Thursday, July 31, 2008

Vespa Corsa Yang Lincah Dengan Anhank

Vespa pernah melansirkan varian Corsa pada awal 1990-an dengan transmisi matik. Kemunculannya tercatat sebagai sepedamotor pertama di Indonesia tanpa gigi persneling saat itu. Sekarang keberadaannya marak kembali, tapi pernahkah Anda menjumpai yang sudah dimodifikasi ekstrem?

Boleh jadi yang banyak berkeliaran di jalanan masih kondisi standar, hanya warna yang kinclong. Termasuk Corsa 1993 milik tiga sekawan dari Bandung, Ari Ido, Deny Anarista dan Doni Morika. Bentuk masih orisinal, tapi bila meluncur di jalan raya di kota Kembang jadi pusat perhatian. Pasalnya, di belakang Corsa menempel pav trailer atau anhank.

Melihat tampilannya, Anda pasti mengira bikin pav trailer itu gampang sekali. Justru diakui Three Musketeers, proses pembuatannya paling sukar. Terutama menyangkut keseimbangan karena kereta gandeng ini diciptakan bukan sebagai pemanis. Fungsinya, untuk membawa barang berbagai variasi, ban, pelek hingga binatang kesayangan.

Agar pav trailer tetap stabil, sasisnya dirancang oleh Id Soho. Kalo rancangannya, menurut Ido mungkin terkesan biasa. Tapi, pemakaian bahan dan penempatan sokbreker yang tepat bisa jadi kunci utama. Karena, agar beban yang diusung anhank tetap stabil.

Makanya, tulang sasis dipilih kombinasi pipa ukuran 1 inci dengan ketebalan 2 mm dan pelat galvanis 2 mm. Sedang posisi peredam kejut ditempatkan di ujung belakang. Dengan pemilihan warna krem pearl dan pelek kinclong, Corsa ini acap jadi perhatian kala berada di jalan raya.

No comments: