Showing posts with label TVS. Show all posts
Showing posts with label TVS. Show all posts

Saturday, July 4, 2009

Fitur-fitur Menarik TVS RockZ 125

Sebagai pendatang baru, TVS cukup jeli mengoda hati konsumen motor Indonesia. Caranya, menawarkan fitur-fitur yang belum pernah diaplikasi pada motor bebek standar pabrik. Salah satunya adalah IMS (intergrated music system). Hebatnya lagi, menurut Ravi Kharul, Wakil Presiden R&D TVS, fitur ini hanya pasang pada TVS RockZ yang dipasarkan di Indonesia. “Di India tidak ada. Selera orang Indonesia cukup unik,” jelasnya. Ketiga ditanyakan, IMS bisa membahayakan pengendara, Ravi hanya tersenyum. “Asalnya jangan terlena saja!” balasnya.

Sebelumnya, IMS ini diuji dari pengaruh lingkungan dan cuaca . Misalnya, air karena motor kehujanan, debu dan pengaruhi terhadap jalan tidak rata. Pengujian tersebut dilakukan di laboratorium TVS India. Juga kemungkinan air atau debu masuk ke dalam slot USB, RCA dan charger yang diberi penutup.

Flash Disk. IMS pada TVS RockZ tidak dilengkapi dengan memori untuk menyimpan data atau file lagu dalam format MP3. Sebagai penggantinya, cukup dengan menggunakan USB flash disk . Nah, file lagu-lagu pada flash disk inilah nanti yang bisa dimainkan atau payback.

Untuk mengontrol atau memilih musik atau radio, termasuk pengaturan volume, mencari lagu, disediakan tombol di tengah. Posisinya cukup mudah dicapai. Masalah yang cukup mengganggu, pemilik RockZ tentu saja tidak bisa memasang bagasi di bagian ini atau menaruh barang di atasnya.

Cara terbaik mendengarkan musik atau radio, tentu saja dengan menggunakan earphone yang langsung dimasukkan ke lubuang telingga. Bila tidak, tentu saja akan mengganggu ketika helm dipasang.

Pengaman Ganda. Cukup kreatif. Pertama, dilengkapi dengan tombol yang berada di bawah jok. Pastinya, tidak mudah bagi maling untuk menghidupkan mesin. “Butuh waktu bagi atau proses mengidupkan motor jadi lebih lama,” jelas Benny Widyatmoko, GM TVS Indonesia.

Pengaman kedua adalah kunci stand tengah. Dengan kunci aktif, stand tengah tidak bisa melipat. Kondisi ini tentu saja akan menyusahkan bagi maling karena roda belakang tidak menyentuh permukaan jalan. Dipastikan pula, juru parkir tidak bisa mengeser motor ini dengan mudah.

Lampu LED Boks. Tak kalah kreatif, pada bok, dilengkapi lampu LED yang memberi penerangan. Lampu ini akan hidup secara otomatik bila sadel diangkat.

Fitur lain adalah iRide, iEcono, iStart dan iCharger. iRide, kopling ganda untuk mempercepat kemampuan motor ini melakukan sprint. iEcono, indikator yang memberi tahu pengendara, RockZ-nya melaju dengan pemakaian bahan bakar yang irit. iStart, memberi tahu pengendara, motornya sudah bisa dijalankan dan tak perlu lagi dipanaskan.

Peredam Kejut Gas. Kendati masih menggunakan peredam kejut ganda di belakang, keduanya dilengkapi dengan kanister gas nitrogen dengan peredaman yang lebih nyaman. Padahal, kalau dibeli terpisah, harganya cukup mahal.

Fitur lain yang juga dibanggakan TVS adalah knalpot dengan penampang berbentuk delta. Menurut TVS, RockZ adalah bebek pertama yang menggunakan knalpot model ini di Indonesia.

Kesimpulan. Kendati hanya sempat mencoba RockZ mengelilingi pabrik TVS dua kali, kesan yang diperoleh: s:uara mesin halus dan gesit diajak bermanuver. Postur, bila dilihat dari sadel, tampak kekar, tetap dari depan atau belakang, tampak ramping.

Saat digenjot, RockZ cukup bertenaga dan agresif pada setiap gigi. Pengoperasian tombol-tombol mudah dan mulus. Di samping itu, indikator pada panel instrumen mudah dibaca.

