. Bisa dimaklumi, namanya juga modifikasi buat referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada model Luxury, sistem suspensi masih merujuk pada standar. Hanya sudut kemiringannya sudah diubah lebih ke depan dan memakai model gas. Selain knalpot yang pendek, hal menarik lainnya pijakan kaki buat pengendara dibikin lebar. Sepatbor belakang dirancang model motogp. Sangat pas dengan pelek palang enam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4653173759723069030?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4653173759723069030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4653173759723069030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4653173759723069030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4653173759723069030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/ini-dia-modifikasi-honda-revo-110.html' title='Ini Dia Modifikasi Honda Revo 110 Bikinan Produsen'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlG_k98x-I/AAAAAAAAAbE/iqnmh72eaFs/s72-c/Honda+Revo+110.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-5143805572901486137</id><published>2009-02-04T14:38:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T14:40:24.947+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suzuki'/><title type='text'>Raga Suzuki Gladius Merasuk Macan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlGX9IJTkI/AAAAAAAAAa8/azZcbx1z_Vs/s1600-h/Suzuki+Gladius.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlGX9IJTkI/AAAAAAAAAa8/azZcbx1z_Vs/s200/Suzuki+Gladius.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298843813937761858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Idealisme&lt;/strong&gt; bisa saja luntur manakala ingin menghasilkan suatu karya. Inilah yang ditunjukkan Topo Goedel Atmojo dari Tauco Custom (TC). Ia butuh setahun melakukan perenungan, selain merontokkan idealismenya, lebih utama menghasilkan karya yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Melalui tampilan Honda Tiger 2008 dari Jayapura inilah bukti jati dirinya sudah berubah. Modifikasi yang dilakoninya meniru model Suzuki Gladius dengan aksen kental membulat, yang baginya merupakan hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri itu tampak mulai dari tangki bahan bakar sampai bodi belakang. Menurut Topo, mengetuk pelat membulat lebih susah, tetapi itulah tantangannya. Tak ada yang tersisa dari Gladius menempel pada Tiger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari desain jok sampai pemasangan pipa layaknya &lt;em&gt;deltabox&lt;/em&gt; di bawah tangki, tetapi beda fungsi. "Di sini hanya sekadar pemanis, sedangkan pada Gladius sebagai rangka utama," bilang Topo dari bengkelnya di Jl Kebagusan Raya No 99, Jakarta Selatan, yang mengaku menggunakan pipa ukuran 3/4 inci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian utama difokuskan pada lampu depan juga bisa diaplikasi Topo. "Tapi ini hanya lampu variasi dari Thailand. Ini barang langka, tetapi saya punya stok tiga," bangga Topo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain depan, lampu belakang dibuat sama persis. Di sini, Topo mencomot dari Bajaj XCD 125 yang menurut seniman para TC bentuknya sangat pas dan serasi dengan tema ubahan. Sayangnya, lampu belakang tanpa dilengkapi sein.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-5143805572901486137?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/5143805572901486137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=5143805572901486137' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5143805572901486137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5143805572901486137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/02/raga-suzuki-gladius-merasuk-macan.html' title='Raga Suzuki Gladius Merasuk Macan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SYlGX9IJTkI/AAAAAAAAAa8/azZcbx1z_Vs/s72-c/Suzuki+Gladius.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-9121872928186428557</id><published>2009-01-27T12:54:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T12:54:57.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Vega ZR Masih Kalah Gesit Sama Sang Kakak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6hp7rq_0I/AAAAAAAAAa0/BoTfygtAuas/s1600-h/Vega+ZR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6hp7rq_0I/AAAAAAAAAa0/BoTfygtAuas/s200/Vega+ZR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295847953601855298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Saat &lt;/strong&gt;Yamaha Vega ZR di-&lt;em&gt;launching &lt;/em&gt;di arena pameran motor di JCC awal Desember lalu, ada yang istimewa. Selubungnya dibuka Wakil Presiden PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Ir Dyonisius Beti, MM, dan satu tamu istimewa dari Spanyol, Jorge Lorenzo, pembalap MotoGP dari tim Fiat-Yamaha yang memang diundang datang ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa spesifikasi bebek berkapasitas 113,7 cc ini sudah dipaparkan di &lt;em&gt;Kompas.com &lt;/em&gt;beberapa waktu lalu, secara lengkap. Apa saja perubahan dari model sebelumnya, Vega R yang kapasitas dapur pacunya lebih kecil 3,4 cc, keduanya dites bersamaan oleh &lt;em&gt; Motor Plus&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi ergonomi, Vega baru ini lebih nyaman dan posisi pembesut yang memiliki tinggi 180 cm tidak mengalami kendala, apalagi sudut setang lebih ke dalam (dekat dengan badan pengendara), menjadikan &lt;em&gt;handling &lt;/em&gt;lebih lincah dan sigap melintas di kemacetan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit harapan kalau ZR dengan tampilan lebih sporty bisa mengimbangi Vega lama. Kenyataannya, akselerasi sedikit lebih lambat untuk mencapai kecepatan puncak. Bahkan ketika digeber di trek lurus sejauh 800 meter, jarum spidometer tidak bergerak naik melebihi 100 km/jam. ZR malah terkesan kurang responsif ketimbang mesin yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mengada-ngada, buktinya saat dilakukan pengujian akselerasi dengan alat ukur Vericom VC3000, Vega R lebih unggul. Untuk kecepatan 0-60 km/jam ditempuh ZR 8,01 detik dengan jarak 86,9 meter, sedangkan Vega R lebih cepat lagi, 5,49 detik (61 meter).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diajak berakselerasi sejauh 201 meter, Vega R tetap unggul. Jarak &lt;em&gt;segitu&lt;/em&gt; dicapai 12,87 detik dengan kecepatan tertinggi 81,9 km/jam, sementara bebek baru 13,62 detik dengan kecepatan 72,7 km/jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tempuh dan kecepatan tertinggi sedikit berimbang kala masuk tes akselerasi menengah, 40-100 km/jam. Vega R mencatat 8,21 detik dengan kecepatan 65,7 km/jam, ZR 8,26 detik (67,8 km/jam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain akselerasi, kedua Vega diajak putar-putar untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar. Supaya adil dan imbang, pengujian dilakukan di lintasan dengan orang yang sama. Artinya, tetap pada perlakuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan Vega R. Tabung bahan bakar sebagai pengganti tangki diisi premium 100 cc diajak jalan dengan kecepatan 60 km/jam. Kondisi lintasan bervariasi, ada 'stop &amp;amp; go', jalanan tanjakan, dan turunan. Setelah menempuh 3,5 km, bensin di tabung dan karburator kering. Berarti, untuk 1 liter bensin ditempuh sejauh 35 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran ZR dengan 100 cc melintasi trek yang sama menempuh jarak lebih jauh 1,1 km. Berarti, untuk satu liter bensin bisa melesat sejauh 46 km. Jauh lebih irit 11 km untuk satu liter bensin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silakan pilih, Vega ZR atau R./&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-9121872928186428557?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/9121872928186428557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=9121872928186428557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9121872928186428557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9121872928186428557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/vega-zr-masih-kalah-gesit-sama-sang.html' title='Vega ZR Masih Kalah Gesit Sama Sang Kakak'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6hp7rq_0I/AAAAAAAAAa0/BoTfygtAuas/s72-c/Vega+ZR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-5373719600146396328</id><published>2009-01-27T12:53:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T12:54:12.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha RX King dengan Pro Arm</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6hcV1ySvI/AAAAAAAAAas/in1sN451EOk/s1600-h/Yamaha+RX.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6hcV1ySvI/AAAAAAAAAas/in1sN451EOk/s200/Yamaha+RX.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295847720105429746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Motor sport &lt;/strong&gt;yang kencang, gesit, dan lincah. Itulah karakter dari Yamaha RX-King yang begitu melegenda sebagai raja di kategori motor 2 tak. Kelebihan itu yang coba dipertahankan Koh Awi ketika memodifikasinya agar tampilannya lebih &lt;em&gt;macho &lt;/em&gt;dan futuristik.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, seperti tangki bahan bakar, oleh Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport yang memodifikasinya, tetap dipertahankan keasliannya. Namun, Budi menambahkan kaca kecil di sisi kiri tangki untuk memonitor persediaan bahan bakar. Kemudian, tutup bak kopling dibuat transparan. "Selain menambah keunikan, juga bisa memantau kekotoran oli," jelas Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan lain dari RX-King tampak pada sistem kaki-kakinya yang dibuat lebih modern. Seperti &lt;em&gt;shockbreaker&lt;/em&gt; depan diubah model &lt;em&gt;upside down&lt;/em&gt; dari Aprilia. Di bagian ini juga dipilih diameter as &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; tidak terlalu lebar, hanya 40 mm sehingga tidak merusak tema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sistem suspensi belakang mengikuti desain dari Honda NSR 150 SP, menganut &lt;em&gt;single arm&lt;/em&gt; (pro arm) plus &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt;. "Dengan kata lain, jadi lebih &lt;em&gt;up to date&lt;/em&gt; tanpa menghilangkan ciri RX-King. Juga sesuai harapan &lt;em&gt;customer&lt;/em&gt;," tambah Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan RX-King sebagai motor sport yang kencang diperkuat oleh Budi dengan penggunaan knalpot &lt;em&gt;racing&lt;/em&gt;. Lalu, desain tempat duduk yang tunggal ditambahi buritan lancip ala MotoGP, dan tampilan kian gahar dengan memakai cat Spies Hecker dengan seri &lt;em&gt;red &lt;/em&gt;Ferrari.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-5373719600146396328?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/5373719600146396328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=5373719600146396328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5373719600146396328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/5373719600146396328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/yamaha-rx-king-dengan-pro-arm.html' title='Yamaha RX King dengan Pro Arm'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6hcV1ySvI/AAAAAAAAAas/in1sN451EOk/s72-c/Yamaha+RX.