Cukup menarik, indikator posisi gigi berbentuk bulat dengan”N” atau netral di tengahnya. Sedangkan indikator bensin dan odometer ditayangkan dalam bentuk digital. Semua itu memberi kesan, RockZ adalah bebek sporty dan modern.

Kendati begitu, kualitas pengelasan beberapa komponen masih harus ditingkatkan! Dengan demikian, seperti yang dikemukakan K. Vijaya Kumar, Direktur Penjualan dan Pemasaran TVS di Indonesia, “Saat ini, kami mengutamakan kualitas produk dan bukan mengejar pangsa pasar,” bisa dibuktikan!

Spesifikasi
Mesin
Tipe
4-langkah, SOHC, 1-silinder
Pendingin
Udara
Kapasitas
124,5 cc
Diameter x langkah
57 x 48,8 mm
Perbandingan kompresi
9,3: 1
Tenaga maks.
9,8 PS @7.500 rpm
Torsi maks.
9,8Nm @5.500 rpm
Sistem pasokan bbm
karburator
Sistem starter
Elektrik dan kaki
Pengapian
Digital CDI
Sistem kelistrikan
12V, AC, magneto
Batere
12V/4Ah
Lampu depan
Halgogen 30/30
Pemindah tenaga
Kopling
Ganda, basah, sentrifugal
Transmisi
4 percepatan
Sasis
Suspensi
Depan
Teleskopik, monotube, gas
Belakang
MIG
Rem
Depan
Cakram, piston ganda
Belakang
Teromol
Ban & pelek:
Depan
Belakang
2,5 x 17
Kapasitas tangki bensin
4 liter
Dimensi
Panjang x lebar x tinggi
1.940 x 1.078 x 665 mm
Jarak sumbu roda
1.260 mm



Tuesday, June 2, 2009

TVS Luncurkan Bebek RockZ 125 yang Bisa Memainkan Musik MP3

PT TVS Motor Company Indonesia yang merakit sepeda motor asal India, TVS, hari ini meluncurkan produknya terbarunya, bebek 125 cc yang diberi nama RockZ. Peluncuran dilakukan oleh direktur penjualan dan pemasaran, TVS Indonesia, K. Vijaya Kumar di pabriknya di Karrawang Timur, Jawa Barat.

Ini merupakan produk ketika yang dipasarkan TVS di Indonesia. Sebelumnya, TVS sudah memasarkan bebek Neo dengan mesin 110 cc dan sepeda motor sport Apache 160 cc. Menurut Vijaya Kumar, dari segi fitur dan teknologi bebek baru ini lebih unggul dibandingkan dengan motor asal Jepang. Meski begitu, dari segi harga sangat kompetitif.

“Kompetitor RockZ harganya berkisar Rp 16-18 juta. Namun kami menawarkan RockZ dengan harga Rp 13.700.000 untuk varian cast wheel dan Rp 12.700.000 spoke wheel (jari-jari),” jelasnya kepada wartawan.

Keunggulan utama dan menjadi ciri khas RockZ adalah IMS, integrated music system. Atau fitur musik yang terintegrasi pada sepeda motor ini. Jadi, pengendara TVS RockZ bisa mendengar musik dengan format MP3 melalui dua speaker kecil atau earphone sembari memacu motor.

Untuk ini pula, pada motor disediakan interface USB 2.0 yang berisi file lagu-lagu format MP3 dan 2 jack RCA untuk speaker eardphone (pengendara dan boncengan). Dijelaskan, pengendara juga bisa mengakses radio FM. Untuk ini, di bagian tengah disediakan tombol tekan untuk menyetel lagu-lagu dan radio. Di samping itu, juga disediakan charger untuk telepon selular.

Fitur lain yang dibanggakan TVS adalah pengaman yang disebut double ATL (anti thief lick). Sistem ini diklaim sebagai yang pertama di dunia digunakan pada sepeda motor bebek. Melalui pengaman ini, standar tengah bisa dikunci saat motor diparkir. Pengaman satu lagi atau “engine kill switch” yang berada di tempat tersembunyi.

Lebih lanjutnya dijelaskan, bagi masyarakat umum, yang ingin mendapatkan informasi lengkap dengan produk terbaru TVS bisa mengunjungi stand mereka di arena Pekan Raya Jakarta, yang mulai dibuka Jumat lusa.

Dengan fitur lebih banyak, harga kompetitif dan penampilan yang gaya dan dinamis, TVS RockZ , merupakan alternatif cukup menarik di antara motor-motor Jepang yang sudah ada selama ini. Paling tidak bagi mereka yang ingin tampil beda dan menggunakan tak hanya sebagai alat transportasi, juga buat gaul.