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4672773302682887150</id><published>2009-01-27T12:50:00.001+07:00</published><updated>2009-01-27T12:52:04.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suzuki'/><title type='text'>Suzuki Mad Ass dari Semarang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6g6RdTCtI/AAAAAAAAAak/VAgVzVCjhN8/s1600-h/Suzuki+Mad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6g6RdTCtI/AAAAAAAAAak/VAgVzVCjhN8/s200/Suzuki+Mad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295847134813424338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Menyontek&lt;/strong&gt; tidak haram hukumnya, apalagi tujuannya buat penampilan dan mengikuti perkembangan. Seperti dilakoni Steven dari Semarang ini. Pria asal kota lumpia ini begitu kepincut sama motor Minerva Mad Ass. Kebetulan, ia punya Suzuki RC100 produksi 1990, dan meminta Sahid Modif and Paint (SMaP) Semarang, Jawa Tengah, untuk membuatnya menjadi seperti bebek telanjang itu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Tapi enggak jiplak total, ada yang dibuat beda dan tentunya lebih bagus," jelas Steven. Makanya, Sahid, sang modifikator, tak begitu sulit untuk memenuhi keinginan Steven. Terutama pada segi bodi karena bahkan Mad Ass tidak mengenakan baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi utama Sahid pada kerangka. Sasis, katanya, dibuat ulang menggunakan pipa besi ukuran 2,5-3 inci. Ini disesuaikan dengan ukuran dan bobot mesin. Mantapnya lagi, pipa itu sekaligus dibentuk menjadi tangki bahan bakar dan wadah oli samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian pipa besi tampak pada lengan ayun&lt;em&gt; (swing arm).&lt;/em&gt; Penggantian ini untuk mendapatkan bobot lebih ringan. Sistem peredam bagian belakang diubah jadi tunggal. Namun, sudut kemiringannya, kata Sahid, harus pas. Jika tidak, dampaknya pada &lt;em&gt;rebound&lt;/em&gt; menjadi keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun motor telanjang, lantas tak berarti penggarapannya gampang. Justru dengan terbuka itu dituntut kerapian dan keserasian dalam menempatkan komponen lainnya. Seperti aki, misalnya, dibuat tempat khusus di bagian bawah, tepatnya di belakang mesin. "Memang sih penempatan di situ agak sedikit rawan karena jalanan di Semarang rawan banjir. Tapi selama air tidak menenggelamkan mesin, masih aman," yakin Sahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin tampilan Suzuki RC100 jadi gahar, setangnya bikinan AHRS bergaya &lt;em&gt;trail&lt;/em&gt;, lampu utama didesain tersusun dua. Kemudian, sistem penghenti laju, baik depan maupun belakang, sudah memakai cakram. Malah yang depan sangat besar dan mengesankan kalau motor ini punya tenaga hebat. Dipertegas lagi dengan pemakaian knalpot ala &lt;em&gt;racing&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4672773302682887150?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4672773302682887150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4672773302682887150' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4672773302682887150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4672773302682887150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/suzuki-mad-ass-dari-semarang.html' title='Suzuki Mad Ass dari Semarang'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6g6RdTCtI/AAAAAAAAAak/VAgVzVCjhN8/s72-c/Suzuki+Mad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-6329380847438899704</id><published>2009-01-27T12:49:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T12:50:40.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Siapa Berani Mengusap Honda Vario Ini?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6gh9rgEHI/AAAAAAAAAac/f_VdyXzjE3g/s1600-h/vario.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6gh9rgEHI/AAAAAAAAAac/f_VdyXzjE3g/s200/vario.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295846717187428466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Soal modifikasi &lt;/strong&gt;skubek, Bandung termasuk salah satu kota yang kreatif. Lihat saja Honda Vario 2008 milik Rony Lubis ini, bentuknya menyerupai moge asal Amerika, Harley–Davidson (HD). Makanya, tema modif yang diusung skubek berlambang sayap mengepak itu Harley Rockabilly. &lt;em&gt;Apaan tuh&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, siapa yang berani mengelus-elus bodi atau setangnya? kalau tak ingin tangan terluka. Bahkan kalau meleng, bukan tidak mungkin kaki ikut mengucurkan darah, dan motor Rony ini sudah banyak ‘makan korban’. Nah, lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, di sekujur &lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; CVT &lt;em&gt;nongol&lt;/em&gt; besi-besi runcing, belum lagi yang di ujung setang. Mekanik Rony sempat ‘memuncratkan darah’ akibat ketusuk ujung setang. "Paling stres saat lihat tukang cuci dan mekanik mendekati Vario ini," kelakar Rony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah tukang cuci, kenang pengusaha bus AKAP ini, pernah tergores lantaran enggak sadar mengelap&lt;em&gt; arm&lt;/em&gt; yang tajamnya sudah seperti pisau. Namun, Rony mengaku tak bermaksud menyulap Vario untuk melukai orang, tapi berkaitan dengan aktualisasi selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, beberapa posisi bagian luar baut di CVT ditutup dengan besi yang dibubut membentuk runcing. Kebetulan peralatan di rumah Rony cukup lengkap karena dia pengoleksi HD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang dipakai besi berbagai tipe dan ukuran. Lalu, beberapa tipe lempengan besi. "Umumnya ketebalan 7 mm, tapi setelah dibubut jadi 5 mm," jelas pria asal Mandailing, Sumatera Utara, ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai proses bubut, bagian tadi kemudian dilapisi pernikel alias dikrom. Setelah itu, lanjut Rony, baru dipoles biar kinclong. Agar penggarapan tampak total sampai ke kolong, maka undur-undur atau &lt;em&gt;engine mounting&lt;/em&gt; diberi gelang besi krom lantaran pipa bagian dalam lupa dikrom. Malah, dipasangi gelang, tampilan jadi sangar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran tampilannya yang gahar dan beringas itulah, Rony lantas menamakannya Harley-Davidson Rockabilly.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-6329380847438899704?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/6329380847438899704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=6329380847438899704' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6329380847438899704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6329380847438899704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/siapa-berani-mengusap-honda-vario-ini.html' title='Siapa Berani Mengusap Honda Vario Ini?'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SX6gh9rgEHI/AAAAAAAAAac/f_VdyXzjE3g/s72-c/vario.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-1547871164447910940</id><published>2009-01-27T12:46:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T12:48:28.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Jangan Terlampau Sering Injak Pedal Rem Motor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Nining &lt;/strong&gt;yang&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;memiliki Honda Fit X sempat dibuat kesal. Bebeknya itu baru berusia 1,5 bulan, tetapi akinya sudah tekor. Maka, dibawalah ke bengkel resmi terdekat. Pihak bengkel pun agak heran. Namun, Si Ibu disuruh mengendarai motornya dan didapatlah jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan bukan pada motor, melainkan cara berkendara pemiliknya. Nining tanpa disadari telah menginjak pedal rem terus-menerus. Di sinilah sumber pemborosan aki. “Hal itu sangat mungkin terjadi karena listrik untuk lampu rem langsung dari aki lewat kunci kontak. Begitu kunci di (posisi) ON, itu langsung mengambil arus (listrik),” jelas Handi Hariko, Deputy Manager Service PT Astra Honda Motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teknis, hal itu cukup masuk akal, walau lampu rem 12 volt 5 watt dan didukung aki 5 ampere. Adapun di Honda Tiger yang lampu utamanya 35 watt dengan aki 7 ampere dan terus menyala tidak masalah. "Kalau itu jelas karena perbedaan di kumparan atau sepul. Regulator atau &lt;em&gt;kiprok&lt;/em&gt; Tiger lebih besar untuk pengisian aki," lanjut Handy yang berpesan, terlalu sering menginjak pedal rem bisa merusak komponen lain di antaranya hambatan atau soket kelistrikan yang pasti ikut panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya, selain mengubur kebiasaan injak pedal rem terus-menerus, termasuk juga di lampu lalu lintas, pedal rem harus disetel ulang saat servis. Mekanik atau pemilik mencocokkan lagi posisi kaki di pedal rem sebab ini berhubungan dengan kebiasaan dan setiap orang umumnya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik lain, mengganti dengan lampu LED karena komponen ini hanya butuh listrik 1 watt. Selain itu, masa pakainya lebih panjang, bisa sampai sekitar 50.000 jam dan tampilannya lebih &lt;em&gt;eye catching&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aki bisa tekor tak hanya karena keseringan injak pedal rem. Mematikan mesin dengan &lt;em&gt;engine cut-off &lt;/em&gt;karena tanpa disadari, posisi kunci masih di ON sehingga arus listrik terus mengalir ke lampu (kebetulan, saat jalan menggunakan lampu di siang hari).&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-1547871164447910940?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/1547871164447910940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=1547871164447910940' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1547871164447910940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/1547871164447910940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/jangan-terlampau-sering-injak-pedal-rem.html' title='Jangan Terlampau Sering Injak Pedal Rem Motor'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4135205603281414035</id><published>2009-01-08T17:36:00.001+07:00</published><updated>2009-01-08T17:37:43.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Tiger Transformer from Cinere</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXXcDYxviI/AAAAAAAAAaU/JgE3JsZrOcQ/s1600-h/Honda+Tiger+Transformer.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXXcDYxviI/AAAAAAAAAaU/JgE3JsZrOcQ/s200/Honda+Tiger+Transformer.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288870214362054178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Pemilik &lt;/strong&gt;rumah modifikasi Dave Motor Concept (DMC) Wardoyo mengubah Honda Tiger milik Angga, warga Gandul, Cinere, Depok, bergaya robot seperti di film &lt;em&gt;Transformer&lt;/em&gt;. Ciri kental sebagai &lt;em&gt;sport cruiser&lt;/em&gt; lenyap setelah diubah ke gaya &lt;em&gt;streetfighter &lt;/em&gt;berotot kekar.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Makanya, rombakan paling dominan, kata Wardoyo, ada pada batok lampu. Ia mengaku ubahannya itu hasil konsepnya sendiri. Jadi, rumah &lt;em&gt;reflektor&lt;/em&gt; asli diganti milik Yamaha Mio Soul yang sedikit di&lt;em&gt;-custom&lt;/em&gt; hingga mirip kepala robot.