Sunday, January 20, 2008

TVS Neo - Satu Lagi Dari India

Seperti yang telah lama dibicarakan, kini TVS yang merupakan produk Bollywood telah resmi merilis produknya untuk segera di pasarkan. Berbeda dengan strategi yang diterapkan Bajaj, dengan produk Pulsarnya, yang cenderung bermain “aman” di kelas City Cruiser dimana persaingan cukup lenggang, karena hanya di huni oleh Scorpio dan Tiger sebagai direct competitor. TVS justru bersaing di lahan basah namun ganas, karena TVS justru langsung dihadapkan oleh persaingan ketat di segmen bebek. Untuk itu TVS dengan Neonya menerapkan berbagai trobosan termasuk teknologi yang telah ditinggalkan oleh produsen lainya.

Menjaring Konsumen Awam

Segmen yang di targetkan oleh TVS adalah segmen motor bebek standar yang artinya dimana konsumen lebih mementingkan kemampuan motor sebagai sarana transportasi dari satu titik ke titik lainya. Sehingga umumnya di segmen ini konsumen tidak terlalu terpengaruh maupun memahami secara mendetail tentang perkembangan teknologi speda motor. Hal ini kontras dengan segmen motor hyper Underbone dimana konsumenya sangat-sangat melek akan teknologi. Untuk itu TVS cukup jeli, dengan memberikan fitur yang “high profile tetapi low profit”

I-Econo I-Ride I-Start kok nggak ada I-Pod sama I-Robot Sih ?

Saat ini sedang ngetrend kata kata “I” yang artinya Inteligence, dipopulerkan dari dua produk high profile, yaitu Apple lewat produknya yang bernama I-Pod, I-Mac dan I-Phone serta produsen mobil mewah BMW lewat fitur I-Drive yang diawali pada produk BMW seri 530 nya. TVS Neo pun latah memberi nama fitur pada motornya dengan nama “high profille” tersebut, yaitu I-Econo, I-Ride serta I-Start.

  • I-Econo : Adalah sebuah indikator lampu yang akan menyala bila pengendara motor mengemudikan TVS Neonya pada kecepatan ideal dengan posisi gigi dan bukaan gas (Rpm) ideal. Sebenarnya hal ini telah diterapkan oleh motor Honda maupun Suzuki Shoggun generasi awal namun hanya berupa garis merah pada speedo meter. Sedangkan fitur pada TVS Neo diperjelas oleh indikator pada lampu dashboard. Masalahnya jangan sampai pengendara terpaku pada lampu tersebut sampai tidak memperhatikan atau enggan menurun-naikan kecepatan demi melakukan penghemataan BBM.
  • I-Ride : teknologi kopling ganda yang memadukan system kopling manual dan otomatis dalam satu motor. Kopling manual membantu dalam akselerasi sedangkan kopling otomatis memberikan kenyamanan ekstra, itu kan klaimnya TVS. Kenyataanya? Merupakan teknologi 12 tahun yang lalu yang dipakai oleh Yamaha F1ZRH dan dikenal sebagai kopling banci. Karena serba tanggung, disamping tidak memberikan kontribusi signifikan yang pasti fitur tersebut hanya sekedar fitur fashion yang berujung pada naiknya harga TVS Neo
  • I-Start : Merupakan fitur yang dapat membantu TVS Neo agar mencapai suhu optimal minimum. Berfungsi membantu pemanasan mesin di pagi hari atau kondisi dingin, memastikan motor Neo siap dpergunakan dalam waktu kurang dari 3 menit.

Worthed Gak sih beli TVS Neo ?

Kalo mau jujur Indobikers sendiri merasa canggung dengan TVS Neo. Bukan karena faktor sentimen atau faktor lainya tatapi fitur yang ada pada Neo sepertinya terlalu dipaksakan. Disamping itu melihat dari harga yang ditawarkan sepertinya Yamaha Vega-R atau Suzuki Shogun rasanya lebih sip, karena dua produk tersebut jauh, jauh lebih mapan dan terjamin dibanding TVS. Selain itu jika mementingkan penampilan dan Performa atau malah fanatik dengan motor India Sepertinya Suzuki Satria 150 Fu atau Bajaj Pulsar merupakan tawaran rasional dibandingkan TVS Neo …