&lt;em&gt; Trus&lt;/em&gt;, bagian luarnya diberi ornamen berbahan dasar pelat 0,8 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan robot berotot kekar ditonjolkan Wardoyo pada tangki. Ia memanfaatkan pelat besi untuk mengubah dimensi tangki yang dianggap sebagai badan robot, termasuk juga &lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi kiri dan kanan sasis &lt;em&gt;deltabox&lt;/em&gt; dipasang&lt;em&gt; airscoop&lt;/em&gt; untuk mempertegas tangan robot yang berotot kawat tulang besi. “Itu semua dibikin dari pelat besi dan dipasang di luar sasis &lt;em&gt;tubular&lt;/em&gt; asli agar&lt;em&gt; handling &lt;/em&gt;tetap optimal,” bilang pemodifikasi yang mangkal di Jl Raya Depok No 15, Sawangan-Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kaki robot ikut dipoles jadi kekar. Caranya, suspensi depan standar diganti punya Suzuki GSX400 bermodel teleskopik. Sebagai penyeimbang, lengan ayun&lt;em&gt; (swing arm&lt;/em&gt;) &lt;em&gt;handmade&lt;/em&gt; khas DMC, jadi andalan setiap motor garapannya. “Lengan ayun yang saya bikin rata-rata memanfaatkan komponen asli lalu di&lt;em&gt;-custom&lt;/em&gt; ulang pakai pelat besi. Soal modelnya, saya sering konsep sendiri lalu dipadu dengan masukan dari konsumen,” jelas Wardoyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian perut dan pinggang robot diilustrasikan Wardoyo melalui tampilan jok depan hingga &lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; buritan. Tampilan tambah manis dengan penerapan &lt;em&gt;silencer&lt;/em&gt; knalpot &lt;em&gt;undertail&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA MODIFIKASI&lt;br /&gt;Ban depan                  : Battlax BT45 110/70-17&lt;br /&gt;Ban belakang              : Battlax BT45 150/70-17&lt;br /&gt;Monoshock                : Suzuki Satria 120R&lt;br /&gt;Footstep depan           : Yoshimura&lt;br /&gt;Footstep belakang       : Yamaha Jupiter MX 135LC&lt;br /&gt;Lampu rem dan sein    : Variasi&lt;br /&gt;DMC                         : (021) 77887954&lt;br /&gt;                                  0813-8057-1391&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4135205603281414035?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4135205603281414035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4135205603281414035' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4135205603281414035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4135205603281414035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/honda-tiger-transformer-from-cinere.html' title='Honda Tiger Transformer from Cinere'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXXcDYxviI/AAAAAAAAAaU/JgE3JsZrOcQ/s72-c/Honda+Tiger+Transformer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-9204798796153125034</id><published>2009-01-08T17:35:00.003+07:00</published><updated>2009-01-08T17:36:30.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Hodge Hawk Tiga Roda dari Selandia Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXXI9X82uI/AAAAAAAAAaM/7Uv73Yh6Mb0/s1600-h/Hodge+Hawk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXXI9X82uI/AAAAAAAAAaM/7Uv73Yh6Mb0/s200/Hodge+Hawk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288869886330460898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Selandia Baru&lt;/strong&gt; suatu negara yang tidak punya pabrik mobil sendiri. Makanya, untuk membuat sebuah konsep kendaraan kurang mendapat perhatian. Namun gambar yang dikirim Alex Hodge kepada situs &lt;em&gt;Worldcarfans&lt;/em&gt; berupa kendaraan tiga roda &lt;em&gt;(tricycle) &lt;/em&gt;dinilai sangat manis.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karya Alex yang diberi nama Hodge Hawk itu mengombinasikan kekuatan yang kompak antara sepeda motor dan beberapa kepraktisan pada mobil. Paduan inilah yang sangat dibutuhkan untuk suatu kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tricycle&lt;/em&gt; mengusung mesin Honda RC51 V-Twin dengan kapasitas 999 cc. Tenaga 120dk dengan putaran maksimum 10.000 rpm dan digambarkan Alex, Si Tiga Roda ini mampu melesat sampai 233 km/jam sebagai kecepatan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Alex tidak mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Terutama berkaitan dengan soal lingkungan; seperti Peugeot yang juga sudah membuat kendaraan konsep tiga roda dengan mesin &lt;em&gt;hybrid&lt;/em&gt;. Seharusnya, Hodge Hawk ini juga digerakkan oleh tenaga mesin bersistem hibrida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mesin, bobot kendaraan diklaim Alex sangat ringan lantaran bodi diselimuti bahan serat karbon dan plastik. Jika dilihat dari depan, &lt;em&gt;tricycle &lt;/em&gt;tak ada bedanya dengan mobil yang lengkap dengan lampu utama dan kaca depan. Justru dari belakang baru tampak sepeda motornya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-9204798796153125034?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/9204798796153125034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=9204798796153125034' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9204798796153125034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/9204798796153125034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/hodge-hawk-tiga-roda-dari-selandia-baru.html' title='Hodge Hawk Tiga Roda dari Selandia Baru'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXXI9X82uI/AAAAAAAAAaM/7Uv73Yh6Mb0/s72-c/Hodge+Hawk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-6172416706793786320</id><published>2009-01-08T17:33:00.001+07:00</published><updated>2009-01-08T17:34:53.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kanzen'/><title type='text'>Kanzen Roadwin 200 Pendatang Baru di Kelas 200 CC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXWwVH32AI/AAAAAAAAAZ8/TYrOXzvDCSM/s1600-h/Kanzen+Roadwin+200.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXWwVH32AI/AAAAAAAAAZ8/TYrOXzvDCSM/s200/Kanzen+Roadwin+200.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288869463208744962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Pada &lt;/strong&gt;JMS di JCC, awal Desember lalu, di stan Kanzen terpampang Roadwin 200, jenis motor &lt;em&gt;sport&lt;/em&gt; yang serius digarap produsennya, PT Kanzen Motor Indonesia (KMI). Seusai pameran, &lt;em&gt;Motor Plus&lt;/em&gt; dapat kesempatan menjajalnya di kawasan pabrik KMI di Karawang Timur, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ini beda dengan Roadwin 125 dan Roadwin 150 yang pernah &lt;em&gt;nongol&lt;/em&gt; dibawa langsung dari tanah kelahirannya di Korea Selatan, hasil bikinan Daelim Roadwin. Roadwin 200, KMI hanya memesan mesinnya. “Benar, ini permintaan kami setelah lihat teknologi 200 cc di Indonesia,” ungkap Iwa Adidharma, Chief Engineer Product Development Division KMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Roadwin 200 menambah ramai persaingan motor di kelas sport 200 cc yang sebelumnya dimulai oleh Honda Tiger diikuti kemudian Yamaha Scorpio. Setelah itu, masuk Kawasaki Ninja 250R, dan terakhir datang dari India, Bajaj Pulsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran teknologi pun kian beragam, termasuk juga soal harga yang berkisar mulai dari Rp 18 juta sampai Rp 50 juta-an. “Rencananya, kami  akan jual enggak lebih dari Rp 20 juta. Bahkan kemungkinan akan dijual setara Mega Pro,” ungkap Lukas Masehi, Direktur PT IKM, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kapasitas mesin, Roadwin 200 punya perbedaan teknologi dengan saudaranya Roadwin 125 cc dan 150 cc, yakni pada kepala silinder. Generasi 125 dan 150 mengaplikasi 4 klep dengan satu&lt;em&gt; camshaft, &lt;/em&gt;sedangkan versi 200 cc cukup pakai 2 klep dengan satu &lt;em&gt;noken as &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;rocker arm&lt;/em&gt; yang dilengkapi&lt;em&gt; bearing.&lt;/em&gt; Tujuannya untuk mengurangi beban gesekan, dan bensin lebih efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dicoba di seputar kompleks KMI, putaran mesin Roadwin 200 punya kecenderungan bermain di menengah ke atas. Ini karakter mesin murni &lt;em&gt;sport touring&lt;/em&gt;, artinya enak diajak jalan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, kalau melesat di keramaian kota, butuh main kopling lantaran putaran mesin sulit mengail tenaga dengan cepat. Kendati begitu, ada keuntungan dari bodi Roadwin 200 ini. Pengendara yang mempunyai postur tinggi 165-an cm dan berat 60-an kg mudah sekali mengendalikannya. Lebih enteng dibandingkan Honda Tiger dan Yamaha Scorpio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya pada sistem kemudi. Setang jepit agak melebar dan lebih pas jika ditekuk ke dalam sehingga posisi tangan untuk manuver lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis bodi pun sebenarnya enggak berubah dari Roadwin 125 dan 150. Roadwin punya nuasa Cagiva Raptor dan Ducati Monster. &lt;em&gt;Bodywork&lt;/em&gt; kekar dan garis desain tegas memperkuat karakter sport cc besar. Ini yang bikin bangga mengendarainya. Soalnya punya desain seperti motor Italia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-6172416706793786320?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/6172416706793786320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=6172416706793786320' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6172416706793786320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6172416706793786320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/kanzen-roadwin-200-pendatang-baru-di.html' title='Kanzen Roadwin 200 Pendatang Baru di Kelas 200 CC'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXWwVH32AI/AAAAAAAAAZ8/TYrOXzvDCSM/s72-c/Kanzen+Roadwin+200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-605532618612750101</id><published>2009-01-08T17:32:00.001+07:00</published><updated>2009-01-08T17:33:33.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Sepeda Motor Listrik Honda E4-01 Diproduksi 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXWdOE-tMI/AAAAAAAAAZ0/UpkLRAYv5Do/s1600-h/Listrik+Honda+E4-01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXWdOE-tMI/AAAAAAAAAZ0/UpkLRAYv5Do/s200/Listrik+Honda+E4-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288869134900049090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pabrikan motor Honda Jepang, Honda Motor Company (HMC), bakal merampungkan proyek roda dua bertenaga listrik atau &lt;em&gt;electric motorcycle&lt;/em&gt; (EM) pada 2010. Konsep ini sesuai dengan kampanye Honda demi lingkungan hidup yang sudah diteriakkan lima tahun silam.&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur HMC Takeo Fukui yang dikutip salah satu situs web roda dua di dunia, pertengahan Desember lalu. “Motor listrik akan meredam zat berbahaya seperti C02. Tahap awal akan diproduksi motor listrik untuk kebutuhan jarak pendek. Dua tahun ke depan, jadwal penting untuk menduniakan motor listrik Honda,” ungkap Fukui.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada 3-4 tahun silam, Honda memang gencar memperkenalkan motor listrik. Ajang Tokyo Motor Show (TMS) dimanfaatkan sebagai kampanye EM. Ambil contoh Honda E4-01 mulai dipajang di TMS 2004 yang kemudian dikembangkan terus dari Honda Griffone dengan basis mesin 900 cc. Beratnya, di bawah 200 kg.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ucapan Fukui bisa jadi maklumat yang kemungkinan berimbas ke Indonesia. Direktur Marketing PT Astra Honda Motor Johannes Loman belum memberi jawaban positif. “Kami belum bisa memastikan hal ini. Sepanjang teknologi itu (motor listrik) cocok untuk Indonesia, kami akan mempelajarinya,” tegas Loman.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-605532618612750101?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/605532618612750101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=605532618612750101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/605532618612750101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/605532618612750101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/sepeda-motor-listrik-honda-e4-01.html' title='Sepeda Motor Listrik Honda E4-01 Diproduksi 2010'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXWdOE-tMI/AAAAAAAAAZ0/UpkLRAYv5Do/s72-c/Listrik+Honda+E4-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-6902013505882825915</id><published>2009-01-08T17:27:00.002+07:00</published><updated>2009-01-08T17:32:17.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda DN01 Bertransmisi Tiptronic</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXVPqlglTI/AAAAAAAAAZs/EQCbZz-tFHE/s1600-h/Honda+DN01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXVPqlglTI/AAAAAAAAAZs/EQCbZz-tFHE/s200/Honda+DN01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288867802522883378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Honda DN01&lt;/strong&gt; 2008 ini baru satu-satunya di Indonesia dan dipasarkannya pun tahun ini juga, tepat April lalu. Alexander Lunardi, sang pemilik kepincut memboyong moge bermesin 4-tak 680 cc bertransmisi otomatis ini, “Desain dan fitur yang disediakan sangat keren dan futuristik. Karena itulah saya boyong dari Jepang,” tegas Lunardi kepada Motor Plus.&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan dari motor ini, sistem transmisi bisa diubah manual yang diatur melalui tombol yang terletak di sebelah kanan setang. Kalau di mobil, mirip dengan Tiptronic. Sekalipun dalam kondisi sedang jalan, posisi transmisi yang otomatis bisa dipindahkan ke manual dan perpindahannya sangat &lt;em&gt;smooth.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain itu, di setang kiri masih ada tombol pengatur tipe transmisi. Mau&lt;em&gt; drive&lt;/em&gt; normal atau sport. Kalau sport akselerasinya lebih cepat dan rpm agak tinggi,” beber pria berusia 60 tahun yang hobi turing ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada lagi, kehebatan teknologinya. Sistem suplai bahan bakarnya dikemas dengan teknologi PGM-FI (&lt;em&gt;Programmable Fuel Injection&lt;/em&gt;) yang betul-betul mencirikan motor masa depan. Tenaga besar dan ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendaratkan pantat di atas jok, langsung terasa kesan &lt;em&gt;cruiser&lt;/em&gt;. “Desain jok dan posisi kaki memang tipe &lt;em&gt;cruiser&lt;/em&gt; banget, sehingga enak diajak jalan jauh,” papar Lunardi. Ditambah lagi, pijakan kaki besar dan lebar, memungkinkan &lt;em&gt;bike&lt;/em&gt;r pakai sepatu model apa saja merasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kunci kontak di posisi “ON”, langsung muncul beberapa indikator di laya dasbor. Itulah canggihnya, bangga Pak Lun (sapaan akrab Kunardi), pemilik jaringnan dealer Honda Bintang Motor ini. Selain data lengkap juga memberi kenyamanan dan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diberi kesempatan menjajal, sempat kaget lantaran bodi depan agak berat. Wajar, lantaran kapasitas tangki saja 15 liter. Dengan kapasitas mesin 680 cc, tenaga motor sangat menakjubkan, meski tanpa pengujian dengan vericom. Akselerasinya, mantap dan badan ketarik saat gas dibetot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rem mendadak, usah takut motor tergelincir karena sistem penghenti laju, baik depan maupun belakang sudah dilengkapi ABS (&lt;em&gt;antilock braking system)&lt;/em&gt;. Menariknya, selain tuas rem di kaki, yang di tangan kanan untuk pengereman ganda (bareng depan dan belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal warna, Honda DN01 punya beberapa alternatif, namun Lunardi tertarik dengan ungu bunglon. “ Sengaja pilih bunglon karena warnya bisa berubah-ubah tergantung sinar,” sebutnya. Satu lagi, motor ini ada rem parkir yang posisinya di sebelah kanan (tepat di atas footstep). “Berfungsi saat parkir di tanjakan atau turunan, motor nggak akan meluncur,” komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;User friendly dan safety.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DATA SPESIFIKASI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mesin                          : 4-tak 8 valve SOHC 52° V-Twin&lt;br /&gt;Bore x stroke             : 81 mm x 66 mm&lt;br /&gt;Kompresi                    : 10 : 1&lt;br /&gt;Kapasitas                   : 680 cc&lt;br /&gt;Tenaga                        : 45 dk/7.500 rpm&lt;br /&gt;Ignition                        : Fully Transistorized Electronic&lt;br /&gt;Transmisi                    :CVT HFT (Honda Friendly Transmision)&lt;br /&gt;Wheel base                 : 1.610 mm&lt;br /&gt;Tinggi                           : 712 mm&lt;br /&gt;Ground clearance       : 130 mm&lt;br /&gt;Kapasitas tangki         : 15 liter&lt;br /&gt;Konsumsi BBM           : 25 km/liter&lt;br /&gt;Ban depan                    : Dunlop 130/70ZR17&lt;br /&gt;Ban belakang               : Dunlop 190/50ZR17&lt;br /&gt;Sok depan                   : Telescopic 41 mm&lt;br /&gt;Rem depan                   : 296x4 mm dual hydraulic 3 piston ABS &lt;br /&gt;Rem belakang              : 276x6 mm, 2 piston ABS&lt;br /&gt;Berat kosong               : 270 kg&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-6902013505882825915?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/6902013505882825915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=6902013505882825915' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6902013505882825915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6902013505882825915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/honda-dn01-bertransmisi-tiptronic.html' title='Honda DN01 Bertransmisi Tiptronic'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXVPqlglTI/AAAAAAAAAZs/EQCbZz-tFHE/s72-c/Honda+DN01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-8992520963515056563</id><published>2009-01-08T17:23:00.001+07:00</published><updated>2009-01-08T17:27:02.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diablo'/><title type='text'>Motor Trail Diablo 200X Hadir 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXU5G8aODI/AAAAAAAAAZk/WpvgTb-JMNY/s1600-h/Trail+Diablo+200X.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXU5G8aODI/AAAAAAAAAZk/WpvgTb-JMNY/s200/Trail+Diablo+200X.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288867414998136882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Bagi pebalap&lt;/strong&gt; motokros &lt;em&gt;(crosser)&lt;/em&gt; di Tanah Air kini punya tunggangan pilihan buat lomba, yakni Diablo 200X yang menjadi produk andalan dari PT Honlai Motor Indonesia (HMI), selaku Agen Tunggal Pemegang Merek di Indonesia. Rencananya akan beredar di pasaran pada 2009.&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"&lt;em&gt;Trail&lt;/em&gt; Diablo yang baru ini semakin kompetitif dengan spesifikasi baru. Akan lebih nyaman dipakai untuk&lt;em&gt; adventur&lt;/em&gt;e keluar-masuk hutan,” bilang Direktur Utama PT HMI Candra Sutandinata di kantornya di Jalan Imam Bonjol No 202, Semarang, Jawa Tengah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bobot motor penggaruk tanah ini lebih ringan 20 persen dari model sebelumnya. Menurut Candra, motor itu sudah menggunakan material logam yang lebih bagus. Jadi, meski ada pengurangan pada logam yang dipakai, kekuatannya tetap dan bahkan lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak cuma itu, kerangka jadi lebih elastis karena materi karbon berkurang, sedangkan unsur mangan ditambah. “Sehingga menjadikan rangka tidak kaku lagi dan bobot maupun dimensi lebih mungil. Cocok dipakai untuk yang hobi &lt;em&gt;adventure&lt;/em&gt;,” tambah Narno dari bagian &lt;em&gt;marketing&lt;/em&gt; HMI.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengenai mesin, itu masih dipertahankan versi lama lantaran dinilai masih mumpuni. Hanya, ada penambahan &lt;em&gt;speed up &lt;/em&gt;pada karburator membuat akselerasi lebih spontan dan lincah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menggunakan ban kombinasi diameter 19-16 membuat tampilan Diablo tidak terlalu tinggi, apalagi saat ber-&lt;em&gt;adventure&lt;/em&gt;, kaki lebih banyak menginjak tanah. “Kalau terlalu tinggi, tentu menyulitkan dan bisa-bisa terjatuh. Sangat memudahkan bagi yang memiliki postur tubuh pendek,” tegas Narno.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi yang penyuka &lt;em&gt;trail&lt;/em&gt;, tetapi untuk dipakai di jalan raya, Diablo bisa diajak manuver di keramaian lalu lintas kota. PT HMI sudah memperhitungkannya dengan menyediakan lampu depan komplet berikut belakang, sein, spidometer digital, dan kaca spion. “Tinggal ganti ban jenis aspal sudah langsung jadi supermoto. Tidak perlu ubahan lain,” tegas Candra. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;SPESIFIKASI TEKNIK&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ban depan            : 70/100x19&lt;br /&gt;Ban belakang        : 90/100x16&lt;br /&gt;Suspensi depan     : Adjustable Rebound&lt;br /&gt;Suspensi belakang : Adjustable Rebound and Height&lt;br /&gt;Sein                      : Fleksibel&lt;br /&gt;Bodi                      : + 100 kg&lt;br /&gt;Tinggi jok              : 870 mm&lt;br /&gt;Tinggi dasar           : 300 mm&lt;br /&gt;PT HMI                 : (024)3585277, 3585255.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-8992520963515056563?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/8992520963515056563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=8992520963515056563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8992520963515056563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8992520963515056563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/motor-trail-diablo-200x-hadir-2009.html' title='Motor Trail Diablo 200X Hadir 2009'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXU5G8aODI/AAAAAAAAAZk/WpvgTb-JMNY/s72-c/Trail+Diablo+200X.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-7383337150332551178</id><published>2009-01-08T16:59:00.002+07:00</published><updated>2009-01-08T17:21:37.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kanzen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bajaj'/><title type='text'>Komparasi Honda Tiger Vs Kanzen Roadwin 200 Vs Bajaj Pulsar 200</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXTqSz-F4I/AAAAAAAAAZc/MOzfbYhV-1M/s1600-h/tiger-kanzen-bajaj.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXTqSz-F4I/AAAAAAAAAZc/MOzfbYhV-1M/s200/tiger-kanzen-bajaj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288866060974299010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Bakal hadirnya &lt;/strong&gt;Kanzen Roadwin 200 tentu akan menambah ramai persaingan jenis motor laki (motorsport) di kelas 200 cc. Sebelumnya, muncul lebih dulu Bajaj Pulsar 200 DTS-I dan Honda New Tiger Revolution.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari kebesaran nama, penguasaan pasar, dan tentu berkaitan dengan harga jual balik, jelas Tiger mengungguli kedua pesaingnya yang berasal dari negara berbeda, yakni Indonesia (Kanzen) dan India (Bajaj). Namun, dari segi fitur dan desain yang ditawarkan kepada konsumen, ketiganya mungkin bisa &lt;em&gt;fight&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui lebih detail, &lt;em&gt;Em-Plus &lt;/em&gt;melakukan komparasi terhadap ketiga motor yang punya &lt;em&gt;range &lt;/em&gt;harga di atas Rp 15 juta. Artinya, mereka tidak dipandang sebagai &lt;em&gt;daily use&lt;/em&gt;, namun sudah masuk&lt;em&gt; lifestyle, &lt;/em&gt;aktivitas hobi, baik turing maupun sekadar &lt;em&gt;image&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tampilan keseluruhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsep &lt;em&gt;double down tube&lt;/em&gt; yang dipakai Kanzen lumayan mencuri perhatian, apalagi desain yang dia pilih cukup &lt;em&gt;clean &lt;/em&gt;dan simpel. Lekukannya juga minimalis tanpa mengesampingkan kesan gahar di motor laki. Yang pasti, pilihan &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt; jadi keunggulan yang berdampak pada desain keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honda  lain lagi. Kesan futuristik khas &lt;em&gt;cruiser&lt;/em&gt; Eropa lewat asimetris dan detail yang rapi jadi pertimbangan, apalagi motor ini ada dalam naungan pabrikan yang sudah melegenda di benak &lt;em&gt;bikers&lt;/em&gt; Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Bajaj sebagai &lt;em&gt;new comers&lt;/em&gt;, cukup berani dengan desain berasa Italia-nya. Buntut meruncing dengan desain lampu yang &lt;em&gt;extraordinary&lt;/em&gt; jadi evaluasi tersendiri. “Tapi di soal &lt;em&gt;streamline&lt;/em&gt;, Honda lebih terasa,” nilai Goy Gautama, dosen Seni Rupa ITB yang juga pengamat desain motor asal Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fitur-fitur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita mulai dari bagian depan, yakni spidometer. Kemudahan penglihatan bagi pengendara menjadi tolok ukur. Bajaj Pulsar yang menganut sistem digital, baik untuk menunjuk kecepatan maupun odometer, dinilai paling canggih. Dengan teknologi itu, konsentrasi pengendara tetap terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru komparasi spidometer New Tiger Revo dan Roadwin 200 lebih menarik. Saat Honda menawarkan konsep berbeda seperti asimetris, Roadwin malah tampil dengan model spidometer Tiger lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Dengan konsep panel dasar putih, bentuk dan model indikatornya pun tidak jauh beda. Mungkinkah seharusnya Roadwin sedikit lebih canggih? Mengingat konsep desain bodi dan sasis yang ditawarkan layaknya &lt;em&gt;streetbike&lt;/em&gt; ala Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi keunggulan lain yang dimiliki Bajaj? Motor India ini dilengkapi sistem pendinginan. Meski sebatas pada &lt;em&gt;oil cooler&lt;/em&gt;, bukan radiator. Dengan begitu, gejala mesin terlalu panas pun bisa diredam. Mutu oli juga tetap terjaga akibat sirkulasi yang dilakukan lewat &lt;em&gt;oil cooler&lt;/em&gt; itu, sementara di Honda New Tiger Revolution dan Kanzen Roadwin 200 tetap mengaplikasi pendingin udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan kenyamanan saat berkendara, Kanzen Roadwin 200 menawarkan konsep &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt;, sedangkan dua kompetitornya tetap bertahan dengan gaya dual atau dua &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk soal fungsi, kemampuan atau kestabilan, &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; dua juga enggak kalah hebat sih. Sebab, dari Honda New Tiger Revolution dan Bajaj Pulsar 200 juga menawarkan peredam kejut yang dilengkapi dengan fitur gas. &lt;em&gt;So, &lt;/em&gt;empuk dong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara estetika tentu lain lagi. Virus atau tren motor modern adalah &lt;em&gt;clean and simple, &lt;/em&gt;apalagi untuk yang bergaya sporty seperti yang ditawarkan ketiganya. Di sini gaya &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt; tentu lebih dilirik dan &lt;em&gt;up-to-date&lt;/em&gt;. Di soal ini, Kanzen boleh bangga! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lampu Tiger unggul&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buat penerangan di lampu belakang, nampaknya Kanzen kudu mengalah dengan Tiger dan Pulsar. Itu karena kedua kompetitor mengaplikasi model LED. Selain daya pancar cahaya lebih terang, model tersebut juga lebih hemat arus listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bentuk, desain lampu yang ditawarkan Pulsar dan Tiger enggak kalah menarik. Dengan mika putih, lampu belakang Bajaj terlihat futuristik. Begitu juga dengan New Tiger yang membedakan antara mika lampu rem dan lampu malam. Jadi, lebih mudah dicermati pengendara di belakang. &lt;em&gt;Ngomong &lt;/em&gt;soal Lampu, desain Tiger berani tampil beda lewat konsep asimetrisnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-7383337150332551178?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/7383337150332551178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=7383337150332551178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7383337150332551178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7383337150332551178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2009/01/komparasi-honda-tiger-vs-kanzen-roadwin.html' title='Komparasi Honda Tiger Vs Kanzen Roadwin 200 Vs Bajaj Pulsar 200'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SWXTqSz-F4I/AAAAAAAAAZc/MOzfbYhV-1M/s72-c/tiger-kanzen-bajaj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-6904975234522395385</id><published>2008-12-27T12:52:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T12:53:03.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Saat Servis Motor, Jangan Lupa Komponen Lain</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Peringatan buat&lt;/strong&gt; pemilik motor. Bukan cuma mesin yang butuh perawatan, tetapi banyak komponen lainnya. Diperparah lagi, kalau dibawa ke bengkel, umumnya cuma servis mesin plus tambahan lain seperti &lt;em&gt;setting &lt;/em&gt;ulang karburator, kepala silinder, dan setel kelep.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Banyak bengkel mengerjakan sesuai dengan keluhan atau permintaan konsumen. Komponen seperti rantai, rem, &lt;em&gt;shockbreaker&lt;/em&gt;, dan aki sering dilupakan," ujar Syahbani alias Ujang Bani, mekanik bengkel Bany Motor Sport di Jakarta Barat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti rantai, kepedulian muncul begitu merasa sudah kendur. Padahal, komponen penggerak roda belakang ini perlu dilumasi pada waktu-waktu tertentu sebab, akibat gesekan, pelumas rantai akan panas dan mengering. Belum lagi kotoran menempel. "Makanya, sebelum melumasi dibersihkan dulu rantai berikut &lt;em&gt;sprocket&lt;/em&gt;-nya," tegas Ujang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu juga dengan rem, banyak pengendara hanya merasakan jarak main, baik yang di pedal kaki, maupun tuas tangan. Kalau kondisi rem sudah tidak menggigit, kata Peter Dionisius, Supervisor Divisi R&amp;amp;D Prestone (produsen minyak rem), paling minta disetel.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal, minyak rem juga perlu perawatan dengan menggantinya setiap 10.000 km. Cirinya, sewaktu tuas rem ditarik atau pedal diinjak (rem belakang) terasa lembut atau keras. Itu artinya, minyak rem sudah terkontaminasi dengan air atau angin palsu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Jangan hanya menambah minyak rem sebab setelah dipakai, kemampuan minyak turun. Bisa karena senyawanya berubah jadi air dan udara atau tercemar debu. Walau ditambah, fungsi pengereman tidak maksimal," tambah Dion—sapaan akrab Peter Dionisius.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain rantai dan rem, &lt;em&gt;shockbreaker&lt;/em&gt; juga butuh perawatan. Kebanyakan pemilik motor meliriknya jika sudah terjadi kebocoran. Padahal, tambah Dion, tanpa bocor pun pelumas &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; wajib diganti karena punya usia pakai. Cirinya, ayunan sudah empuk lantaran kualitas oli encer. Disarankan penggantian oli dilakukan setiap 6 bulan sekali, tergantung juga mobilitasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk skubek, jangan lupa cek kondisi &lt;em&gt;roller&lt;/em&gt;. Jika sudah &lt;em&gt;peyang&lt;/em&gt;, motor terasa bergetar. Sekalian periksa &lt;em&gt;belt &lt;/em&gt;CVT, biasanya bengkel resmi punya alat pengukur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terakhir, aki. Untuk motor yang usianya di atas lima tahun, pemeriksaan dilakukan minimal dua minggu sekali, terutama melihat ketinggian air aki. Merawat aki justru lebih mudah. "Saat memeriksa ketinggian air aki, cek juga ada jamur di sekitar kutub positif dan negatif aki. Guyurkan air panas untuk mengusirnya," bilang Sahrudin, Technical Support dari GS Battery. Ia juga menyarankan kuras aki setiap 3 bulan dan ganti dengan aki zuur dan setrum lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-6904975234522395385?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/6904975234522395385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=6904975234522395385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6904975234522395385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/6904975234522395385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2008/12/saat-servis-motor-jangan-lupa-komponen.html' title='Saat Servis Motor, Jangan Lupa Komponen Lain'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4212742329238932295</id><published>2008-12-22T19:11:00.002+07:00</published><updated>2008-12-22T19:12:02.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><title type='text'>Honda Cumi CBR 1000RR dari Depok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-EC2uZiOI/AAAAAAAAAYc/SxnihmMuOj4/s1600-h/Honda+Cumi+CBR+1000RR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-EC2uZiOI/AAAAAAAAAYc/SxnihmMuOj4/s200/Honda+Cumi+CBR+1000RR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282586072513612002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Dari sisi&lt;/strong&gt; yang mana menggambarkan Cuminya? Mungkin desain &lt;em&gt;fairing&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;centerbone&lt;/em&gt; seperti tentakel pada hewan laut. Selain itu, jika dilihat dari kejauhan, Anda pasti menduga si hitam yang melesat cepat itu CBR 1000RR.&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Modelnya memang CBR1000RR, “Makanya disebut Cumi (Cuma mirip),” bilang Wardoyo, &lt;em&gt;builder&lt;/em&gt; dari rumah modifikasi Dave Motor Concept (DMC) yang menggarap motor milik Hamka dari Depok.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Basis motor itu sendiri sebenarnya Honda CBR150R buatan 2007. Menurut Wardoyo, Hamka minta dibikinkan semirip mungkin CBR 1000RR, tanpa ditambah atau dikurangi. Karena punya pengalaman main di limbah moge plus ketok pelat besi maka permintaan Hamka dinilai tidak sulit.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rancangan pun dimulai dari bagian depan. “Karena kejar CBR 1000RR versi terbaru, maka lampu depan yang dipilih punya CBR600. Sedikit lebih lebar, sih. Tapi, sudutnya mendekati. Lalu, dari lampu, &lt;em&gt;fairing &lt;/em&gt;hingga &lt;em&gt;engine-guard &lt;/em&gt;berbahan pelat dibentuk mirip moge Honda itu, sesuai dimensi,” bilang Wardoyo yang asli Sragen, Jawa Tengah itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Supaya garis lekukan pada tebeng samping tidak putus hingga ke belakang, bagian luar rangka asli &lt;em&gt;deltabox&lt;/em&gt; di-&lt;em&gt;custom&lt;/em&gt; ulang pakai pelat. Tujuannya agar dimensi ikut bertambah lebar dan selaras ketika dijadikan pegangan tebeng samping serta tangki yang juga sudah mendapat sentuhan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagian buritan dibentuk lebih &lt;em&gt;slim &lt;/em&gt;dari asli CBR 150R. Wardoyo mengaku, menggarap rangka bagian belakang dengan main ketok. Agar sedikit naik dan juga melebar sebelum digabung dengan &lt;em&gt;centerbone.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kurang sempurna bila kemiripan hanya pada bodi, sementara kaki-kaki standar. Untuk &lt;em&gt;shockbreaker &lt;/em&gt;depan, standarnya diganti punya Honda RCV yang sedikit di-&lt;em&gt;custom &lt;/em&gt;porosnya agar bisa masuk. Kebetulan dimensi &lt;em&gt;shockbreaker&lt;/em&gt; pas dan tidak mengubah &lt;em&gt;rake &lt;/em&gt;saat dipasang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, bagian belakang masih memakai &lt;em&gt;part &lt;/em&gt;asli, hanya lengan ayun di-&lt;em&gt;custom &lt;/em&gt;dengan menambah panjang sekitar 7 sentimeter agar bentuknya selaras. Konsekuensinya harus menggeser maju posisi dudukan bawah &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt; sekitar 3 sentimeter.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sipnya lagi, Wardoyo bisa menyelipkan knalpot &lt;em&gt;handmade &lt;/em&gt;di buritan. Ini cukup pintar memanipulasi kekosongan lantaran dimensi mesin yang memang mau tak mau jadi kekecilan. Enggak apa-apa, terpenting keinginan Hamka sudah terwujudkan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;DATA MODIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ban depan      : Battlax BT40 120/60-17&lt;br /&gt;Ban belakang  : Battlax BT40 10/70-17&lt;br /&gt;Velg              : CB400&lt;br /&gt;Cakram           : Nissin&lt;br /&gt;Footstep          : Honda RCV&lt;br /&gt;Sein                 : Variasi&lt;br /&gt;DMC               : 0813-8057-1391&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4212742329238932295?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4212742329238932295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4212742329238932295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4212742329238932295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4212742329238932295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2008/12/honda-cumi-cbr-1000rr-dari-depok.html' title='Honda Cumi CBR 1000RR dari Depok'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-EC2uZiOI/AAAAAAAAAYc/SxnihmMuOj4/s72-c/Honda+Cumi+CBR+1000RR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-8363989872796299147</id><published>2008-12-22T19:08:00.001+07:00</published><updated>2008-12-22T19:10:59.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suzuki'/><title type='text'>New Satria 150 dengan Polesan Yoshimura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-DxvmMKnI/AAAAAAAAAYU/kezCppIks08/s1600-h/New+Satria+150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-DxvmMKnI/AAAAAAAAAYU/kezCppIks08/s200/New+Satria+150.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282585778542357106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah lebih empat tahun bertahan dengan wajah yang sama, akhirnya PT Indomobil Niaga International (IMNI) Roda-2 memperkenalkan versi baru Suzuki Satria FU 150. Bebek &lt;em&gt;supersport&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;gimmick marketing&lt;/em&gt; Suzuki menyebutnya: &lt;em&gt;hype&lt;/em&gt;r &lt;em&gt;underbone&lt;/em&gt;) ini diperkenalkan oleh Kenji Saito, Direktur Pemasaran IMNI, pada hari pertama pembukaan Jakarta Motorcycle Show, Sabtu (6/12).  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cukup menarik, komponen untuk mempergagah penampilan Satria ini diadopsi dari Yoshimura yang sudah sangat dikenal oleh para &lt;em&gt;bikers&lt;/em&gt; di Tanah Air. Perubahan yang dilakukan Suzuki adalah mengganti model lampu depan dan &lt;em&gt;fairing&lt;/em&gt; (tudung), panel instrumen (desain spidometer), ujung knalpot, rangka alumunium, dan behel atau pegangan belakang motor.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kali ini, konsumen Indonesia cukup beruntung. Inilah model terbaru Satria yang hanya dipasarkan di tiga negara ASEAN dengan nama berbeda. Di Thailand diberi nama &lt;strong&gt;Raider&lt;/strong&gt;, sedangkan di Filipina &lt;strong&gt;Dagger&lt;/strong&gt;. Sayangnya, model ini muncul di saat krisis ekonomi mulai mencengkeram lebih dalam sebagian masyarakat atau konsumen motor kelas atas.&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Satria vs Kompetitor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; - Dengan penampilan baru ini, harga Satria FU 150 pun melenjit. Berdasarkan informasi internal Suzuki, dalam dua bulan ini Satria sudah dua kali mengalami kenaikan harga. Terakhir, dengan anjloknya rupiah dan karena sebagian besar komponen Satria masih impor, kenaikkan harga pun mencapai Rp 800.000. Hasil akhir, saat diluncurkan, Suzuki membanderol Satria dengan harga Rp 17.890.000 (&lt;em&gt;on the road&lt;/em&gt; di Jakarta dan sekitarnya).&lt;p&gt;Dibandingkan dengan kompetitor utamanya, yaitu Honda CS1, perbedaan harga hampir Rp 1 juta. Namun, Satria menang unggul untuk teknologi mesin, kapasitas dan tenaga yang dihasilkan. CS1 dipersenjatai Honda dengan mesin SOHC (&lt;em&gt;single overhead camshaft&lt;/em&gt;) dengan kapasitas 125 cc, sedangkan Satria DOHC (&lt;em&gt;double overhead camshaft&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;Untuk tenaga, Satria masih unggul dengan kemampuan maksimum 16 PS @9.500 rpm, sedangkan CS1 12,8 PS @10.000 rpm. Kemampuan Satria menghasilkan torsi maksimum juga lebih baik, yaitu 1,27 kgf-m @8.500 rpm, sedangkan CS1 1,04 kgf-m @7.500 rpm.&lt;p&gt;Kompetitor lain Satria adalah Jupiter MX dengan mesin 135 cc yang saat ini versi paling mahal (cast wheel dan kopling otomatik) ditawarkan dengan harga Rp 15.050.000. Dari segi tenaga dan torsi Jupiter MX memang kalah. Tenaga maksimumnya 11,33PS @8.500 rpm dan torsi 1,165 kgfm @5.500 rpm.&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Lampu Depan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; - Perubahan mencolok dari Satria adalah desain &lt;em&gt;fairing&lt;/em&gt; dan lampu depan. Desain lampu depan mirip dengan Suzuki GSX-R600. Versi baru, lampu menggunakan bentuk mahkota dan di sampingnya lampu sein dengan mika transparan mirip kuping kelinci. Lampu ini dilengkapi dengan topi atau disebut juga “&lt;em&gt;cowling&lt;/em&gt;” ber-&lt;em&gt;garnish &lt;/em&gt;hitam. Topi lampu  dipasang dengan cara menyekrupkannya pada &lt;em&gt;fairing&lt;/em&gt; panel instrumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);"&gt;Panel Instrumen&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; - Panel instrumen mengalami perubahan desain yang cukup berarti, meski posisi dan bentuk dasarnya sama dengan versi Satria terdahulu. Motif dasar bagian tengah panel instrumen kini dibuat seperti anyaman dinding bambu.&lt;p&gt;Takometer menggunakan model jarum dengan dasar instrumen putih berbentuk lingkaran. Di pinggir takometer diberi ornamen berlapiskan krom untuk memberi kesan &lt;em&gt;sporty &lt;/em&gt;dan eksklusif. Versi lama, pinggiran takometernya berwarna hitam, sama dengan panel.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bentuk angka dan ukuran juga berubah. Versi baru lebih besar (tentu saja makin mudah dibaca), sedangkan Satria lama menggunakan huruf reguler lama (&lt;em&gt;italic&lt;/em&gt; atau miring). Instrumen lain dengan tayangan digital adalah spidometer, indikator bahan bakar, tripmeter, dan indikator  mode “&lt;em&gt;eco&lt;/em&gt;” dan “&lt;em&gt;power&lt;/em&gt;”. Angka-angkanya mudah dibaca karena menggunakan dasar oranye.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kini motor &lt;em&gt;supersport&lt;/em&gt; bebek ini dilengkapi dengan dua pilihan model mengendarai yang disebut Suzuki dengan S-DMS (&lt;em&gt;Suzuki Drive Mode Switch&lt;/em&gt;), yaitu "&lt;em&gt;eco"&lt;/em&gt; dan "&lt;em&gt;power"&lt;/em&gt;. Tombol mode itu ditempatkan di sisi kanan panel instrumen dan mudah dicapai pengendara saat melaju.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perubahan lainnya adalah di bagian depan, yaitu segitiga setang yang kini dilapisi dengan &lt;em&gt;silver &lt;/em&gt;(sebelumnya hitam), sedangkan di bagian belakang, perubahan pada ujung corong knalpot. Versi baru berbentu oval segitiga, khas Yoshimura. Di belakang, &lt;em&gt;behel&lt;/em&gt; atau pegangan di belakang sadel tampil dengan penampilan baru. Begitu pula dengan rangka alminium baru dengan pelindung kaki di kanan dan kiri motor.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Spesifikasi New Satria FU 150&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(84, 141, 212) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tipe&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;4-tak , DOHC, 4 katup,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;silinder tunggal, pendingin udara&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kapasitas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;147,3 cc&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Diameter x langkah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;62 x 48,8 mm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Perbandingan kompresi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;10,2 : 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Tenaga maks.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;16 PS @9.500 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Torsi maks.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;1,27 kgf-m @8.500 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Karburator&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;MIKUNI BS 26 - 187&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Saringan udara&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kertas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Sistem starter&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kaki &amp;amp; elektrik&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Transmisi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;6 kecepatan, 1 ke atas, 5 ke bawah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(198, 217, 241) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Kopling&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Multiplat, basah&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(84, 141, 212) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Sasis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(184, 204, 228) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Suspensi           Depan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Teleskopik, pegas spiral dan bantalan oli&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(184, 204, 228) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;                          Belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Monoshock, lengan ayun, pegas&lt;/div&gt;&lt;p&gt; spiral dan bantlan oli&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(184, 204, 228) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Rem                  Depan &amp;amp; Belakang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Cakram&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(184, 204, 228) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Ban &amp;amp; Roda     Depan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;70/90-17 38S&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(184, 204, 228) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;                      &lt;/span&gt;    Belakang&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(182, 221, 232) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;80/90-17 44S&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-8363989872796299147?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/8363989872796299147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=8363989872796299147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8363989872796299147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/8363989872796299147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2008/12/new-satria-150-dengan-polesan-yoshimura.html' title='New Satria 150 dengan Polesan Yoshimura'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-DxvmMKnI/AAAAAAAAAYU/kezCppIks08/s72-c/New+Satria+150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-7211060412927098245</id><published>2008-12-22T19:04:00.001+07:00</published><updated>2008-12-22T19:08:47.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yamaha'/><title type='text'>Yamaha Scorpio Chopper 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-DRouuWwI/AAAAAAAAAYM/TSifm39Kz_8/s1600-h/Yamaha+Scorpio+Chopper.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-DRouuWwI/AAAAAAAAAYM/TSifm39Kz_8/s200/Yamaha+Scorpio+Chopper.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282585226943290114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Meski&lt;/strong&gt; belum punya motornya, Imam Syafei jatuh hati sama Honda Goldwings dan suka dengan bentuk Suzuki Intruder. Uniknya, ketika ditelepon oleh Wiryady alias Ajie Thunder dari Fajar Makmur Modification (FMM) perihal kesengsemannya itu, Imam malah belum punya motornya.&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Makanya saya beli Yamaha Scorpio. Waktu itu kilometernya masih nol, langsung saya boyong ke Ajie,” kenang pegawai BRI yang juga anggota klub BRI-Kers Jakarta. Soal selera, Imam enggak suka model sport dan &lt;em&gt;streetfighter&lt;/em&gt;. “Maunya desain yang secara ergonomi santai. Makanya, pilihan &lt;em&gt;chopper&lt;/em&gt; sangat tepat,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ajie yang disodorkan Scorpio cepat tanggap dan langsung merombaknya. Baginya, sasis dari &lt;em&gt;center bone&lt;/em&gt; ke depan sudah tidak perlu dievaluasi. “Saya ubah dari tengah ke belakang. Dibuat baru sama sekali,” tegas Ajie yang aslinya tukang servis AC.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari ubahan ini jelas. Konstruksi Scorpio yang siaga dan agak tinggi tidak mungkin bisa dipertahankan untuk &lt;em&gt;chopper&lt;/em&gt;. Makanya, dari bagian tengah ke belakang perlu dibuatkan sasis baru yang rancangannya agak ke bawah, termasuk lengan ayun memakai punya Honda Steed 400.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari situ bentuk dasar didapat. Ajie serta-merta membuat tangki &lt;em&gt;chopper&lt;/em&gt; plus sepatbor ala &lt;em&gt;ducktail&lt;/em&gt; sesuai dengan &lt;em&gt;genre&lt;/em&gt;-nya. “Setang &lt;em&gt;bullhorned&lt;/em&gt; termasuk &lt;em&gt;raiser&lt;/em&gt; kami buat sendiri. Detail macam lampu depan dan belakang variasi moge dan penguatan di kaki-kaki, yakni &lt;em&gt;shockbreaker&lt;/em&gt; depan &lt;em&gt;upside down&lt;/em&gt; Aprilia,” papar Ajie.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sentuhan akhir, FMM memilih knalpot Honda Shadow agar suaranya &lt;em&gt;ngebas&lt;/em&gt;. Kerapihan  kerja menata &lt;em&gt;chopper full dressed&lt;/em&gt; model begini patut diacungi jempol.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti sepatbor belakang yang mendekati &lt;em&gt;ducktail&lt;/em&gt; memang cocok untuk karakter motor rapi dan tidak terkesan liar. Padahal, bengkel modifikasi ini tidak spesialis &lt;em&gt;chopper.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menyeimbangi tangki yang gede di bagian atas, girboks palsu berbahan fiber cukup berhasil, apalagi boks kiri dan kanan yang buatan sendiri cukup rapi dan menambah gagah tampilan motor dengan rancangan knalpot model 1-2.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-7211060412927098245?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/7211060412927098245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=7211060412927098245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7211060412927098245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/7211060412927098245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2008/12/yamaha-scorpio-chopper-2008.html' title='Yamaha Scorpio Chopper 2008'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-DRouuWwI/AAAAAAAAAYM/TSifm39Kz_8/s72-c/Yamaha+Scorpio+Chopper.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4132589825364854635</id><published>2008-12-22T19:02:00.001+07:00</published><updated>2008-12-22T19:04:39.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suzuki'/><title type='text'>Skuter Alien di JMS2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-COQdiwFI/AAAAAAAAAYE/Unba5Po9rII/s1600-h/Skuter+Alien.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-COQdiwFI/AAAAAAAAAYE/Unba5Po9rII/s200/Skuter+Alien.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282584069377540178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua skuter Suzuki yang dipajang di JMS2008, yaitu SD-01 dan SD-02, menjadi magnet bagi pengunjung pameran. Pasalnya, penampilan kedua skuter ini aneh, unik, dan futuristik. Lampu depannya ramai, berkelap-kelip dan bisa pula berubah warna. Kombinasi desain dan penempatan lampu depan kedua skuter, utamanya yang hitam, membuat penampilannya mirip dengan makhluk alien dari planet lain.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti alien, informasi dari Suzuki tentang motor ini juga sangat minim. Ketika ditanyakan tentang konsep skuter ini kepada H Yamaguchi yang mengurus masalah promisi Suzuki Roda-2, ia hanya menjelaskan bahwa SD-01 dan SD-02 merupakan transformasi dari skutik konsep ke yang sudah diproduksi, yaitu Spin. Kebetulan kedua motor konsep ini dijejerkan Suzuki dengan Spin modifikasi dengan penampilan mengilap atau krom dan bukan Skywave.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pameran Bangkok&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kehadiran kedua skuter konsep masa depan Suzuki merupakan yang kedua kali di arena pameran. Sebelumnya, Suzuki sudah mejeng di Bangkok International Motor Show pada 26 Maret–6 April lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di arena itu, terutama bagi komunitas motor dan skuter, SD-01 dan SD-02 juga magnet dan menarik bagi para pengunjung, bahkan banyak diperbincangkan di berbagai blog penggemar skuter dan motor di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain hal, upaya Suzuki menampilkan konsep skuter kecil massa depan tentu saja tidak lepas dari tren konsumen kendaraan roda dua di negara-negara ASEAN. Jumlah konsumen yang menyukai kendaraan roda dua jenis ini terus meningkat, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup menarik, Suzuki sengaja menampilkan dua skuter sekaligus. Keduanya bak pinang dibelah dua. Dua saudara kembar yang saling “mengisi”. SD-01 ditampilkan Suzuki dengan warna hitam plus aksentuasi merah pada bagian tertentu. Bentuknya mirip alien dengan lampu LED depan yang ramai dan berkedap-kedip. Dengan bentuk seperti ini, ada pula yang menyebutnya sebagai skuter "cyber", sedangkan SD-01 berwarna putih, bentuk lampunya sama dengan saudara yang hitam. Hanya motif tutup mikanya yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Suzuki, kedua skuter ini dibanggakan sekali. Karena itu pula, Gunadi Sindhudinata dari Indomobil mengajak Menteri Perindustrian melihat kedua skuter tersebut dari dekat. Terakhir, Fahmi Idris mau juga melongok salah satunya, yaitu SD-02 alias si putih dengan roda yang lebih kecil dibandingkan si hitam. Begitu melihatnya, Pak Menteri langsung berkomentar,” Ini kekuatannya tidak dijamin.” Ia pun memegang sadel model rajut atau sarang lebah yang bisa disetel pada skuter tersebut. Beberapa saat kemudian, sadel itu copot dan tak dipasang lagi oleh Suzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Desain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada JMS kali ini, ada dua produsen menampilkan konsep skuter kecil masa depan, yaitu Suzuki dan Yamaha. Kalau Suzuki menampilkan si kembar SD-01 dan SD-02, Yamaha memperlihatkan konsepnya melalui S3+.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dari skuter konsep yang dipajang kedua produsen tersebut, konsep desainnya sama. Yaitu bodi dengan garis-garis tajam atau lancip. Namun, Suzuki lebih canggih, depan dan belakang menggunakan &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt; atau peredam kejut tunggal. SD-1 dan SD-02 menggunakan model sepatbor roda belakang yang terpisah dengan bodi. Di atas sepatbor, bagian bodi dari skuter seperti mengapung. Cara yang sama juga diadopsi oleh Yamaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lampu LED&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wajah SD-01 dan SD-02 dipenuhi dengan lampu LED yang berkedip-kedip dan bisa berganti warna. Skuter SD-01 bisa menampilkan warna merah dan putih, sedangkan lampu sampingnya menampilkan warna putih dan oranye. SD-02 desain lampu depannnya berbeda. Di tengah menghasikan cahaya biru, dan kedua sisinya oranye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk belakang, kedua skuter menggunakan model dan desain lampu yang sama. Lampu dipasang di ujung bodi paling belakang bawah yang mencuat ke atas. Menurut beberapa pengamat, desain kedua skuter ini sangat kental dengan gaya Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDE-01 menggunakan ban lebih besar dari SD-02. Informasi yang disampaikan Suzuki, skuter ini menggunakan panel instrumen berupa PDA. Dengan ini nantinya, instrumen bisa digunakan sebagai navigasi GPS, telepon selular, dan MP3 player. Pokoknya trendi abis dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan skuter makin “bersih” karena tidak ada komponen yang menonjol atau mencuat dari permukaan bodinya yang mulus. Roda depan pun dilengkapi rem cakram dengan ukuran besar dan berbentuk bintang. Bahkan, untuk memberikan kesan gagah dan kokoh, roda depan dilengkapi dengan peredam kejut tunggal berdiameter besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tenaga Listrik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melihat tidak adanya knalpot dan adanya bulatan tabung di depan roda belakang, kemungkinan Suzuki mengandalkan motor listrik sebagai penggerak skuter ini. Kalau sudah begitu, tak salah lagi ini dianggap sebagai skuter masa depan. Karena semakin “menyemutnya” kendaraan roda dua di jalan raya, salah satu cara untuk mengurangi polusi dan gangguan suara bising, ya... tenaga listrik! Oke dong!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/458927550541291969-4132589825364854635?l=indomotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indomotor.blogspot.com/feeds/4132589825364854635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=458927550541291969&amp;postID=4132589825364854635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4132589825364854635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/458927550541291969/posts/default/4132589825364854635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indomotor.blogspot.com/2008/12/skuter-alien-di-jms2008.html' title='Skuter Alien di JMS2008'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-XPU141WjZxw/TxOihO836nI/AAAAAAAACr8/dKQ5rv0ScKs/s220/foto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-COQdiwFI/AAAAAAAAAYE/Unba5Po9rII/s72-c/Skuter+Alien.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-458927550541291969.post-4781172631453297374</id><published>2008-12-22T18:59:00.001+07:00</published><updated>2008-12-22T19:02:53.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Honda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasaki'/><title type='text'>Honda CS-1 Vs Kawak Athlete</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-BzmqhuXI/AAAAAAAAAX8/ATFkfpiNpKE/s1600-h/Honda+CS-1+Vs+Kawak+Athlete.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_x3uPrezhkFY/SU-BzmqhuXI/AAAAAAAAAX8/ATFkfpiNpKE/s200/Honda+CS-1+Vs+Kawak+Athlete.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282583611481110898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada JMS 2008, dua supersport bebek yang sering dibandingkan para &lt;em&gt;biker &lt;/em&gt;adalah Honda CS-1 dan Kawasaki Athlete. Maklum, keduanya relatif baru. Aspek yang membuat bikers membandingkan keduanya adalah karena menganut konsep desain dan kontruksi sasis yang sama. Tangki berada di depan pengendara atau di atas rangka utama (&lt;em&gt;backbone&lt;/em&gt;), mirip dengan motor sport atau 'laki'.&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalaupun &lt;em&gt;bikers&lt;/em&gt; memperbincangkan perbedaan, fokusnya pada mesin. ”Mesin CS-1 tegak, sedangkan mesin Athlete mendatar,” begitulah komentar yang terlontar dari mereka setelah meneliti kedua motor ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan ketika petugas Honda dipancing untuk mengomentari perbedaan CS-1 sama dengan Athlete secara teknis, ungkapan tersebut muncul lagi. Komentarnya sama, sekitar mesin vertikal dan horisontal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal, perbedaannya cukup banyak dari aspek teknik. Namun, masalah harga tidak bisa dilupakan. Selisih harga cukup mencolok. Si “Ijo’ ditawarkan dengan harga Rp 14.300.000, sedangkan CS-1, yang memang sangat menggoda penampilannnya, dibanderol oleh Honda Rp 16.900.000. Perbedaannya mencapai Rp 2,7 juta.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pastinya, CS-1 menawarkan warna yang lebih beragam, yaitu merah, hitam, silver, dan kuning emas; dan tampil lebih atraktif, sedangkan Si “Ijo”, selain hijau, alternatif warnanya hanya unggu dan hitam; tampil rada “kalem”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Persamaan&lt;/strong&gt; - Selain posisi tangki yang sama, keduanya memilih model “&lt;em&gt;cast wheel&lt;/em&gt;” yang juga mirip, jari 5 x 2. Posisi knalpotnya sama pula. Ada juga tambahan “&lt;em&gt;air scoop&lt;/em&gt;” pengarah aliran udara di bawah mesin. Keduanya menggunakan rem cakram untuk roda depan dan belakang (namun desainnya berbeda). Plus, suspensi belakang sama-sama monoshock. Karena itu, wajarlah para &lt;em&gt;biker&lt;/em&gt; membandingkan kedua motor ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kawasaki sendiri, dalam strategi pemasarannya, membandingkan Athlete dengan Honda CS-1 dan Suzuki Satria. Berdasarkan format kuadran yang dibuat oleh Kawasaki, mereka menempatkan produknya antara &lt;em&gt;Sporty&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Classy&lt;/em&gt;. CS-1 ditempatkan di tengah-tengah &lt;em&gt;Classic &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Classy &lt;/em&gt;yang kental dengan penampilan  &lt;em&gt;Sporty&lt;/em&gt;. Untuk Satria, orang-orang "Kawak" menaruhnya di antara Elegan dan &lt;em&gt;Classic&lt;/em&gt;. Dari cara berpikir orang Kawasaki tersebut sudah dapat disimpulkan, mereka mengakui soal penampilan CS-1 yang sangat &lt;em&gt;sporty&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari segi penampilan, CS-1 lebih disukai terutama desain lampu dan tangki&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang atraktif. Honda juga menonjolkan rangka delta boks motor ini, sedangkan Athlete berdesain lampu lebih sederhana dan tidak menonjolkan rangka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mesin&lt;/strong&gt; - Spesifikasi dan karakteristik mesin motor ini sangat berbeda. CS-1 menggunakan mesin dengan pendingin air yang dilengkapi dengan radiator dan kipas. Hal ini membuat mesin CS-1 lebih rumit, memerlukan perawatan yang lebih intens, namun dari segi performa tentu saja lebih oke!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, Athlete memakai mesin dengan pendingin udara atau masih mengandalkan sirip-sirip. Tentu saja lebih praktis dan ringkas, di samping itu menjadikannya lebih ringan karena tidak ada air, radiator, dan kipas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena tipe mesin yang digunakan CS-1 adalah “&lt;em&gt;high performance&lt;/em&gt;”, untuk menjaga kinerja tetap stabil, terutama saat berada di dalam kota dengan lalu lintas yang macet, Honda melengkapinya dengan pendingin air atau radiator. Di samping itu, agar mendapatkan pendinginan lebih baik dan kompromi lainnya, mesin dipasang agak vertikal. Itu mirip dengan kebanyak mesin motor sport.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua motor menggunakan mesin yang sama kapasitasnya, 125 cc. Namun, CS-1 unggul dalam performa. Dengan perbandingan kompresi 10,7 : 1, mesin CS-1 menghasilkan tenaga 9,44 kW atau 12,8 PS. Itu pun dihasilkan @10.000 rpm. Ciri khas mesin sport sejati!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bandingkan dengan Athlete, 9,9 PS @8.000 rpm. Meski kurang agresif, namun Athlete dipastikan bisa diajak santai, terutama di lalu lintas kota yang padat, sedangkan mesin CS-1 dipastikan maunya “ngebut” melulu. Di samping dengan perbandingan kompresi yang tinggi, CS-1dipastikan minta bensin yang lebih berkualitas, beroktan 92 atau 95, sedangkan mesin Athlete bisa berkompromi dengan premium.&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;Perbedaan Mesin Honda CS-1 vs Kawasaki Athlete&lt;/strong&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt; background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Honda CS-1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: black black black -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 208, 80) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kawasaki Athlete&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Tipe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;4 langkah, SOHC,&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 208, 80) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;4-langkah, SOHC, 2 katup,&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Sistem pendingin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Air, radiator dengan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kipas listrik&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 208, 80) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Udara&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Diameter x langkah           mm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;58 x 47,2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 208, 80) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;56 x 50,6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Kapasitas                               cc&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;124,7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 208, 80) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;124,6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Perbandingan kompresi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;10,7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 208, 80) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;9,8&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Sistem pasokan bahan bakar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Karburator&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 208, 80) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;Karburator, Keihin PB18&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Tenaga maks.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;12,8 PS @10.000 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 208, 80) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;9,9 PS @8.000 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; background: red none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color;" valign="top"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Torsi maks.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;10,2 Nm @7.500 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(146, 208, 80) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top"&gt;&lt;div&gt;8,6 Nm @6.000 rpm&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kendati Honda mengklaim CS-1 sebagai “top city ride”, berdasarkan spesifikasi di atas, justru Athlete yang lebih mendekati karena tenaga dan torsinya diperoleh pada putaran lebih rendah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;CS-1 dipastikan unggul untuk mereka yang punya nyali tancap gas pada kecepatan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Suspensi Belakang&lt;/strong&gt; - Meski suspensi belakang kedua motor ini dasarnya sama, &lt;em&gt;monoshock&lt;/em&gt;, namun karena posisi pemasangan peredam kejutnya berbeda, masing-masing digunakan untuk kondisi tertentu. Punya Honda tegak lurus, sedangkan 'Kawak' miring (hampir horizontal) dan tampak dari luar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan posisi peredam kejut yang horizontal, Athlete menghasilkan bantingan yang lembut karena tidak langsung beraksi dibandingkan jika posisinya tegak lurus. Untuk peredam kejut yang dipasang vertikal atau tegak, itu akan langsung menghasilkan bantingan. Hasilnya, CS-1 cocok untuk jalanan mulus, sedangkan Athlete bisa berkompromi dengan permukaan jalan, misalnya lubang dan polisi tidur.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Honda harus memasang peredam kejut dengan posisi tegak karena ruang mesin makin sempit. Selain ada mesin, juga ada tambahan ruang untuk radiator. Pilihan lainnya, mesin juga harus diposisikan agak vertikal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berikut ini perbedaan transmisi dan dimensi kedua motor:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="border: medium none ; border-collapse: collapse; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border: 1pt solid blac
